Jakarta (ANTARA) - Duo DJ asal Belanda Jim and Nils, yang lebih dikenal sebagai Yellow Claw, menambah deretan lagu mereka dengan “DRXGS” yang berkolaborasi dengan penyanyi asal Indonesia, Sara Fajira.

Melalui keterangannya pada Rabu, lirik “DRXGS” menceritakan kisah cinta yang kandas, namun tetap mengenang hubungan yang kuat. Yellow Claw menggabungkan hook yang dibawakan oleh Sara Fajira dan anggota Yellow Claw, Nils, yang dibungkus dengan melodi tropis yang menawan dan produksi yang menarik.

Sara yang telah memenangkan tiga penghargaan musik termasuk Song of The Year, menghiasi lagu “DRXGS” dengan vokalnya yang gemilang.

Sara merupakan sosok di balik kesuksesan hits global Weird Genius “Lathi”, yang telah mengumpulkan lebih dari 300 juta stream serta 500 juta penayangan di TikTok dan memecahkan rekor sebagai lagu terlama No. 1 di Spotify. “Lathi” juga dinobatkan sebagai lagu paling dicari di Google Indonesia untuk tahun 2020.

Sejak 2010, duo DJ ini telah membangun diskografi yang berkolaborasi dengan sederetan penyanyi seperti Tinashe, Fatman Scoop, Saweetie, dan Offset (member dari Migos), dengan stream mencapai satu miliar.

Musik mereka berkembang ke beberapa genre, mulai dari musik yang sangat kencang seperti “Do You Like Bass”, “DJ Turn It Up” dengan DJ Snake, sampai ke lagu “In My Room” bersama DJ Mustard, TY Dolla $ign & Tyga dan “Fake Chanel” bersama A$AP Ferg.

Kolaborasi dengan Sara juga bukan pertama kalinya Yellow Claw bekerja sama dengan talenta Indonesia. Setelah menghabiskan sekitar 12 bulan terakhir di Pulau Bali, mereka terus mencari talenta Indonesia untuk berkolaborasi, salah satunya untuk lagu “Bassgod” yang menampilkan rapper Ramengvrl yang sedang naik daun dan produser Rich Brian & NIKI, sekaligus A&R dari Pluus Record, SIHK.

Tidak ketinggalan lagu “Hush” dengan trio DJ terbesar di Indonesia, Weird Genius & Reikko, yang juga merupakan talenta muda naungan Pluus Record, yang telah menghasilkan lebih dari 20 juta stream secara kolektif hingga saat ini.

Yellow Claw yang biasanya terlihat bermain di panggung utama festival musik dunia, contohnya Electric Daisy Carnival, Tomorrowland, Lollapalooza dan Coachella, telah absen dari tur selama 12 bulan terakhir seperti musisi lainnya. Namun, mereka tetap sibuk dengan serangkaian pertunjukan live streaming, seperti Djakarta Warehouse Project Virtual, Insomniac, dan Hydeout Festival.
 

Pewarta : Arnidhya Nur Zhafira
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2024