Twitter uji coba fitur Komunitas mirip Grup Facebook
Kamis, 9 September 2021 9:34 WIB
Ilustrasi - Orang yang memegang iPhone Apple baru dengan logo Twitter di layar. (ANTARA/Shutterstock/pri.)
Jakarta (ANTARA) - Twitter menguji coba fitur komunitas secara global yang mirip dengan Grup Facebook, di mana pengguna bisa mengunggah cuitan yang dibagikan khusus ke orang-orang dengan minat yang sama.
Mengutip Reuters, Kamis, Twitter mengatakan saat ini pengguna tertentu dapat membuat Komunitas dan akan menyasar lebih banyak pengguna dalam beberapa bulan mendatang. Mereka akan bertindak sebagai moderator Komunitas dan menetapkan standar untuk grup mereka.
Twitter tidak mengungkapkan jumlah pengguna yang dapat membuat Komunitas dalam uji coba ini. Namun, seluruh pengguna dapat masuk ke dalam grup jika mendapat undangan.
Komunitas dapat dilihat oleh publik, meskipun pada tahap ini orang perlu diundang untuk bergabung oleh moderator atau anggota lain.
"Saat ini, beberapa Komunitas awal yang kami uji berkaitan dengan percakapan populer di Twitter seperti anjing, cuaca, sepatu kets, perawatan kulit, astrologi, dan akan lebih banyak di masa yang akan datang," kata David Regan selaku Staff Product Manager Twitter.
Twitter mengatakan akan menyesuaikan aturan untuk menjaga keamanan pengguna di dalam Komunitas, termasuk mengembangkan cara untuk mengidentifikasi kelompok yang bermasalah.
Seorang juru bicara Twitter mengatakan perusahaan telah melakukan penelitian dan berkonsultasi dengan para ahli selama setahun terakhir untuk mengantisipasi penyalanggunaan fitur.
Sebelumnya, Twitter juga meluncurkan beberapa fitur baru termasuk Super Follows yang memungkinkan pengguna mendapatkan penghasilan bulanan lewat konten yang dibagikan khusus untuk pelanggan mereka.
Mengutip Reuters, Kamis, Twitter mengatakan saat ini pengguna tertentu dapat membuat Komunitas dan akan menyasar lebih banyak pengguna dalam beberapa bulan mendatang. Mereka akan bertindak sebagai moderator Komunitas dan menetapkan standar untuk grup mereka.
Twitter tidak mengungkapkan jumlah pengguna yang dapat membuat Komunitas dalam uji coba ini. Namun, seluruh pengguna dapat masuk ke dalam grup jika mendapat undangan.
Komunitas dapat dilihat oleh publik, meskipun pada tahap ini orang perlu diundang untuk bergabung oleh moderator atau anggota lain.
"Saat ini, beberapa Komunitas awal yang kami uji berkaitan dengan percakapan populer di Twitter seperti anjing, cuaca, sepatu kets, perawatan kulit, astrologi, dan akan lebih banyak di masa yang akan datang," kata David Regan selaku Staff Product Manager Twitter.
Twitter mengatakan akan menyesuaikan aturan untuk menjaga keamanan pengguna di dalam Komunitas, termasuk mengembangkan cara untuk mengidentifikasi kelompok yang bermasalah.
Seorang juru bicara Twitter mengatakan perusahaan telah melakukan penelitian dan berkonsultasi dengan para ahli selama setahun terakhir untuk mengantisipasi penyalanggunaan fitur.
Sebelumnya, Twitter juga meluncurkan beberapa fitur baru termasuk Super Follows yang memungkinkan pengguna mendapatkan penghasilan bulanan lewat konten yang dibagikan khusus untuk pelanggan mereka.
Pewarta : Suci Nurhaliza
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menkomdigi: Penutupan fitur live di platform TikTok diharapkan tak berlangsung lama
31 August 2025 19:36 WIB
WhatsApp hadirkan opsi untuk hubungkan aplikasi dengan Pusat Akun Meta
22 January 2025 9:45 WIB, 2025
BYOND by BSI meraih respons positif berkat fitur dan program khusus
17 November 2024 16:40 WIB, 2024
WhatsApp hadirkan fitur "List" tingkatkan pengalaman pencarian chat
01 November 2024 11:25 WIB, 2024