KORMI lestarikan olahraga tradional
Rabu, 24 Februari 2021 12:42 WIB
Pengurus KORMI OKU bermain Cak Ingkling di GOR Baturaja, Rabu. (ANTARA/Edo Purmana/21)
Baturaja (ANTARA) - Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan berupaya melestarikan olahraga tradisional Cak Ingkling agar tidak hilang ditelan zaman.
Ketua KORMI Ogan Komering Ulu (OKU), Rakhmat Saleh di Baturaja, Rabu menuturkan selama ini olahraga Cak Ingkling telah dilupakan khususnya di kalangan generasi muda.
Oleh sebab itu, pihaknya kembali memperkenalkan olahraga tersebut sebagai wadah menghidupkan permainan tradisional yang sudah mulai tergerus oleh zaman.
“Tahap awal ini kami bernostalgia untuk seluruh pengurus sebagai bentuk melestarikannya. Tujuannya, agar permainan tradisional ini tetap terjaga sampai kapan pun dan tidak hilang karena zaman,” katanya.
Rakhmat menjelaskan, olahraga Cak Ingkling merupakan permainan tradisional anak perempuan dan laki-laki dengan jumlah pemainnya paling banyak enam orang.
Setiap pemain harus memiliki pecahan keramik atau lempengan tipis yang akan dilempar ke kotak permainan yang berjumlah enam kotak.
Ditambahkan Rakhmat, permainan ini banyak ditemukan di daerah lain dengan nama yang sama ataupun berbeda.
Permainan ini sering dimainkan pada waktu senggang di sore hari di halaman rumah penduduk atau dimainkan oleh anak-anak untuk mengisi waktu istirahat di sekolah.
Program ke depan, KORMI OKU akan menggalakkan permainan tradisional ke sekolah maupun ke kantor-kantor di wilayah setempat.
"Jadi orang tanpa disadari bermain sambil olahraga. Permainan ini bisa dilakukan oleh semua umur," ujarnya.
Ketua KORMI Ogan Komering Ulu (OKU), Rakhmat Saleh di Baturaja, Rabu menuturkan selama ini olahraga Cak Ingkling telah dilupakan khususnya di kalangan generasi muda.
Oleh sebab itu, pihaknya kembali memperkenalkan olahraga tersebut sebagai wadah menghidupkan permainan tradisional yang sudah mulai tergerus oleh zaman.
“Tahap awal ini kami bernostalgia untuk seluruh pengurus sebagai bentuk melestarikannya. Tujuannya, agar permainan tradisional ini tetap terjaga sampai kapan pun dan tidak hilang karena zaman,” katanya.
Rakhmat menjelaskan, olahraga Cak Ingkling merupakan permainan tradisional anak perempuan dan laki-laki dengan jumlah pemainnya paling banyak enam orang.
Setiap pemain harus memiliki pecahan keramik atau lempengan tipis yang akan dilempar ke kotak permainan yang berjumlah enam kotak.
Ditambahkan Rakhmat, permainan ini banyak ditemukan di daerah lain dengan nama yang sama ataupun berbeda.
Permainan ini sering dimainkan pada waktu senggang di sore hari di halaman rumah penduduk atau dimainkan oleh anak-anak untuk mengisi waktu istirahat di sekolah.
Program ke depan, KORMI OKU akan menggalakkan permainan tradisional ke sekolah maupun ke kantor-kantor di wilayah setempat.
"Jadi orang tanpa disadari bermain sambil olahraga. Permainan ini bisa dilakukan oleh semua umur," ujarnya.
Pewarta : Edo Purmana
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bupati Askolani instruksikan razia makanan berbahaya di seluruh pasar Banyuasin
22 February 2026 16:23 WIB