Islam punya budaya kaya dan agung
Minggu, 4 April 2021 12:01 WIB
Tangkapan layar webinar "Seni Islam, Kaligrafi dan Perkembangannya di Indonesia", Minggu (ANTARA)
Jakarta (ANTARA) - Kurator seni Bambang Asrini Widjanarko mengatakan Islam punya budaya yang kaya dan agung yang tak cuma tertera dalam Alquran. Dalam webinar "Seni Islam, Kaligrafi dan Perkembangannya di Indonesia", dia menyebut masyarakat muslim di dunia memuja keindahan transenden dalam tradisi seni Islam dari masa ke masa.
Sebab, karya seni adalah wakil 'alam al misal (alam misal) yang berfungsi jadi perantara atas alam kemanusiaan dengan semesta ketuhanan.
"Seni adalah kreativitas manusia yang mempesona indra kita, kemudian mendekatkan diri kita kepada Tuhan," kata Bambang, Minggu.
Menurut dia, kultur islam bermanifestasi dalam seni rupa terhubung dengan jenis kaligrafi dan seni hias tetumbuhan. Pada abad 19 dan abad 20, peradaban Eropa juga terinspirasi oleh Islam.
"Terutama pelukis seperti Rembrandt, Delacroix sampai Matisse."
Dia menyebutkan, para pelukis itu terinspirasi dari seni miniatur Islam yang mengekspos gaya figuratif, geometri atau bentuk-bentuk esensial secara abstraktif tubuh manusia dan alam yang bersentuhan dengan seni Islam di Persia, Afrika, China, Tibet atau India.
"Kita mengingat salah satu ikon dunia seni di Jerman, yakni Goethe, sangat memuja Nabi Muhammad SAW."
Dia juga menyebutkan Goethe juga menyelidiki soal teori warna yang memberikan sumbangsih besar kepada seni rupa dunia yang berpengaruh hingga saat ini.
Kajian teori warna dari Goethe pun mempengaruhi seniman Rusia Wassily Kandinsky, ikon pelukis abstrak yang memperkenalkan warna dalam lukisannya, kemudian menghubungkan dengan spiritualisme.
Dia menyebutkan juga beberapa tempat pameran seni masa kini yang memperlihatkan keindahan kaligrafi, seperti Museum Masa Depan di Dubai, Uni Emirat Arab, yang eksteriornya dihiasi kaligrafi Arab yang juga berfungsi sebagai jendela.
Karya seni yang berhubungan dengan Islam telah dipamerkan di berbagai tempat di dunia, salah satunya British Museum. Dia berharap Indonesia yang punya banyak kekayaan seni Islam mulai dari Aceh hingga Nusa Tenggara Barat bisa turut dipamerkan untuk memperlihatkan tradisi Islam di Tanah Air yang kaya.
Pelukis dan kaligrafer Said Akram dalam kesempatan yang sama memaparkan perkembangan kaligrafi di Indonesia. Pada era 90-an, ada berbagai pameran kaligrafi yang dihelat di Tanah Air. Dia menambahkan, seni mengenai Islam harus terus diangkat di Indonesia.
Sebab, karya seni adalah wakil 'alam al misal (alam misal) yang berfungsi jadi perantara atas alam kemanusiaan dengan semesta ketuhanan.
"Seni adalah kreativitas manusia yang mempesona indra kita, kemudian mendekatkan diri kita kepada Tuhan," kata Bambang, Minggu.
Menurut dia, kultur islam bermanifestasi dalam seni rupa terhubung dengan jenis kaligrafi dan seni hias tetumbuhan. Pada abad 19 dan abad 20, peradaban Eropa juga terinspirasi oleh Islam.
"Terutama pelukis seperti Rembrandt, Delacroix sampai Matisse."
Dia menyebutkan, para pelukis itu terinspirasi dari seni miniatur Islam yang mengekspos gaya figuratif, geometri atau bentuk-bentuk esensial secara abstraktif tubuh manusia dan alam yang bersentuhan dengan seni Islam di Persia, Afrika, China, Tibet atau India.
"Kita mengingat salah satu ikon dunia seni di Jerman, yakni Goethe, sangat memuja Nabi Muhammad SAW."
Dia juga menyebutkan Goethe juga menyelidiki soal teori warna yang memberikan sumbangsih besar kepada seni rupa dunia yang berpengaruh hingga saat ini.
Kajian teori warna dari Goethe pun mempengaruhi seniman Rusia Wassily Kandinsky, ikon pelukis abstrak yang memperkenalkan warna dalam lukisannya, kemudian menghubungkan dengan spiritualisme.
Dia menyebutkan juga beberapa tempat pameran seni masa kini yang memperlihatkan keindahan kaligrafi, seperti Museum Masa Depan di Dubai, Uni Emirat Arab, yang eksteriornya dihiasi kaligrafi Arab yang juga berfungsi sebagai jendela.
Karya seni yang berhubungan dengan Islam telah dipamerkan di berbagai tempat di dunia, salah satunya British Museum. Dia berharap Indonesia yang punya banyak kekayaan seni Islam mulai dari Aceh hingga Nusa Tenggara Barat bisa turut dipamerkan untuk memperlihatkan tradisi Islam di Tanah Air yang kaya.
Pelukis dan kaligrafer Said Akram dalam kesempatan yang sama memaparkan perkembangan kaligrafi di Indonesia. Pada era 90-an, ada berbagai pameran kaligrafi yang dihelat di Tanah Air. Dia menambahkan, seni mengenai Islam harus terus diangkat di Indonesia.
Pewarta : Nanien Yuniar
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pelaku seni Sumsel antarkan 17 warisan budaya masuk Warisan Budaya Tak benda Indonesia
15 October 2025 14:08 WIB
IHSG bergerak naik Seni pagi ikuti penguatan mayoritas bursa saham kawasan Asia
21 July 2025 9:32 WIB
Dinas Kebudayaan Palembang gelar pelatihan melukis bagi pelajar dan masyarakat umum di Museum SMB
22 June 2025 17:48 WIB
Dewan Kesenian Palembang kenalkan tokoh pahlawan Sumsel melalui lomba karya seni
13 June 2025 13:45 WIB
Terpopuler - Seni & Budaya
Lihat Juga
Dinas Pariwisata Palembang promosikan Ziarah Kubro menjelang 10 hari Ramadhan
17 February 2025 19:57 WIB, 2025