Cerdas memilih hand sanitizer yang tepat
Kamis, 6 Mei 2021 10:43 WIB
Ilustrasi. (Pexels)
Jakarta (ANTARA) - Ketika fasilitas air bersih sulit ditemukan, penggunaan hand sanitizer cukup efektif dan disarankan, tapi masyarakat harus cerdas untuk memilih produk yang tepat.
Dokter spesialis kulit Kardiana Purnama Dewi yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) menyarankan untuk memakai hand sanitizer mengandung bahan desinfektan yang tepat. Jika menggunakan bahan berbasis alkohol maka kandungan minimalnya 60 persen dan dapat juga menggunakan kandungan berbahan natural yang mengandung pelembab agar kulit higienis namun tidak mudah kering.
“Pastikan untuk membiarkan hand sanitizer atau anti bacterial spray mengering sendiri sehingga bahan aktifnya memiliki waktu untuk dapat bekerja dengan maksimal,” jelas dr. Kardiana dalam siaran resmi, Kamis.
Dia mengatakan, mencuci tangan selama 20 detik dengan air mengalir dan sabun tetap menjadi cara yang paling efektif untuk membunuh virus COVID-19. Tapi hand sanitizer bisa jadi pilihan ketika opsi utama tidak tersedia.
"Apalagi, data kepatuhan orang Indonesia mencuci tangan hanya 75 persen, jadi hand sanitizer bisa membantu untuk proteksi diri," katanya.
Laporan Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan kelamin Indonesia (Perdoski) menunjukkan, ada efek samping yang sering muncul akibat penggunaan hand sanitizer berbasis alkohol medis secara berulang. Sesuai rekomendasi World Health Organization (WHO), kadar alkohol dalam sanitizer minimum 60 persen agar efektif membasmi kuman dan virus. Kandungan alkohol medis yang tinggi ini berpotensi merusak sel kulit dan memperlambat proses regenerasi kulit. Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan kulit dan iritasi.
Menjawab tantangan ini, Marina memperkenalkan Marina Natural Anti Bacterial Hand Sanitizer dengan 73 persen natural alkohol yang efektif membunuh kuman & virus tanpa menyebabkan iritasi kulit. Selain itu, mengandung eucalyptus oil, diperkaya aloe vera untuk menjaga kelembutan kulit, dan bersertifikat halal.
Marina juga memperkenalkan masker medis dengan tiga lapis filter dan tingkat efisiensi penyaringan bakteri mencapai 96 persen dan tingkat efisiensi penyaringan partikel halus hingga 0,1 μm yang nyaman untuk digunakan sehari-hari.
“Marina meluncurkan Marina Natural Hygiene Series sebagai bentuk komitmen Marina dalam memberikan perlindungan maksimal bagi perempuan Indonesia yang aktif dan terus menerus mendorong mereka untuk peduli pada higienitas diri sekaligus mencegah kulit dari iritasi. Bertepatan dengan World Hand Hygiene Day, kami ingin menegaskan kembali kehadiran Marina sebagai merek yang senantiasa dekat dengan keseharian seluruh perempuan Indonesia, terutama untuk mengadopsi gaya hidup cerdas, aktif, dan higienis di tengah pandemi," kata Melani D. Astuti, GM Communication & Content Marina.
Dokter spesialis kulit Kardiana Purnama Dewi yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) menyarankan untuk memakai hand sanitizer mengandung bahan desinfektan yang tepat. Jika menggunakan bahan berbasis alkohol maka kandungan minimalnya 60 persen dan dapat juga menggunakan kandungan berbahan natural yang mengandung pelembab agar kulit higienis namun tidak mudah kering.
“Pastikan untuk membiarkan hand sanitizer atau anti bacterial spray mengering sendiri sehingga bahan aktifnya memiliki waktu untuk dapat bekerja dengan maksimal,” jelas dr. Kardiana dalam siaran resmi, Kamis.
Dia mengatakan, mencuci tangan selama 20 detik dengan air mengalir dan sabun tetap menjadi cara yang paling efektif untuk membunuh virus COVID-19. Tapi hand sanitizer bisa jadi pilihan ketika opsi utama tidak tersedia.
"Apalagi, data kepatuhan orang Indonesia mencuci tangan hanya 75 persen, jadi hand sanitizer bisa membantu untuk proteksi diri," katanya.
Laporan Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan kelamin Indonesia (Perdoski) menunjukkan, ada efek samping yang sering muncul akibat penggunaan hand sanitizer berbasis alkohol medis secara berulang. Sesuai rekomendasi World Health Organization (WHO), kadar alkohol dalam sanitizer minimum 60 persen agar efektif membasmi kuman dan virus. Kandungan alkohol medis yang tinggi ini berpotensi merusak sel kulit dan memperlambat proses regenerasi kulit. Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan kulit dan iritasi.
Menjawab tantangan ini, Marina memperkenalkan Marina Natural Anti Bacterial Hand Sanitizer dengan 73 persen natural alkohol yang efektif membunuh kuman & virus tanpa menyebabkan iritasi kulit. Selain itu, mengandung eucalyptus oil, diperkaya aloe vera untuk menjaga kelembutan kulit, dan bersertifikat halal.
Marina juga memperkenalkan masker medis dengan tiga lapis filter dan tingkat efisiensi penyaringan bakteri mencapai 96 persen dan tingkat efisiensi penyaringan partikel halus hingga 0,1 μm yang nyaman untuk digunakan sehari-hari.
“Marina meluncurkan Marina Natural Hygiene Series sebagai bentuk komitmen Marina dalam memberikan perlindungan maksimal bagi perempuan Indonesia yang aktif dan terus menerus mendorong mereka untuk peduli pada higienitas diri sekaligus mencegah kulit dari iritasi. Bertepatan dengan World Hand Hygiene Day, kami ingin menegaskan kembali kehadiran Marina sebagai merek yang senantiasa dekat dengan keseharian seluruh perempuan Indonesia, terutama untuk mengadopsi gaya hidup cerdas, aktif, dan higienis di tengah pandemi," kata Melani D. Astuti, GM Communication & Content Marina.
Pewarta : Nanien Yuniar
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Alumni SMA Negeri 1 Pemali Bangka bagikan 7.500 botol cairan hand sanitizer
21 April 2020 0:27 WIB, 2020
Singapura bantu sediakan "sanitizer" dan peralatan medis untuk Indonesia
07 April 2020 22:49 WIB, 2020
Pakar: Jangan berlebihan pakai cairan pembersih tangan bisa sebabkan iritasi
30 March 2020 12:25 WIB, 2020
Terpopuler - Pendidikan & Kesehatan
Lihat Juga
Dokter: Penggunaan insulin bantu kendalikan kadar gula darah dan cegah komplikasi
03 May 2026 7:51 WIB
Hari Pendidikan Nasional: Kilang Pertamina Plaju dorong literasi energi generasi muda
02 May 2026 20:46 WIB
Penerimaan siswa Sekolah Unggul Garuda Transformasi di kampus dunia naik 150 persen
02 May 2026 9:20 WIB
Perkuat potensi perempuan, Kilang Plaju gelar pelatihan personal branding "Kartini Masa Kini"
24 April 2026 10:52 WIB