Dokter: Iritasi picu rasa gatal organ intim saat haid
Kamis, 27 Mei 2021 17:02 WIB
Ilustrasi (Pixabay)
Jakarta (ANTARA) - Pengurus Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Prof. Dr. dr. Dwiana Ocviyanti mengatakan, munculnya rasa gatal di area kewanitaan saat menstruasi biasanya karena sejumlah hal, misalnya kelembapan dan iritasi.
Saat seorang wanita haid, dia akan mengeluarkan darah selama beberapa hari, biasanya 3-7 hari. Tak hanya darah, ada juga lendir yang keluar secara periodik. Kondisi ini tak menganggu kesehatan bila wanita itu berada dalam kondisi sehat.
Lalu, untuk mengatasi rasa gatal yang muncul, sebagai langkah awal, cobalah untuk mengganti pembalut sesering mungkin atau setidaknya 3-4 jam sekali. Menurut Dwiana, lebih baik lagi apabila para wanita bisa menggantinya saat pembalut terasa sudah basah meskipun baru 1-2 jam.
"Ada beberapa penyebab rasa gatal tersebut, yang paling sering karena kelembapan saat haid. Coba lebih sering mengganti pembalut, saat siang sedapatnya 3-4 jam sekali atau setiap saat terasa pembalut sudah basah agar tidak lembap dan mengiritasi," kata dia dalam webinar bertema "Sehat dan Bersih Saat Menstruasi" untuk menyambut Hari Kebersihan Menstruasi 28 Mei, Kamis.
Dwiana menuturkan, sensitivitas dan jumlah darah saat menstruasi setiap perempuan berbeda, sehingga frekuensi penggantian pembalut juga tak sama antara satu dengan yang lainnya.
Selain mengganti pembalut, bersihkan area kewanitaan dengan benar menggunakan air yakni dari depan ke belakang atau dari arah saluran kemih ke area anus atau lubang pelepasan yang merupakan area paling kotor dan mengandung bakteri.
"Kalau kita bersihkan dari belakang ke depan maka kotoran dari anus bisa masuk ke vagina yang saat itu sedang banyak darah, sehingga mudah sekali bakteri berkembang biak dan menyebabkan infeksi pada vagina bahkan saluran kemih dan menyebabkan infeksi saluran kemih," tutur Dwiana.
Saat membersihkan organ kewanitaan, seorang wanita bisa juga menggunakan cairan pembersih khusus. Namun ingatlah, produk ini hanya untuk bagian luar vagina saja. Pilih yang mengandung 3,5-4,5.
Sebaliknya, Dwiana tidak menyarankan penggunaan sabun mandi untuk membersihkan vagina karena memiliki pH tinggi yakni di atas 7 sehingga bisa menyebabkan ketidakseimbangan bakteri di vagina dan bahkan bisa memudahkan organ itu terkena infeksi.
Apabila rasa gatal tak juga reda, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Saat seorang wanita haid, dia akan mengeluarkan darah selama beberapa hari, biasanya 3-7 hari. Tak hanya darah, ada juga lendir yang keluar secara periodik. Kondisi ini tak menganggu kesehatan bila wanita itu berada dalam kondisi sehat.
Lalu, untuk mengatasi rasa gatal yang muncul, sebagai langkah awal, cobalah untuk mengganti pembalut sesering mungkin atau setidaknya 3-4 jam sekali. Menurut Dwiana, lebih baik lagi apabila para wanita bisa menggantinya saat pembalut terasa sudah basah meskipun baru 1-2 jam.
"Ada beberapa penyebab rasa gatal tersebut, yang paling sering karena kelembapan saat haid. Coba lebih sering mengganti pembalut, saat siang sedapatnya 3-4 jam sekali atau setiap saat terasa pembalut sudah basah agar tidak lembap dan mengiritasi," kata dia dalam webinar bertema "Sehat dan Bersih Saat Menstruasi" untuk menyambut Hari Kebersihan Menstruasi 28 Mei, Kamis.
Dwiana menuturkan, sensitivitas dan jumlah darah saat menstruasi setiap perempuan berbeda, sehingga frekuensi penggantian pembalut juga tak sama antara satu dengan yang lainnya.
Selain mengganti pembalut, bersihkan area kewanitaan dengan benar menggunakan air yakni dari depan ke belakang atau dari arah saluran kemih ke area anus atau lubang pelepasan yang merupakan area paling kotor dan mengandung bakteri.
"Kalau kita bersihkan dari belakang ke depan maka kotoran dari anus bisa masuk ke vagina yang saat itu sedang banyak darah, sehingga mudah sekali bakteri berkembang biak dan menyebabkan infeksi pada vagina bahkan saluran kemih dan menyebabkan infeksi saluran kemih," tutur Dwiana.
Saat membersihkan organ kewanitaan, seorang wanita bisa juga menggunakan cairan pembersih khusus. Namun ingatlah, produk ini hanya untuk bagian luar vagina saja. Pilih yang mengandung 3,5-4,5.
Sebaliknya, Dwiana tidak menyarankan penggunaan sabun mandi untuk membersihkan vagina karena memiliki pH tinggi yakni di atas 7 sehingga bisa menyebabkan ketidakseimbangan bakteri di vagina dan bahkan bisa memudahkan organ itu terkena infeksi.
Apabila rasa gatal tak juga reda, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Pewarta : Lia Wanadriani Santosa
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Keluarga Kim Kardashian kena COVID-19 hingga daftar ponsel 5G tandai babak baru telekomunikasi
29 May 2021 9:06 WIB, 2021
Membedakan nyeri jelang menstruasi dengan nyeri akibat tumor payudara
04 October 2020 20:35 WIB, 2020
Terpopuler - Pendidikan & Kesehatan
Lihat Juga
Dokter: Penggunaan insulin bantu kendalikan kadar gula darah dan cegah komplikasi
03 May 2026 7:51 WIB
Hari Pendidikan Nasional: Kilang Pertamina Plaju dorong literasi energi generasi muda
02 May 2026 20:46 WIB
Penerimaan siswa Sekolah Unggul Garuda Transformasi di kampus dunia naik 150 persen
02 May 2026 9:20 WIB
Perkuat potensi perempuan, Kilang Plaju gelar pelatihan personal branding "Kartini Masa Kini"
24 April 2026 10:52 WIB