Ada kode "satu ember" dalam percakapan staf Edhy Prabowo
Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menghadirkan lima orang saksi yaitu Andreau Misanta Pribadi dan Safri (staf khusus Edhy Prabowo), Amiril Mukminin (sekretaris pribadi Edhy), Ainul Faqih (sekretaris pribadi Iis Rosita Dewi) dan Siswadhi Pranoto Loe (pemilik PT Aero Cipta Kargo) untuk terdakwa mantan Mneteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Selasa (16/6) (ANTARA/Desca Lidya Natalia)
Percakapan tersebut terjadi pada 18 November 2020 dan dibacakan dalam sidang pemeriksaan saksi untuk terdakwa Edhy Prabowo di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta pada Selasa (15/6) malam.
"Abang," kata Amiril
"Iya Mir," balas Safri.
"Sudah 1 ember yang dipegang beliau," jawab Amiril.
"Maksudnya apa nih?" tanya jaksa KPK.
"Saya tidak tahu saat itu tapi saat dikonfirmasi ke Amiril, itu untuk keperluan Pak Menteri ke Amerika," jawab Safri yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Perizinan Usaha Perikanan Budidaya Lobster.
"1 ember apa?" tanya jaksa.
"1 miliar maksudnya," jawab Safri.
"Saudara ketika itu dalam perjalanan ke luar negeri bagaimana bisa berkomunikasi?" tanya jaksa.
"Whatsapp kan bisa Pak, pakai nomor Indonesia, didaftarin di pesawat bisa, pakai wifi," jawab Safri.
Selanjutnya jaksa KPK juga membacakan percakapan kedua antara Amiril dan Safri.
"Abang, antisipasi, Grahafood pakai kargo NJP karantina meng-acc SKWP diokein oleh Pak Carli, hebat NJP bisa labrak aturan KKP dan nggak hargain abang dan lain-lain karena logistik BBL selama ini adalah ACK, pengiriman selain ACK ilegal. Hari ini ada kiriman 1 PT gunakan kargo lain, sudah di luar kebijakan abang. Izin bapak harusnya PSDKP bisa sidak seperti dibuatkan begitu saja tidak ada yang cegah, aku WA ke Ipung dan Pak Darma," kata Amiril.
"Gak benar itu karantina dan DJPT bahaya kalau diloloskan ntar aku lapor ke bapak," jawab Safri.
"Bapak itu siapa?" tanya jaksa KPK.
"Maksudnya Pak Menteri, tapi saya tidak lapor karena saya hanya bicara sama Andreau saja," jawab Safri.
Andreau yang dimaksud adalah staf khusus Edhy Prabowo yang sekaligus sebagai Ketua Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Perizinan Usaha Perikanan Budidaya Lobster.
Dalam perkara ini Edhy Prabowo didakwa bersama-sama Andreau Misanta Pribadi dan Safri (staf khusus Edhy Prabowo), Amiril Mukminin (sekretaris pribadi Edhy), Ainul Faqih (sekretaris pribadi istri Edhy, Iis Rosita Dewi) dan Siswadhi Pranoto Loe (pemilik PT Aero Cipta Kargo) menerima 77 ribu dolar AS dan Rp24,625 miliar sehingga totalnya mencapai sekitar Rp25,75 miliar dari para pengusaha pengekspor benih benih lobster (BBL) terkait pemberian izin budidaya dan ekspor.
Pewarta : Desca Lidya Natalia
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pakar: Pengurangan vonis eks Menteri KKP Edhy Prabowo jadi preseden buruk MA
15 February 2023 12:50 WIB, 2023
Pakar Hukum pertanyakan rekam jejak Gazalba Saleh terkait Edhy Prabowo
15 February 2023 12:19 WIB, 2023
KPK singgung hakikat pemberantasan korupsi soal hukuman Edhy dikurangi
10 March 2022 12:56 WIB, 2022
Hakim banding nilai vonis Edhy Prabowo tak cerminkan keadilan, vonis lebih berat
11 November 2021 23:13 WIB, 2021
KPK hormati vonis 5 tahun penjara terhadap Mantan Menteri KKP Edhy Prabowo
16 July 2021 14:40 WIB, 2021