Palembang (ANTARA) - Nilai ekspor Provinsi Sumatera Selatan meningkat pada Januari 2021 mencapai 393,98 juta dolar AS atau meningkat 0,90 persen dibanding Desember 2020.

Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Selatan Endang Tri Wahyuningsih di Palembang, Selasa, mengatakan, nilai ekspor ini juga meningkat 12,99 persen jika dibandingkan Januari 2020.

“Tren peningkatan ekspor Sumsel mulai terasa sejak Agustus, dan terus berlanjut hingga akhir tahun,” katanya.

Ekspor nonmigas Januari 2021 mencapai 387,12 juta dolar AS naik 3,06 persen dibanding Desember 2020. Demikian juga jika dibanding eskpor nonmigas Januari 2020, naik 18,11 persen.

Sedangkan ekspor migas Januari 2021 mencapai 6,86 juta dolar AS  turun 53,70 persen dibanding Desember 2020. Demikian juga jika dibanding ekspor migas Januari 2020, turun 67,21 persen.

Ekspor Januari 2021 terbesar adalah ke Tiongkok sebesar 163,66 juta dolar AS, disusul Amerika Serikat sebesar 39,13 juta dolar AS dan Jepang 26,91 juta dolar AS, dengan kontribusi ketiganya mencapai 58,30 persen dari total ekspor periode Januari 2021.

Peningkatan nilai terbesar ekspor non migas Januari 2021 terhadap Desember 2020 terjadi pada bahan bakar mineral (komoditas batubara dan lignit) sebesar 21,47 juta dolar AS 30,89 persen), sedangka penurunan terbesar terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati yang turun sebesar 19,31 juta dolar AS (52,03 persen).

Komoditas lainnya yang juga meningkat nilai ekspornya adalah karet dan barang dari karet 15,55 juta dolar AS (12,34 persen), berbagai produk kimia 1,77 juta dolar AS, produk industri farmasi 0,92 juta dolar AS (95,47 persen) dan kertas/karton 0,46 juta dolar AS (6,85 persen).

Sementara komoditas yang menurun selain lemak dan minyak hewan/nabati adalah pupuk 4,84 juta dolar AS (52,18 persen), kayu dan barang dari kayu 3,5 juta dolar AS (41,64 persen) dan buah-buahan 1,25 juta dolar AS (41,51 persen).

Nilai ekspor nonmigas Sumatera Selatan pada periode Januari 2021 didominasi oleh komoditas karet sebesar 141,62 juta dolar AS (36,58 persen), diikuti oleh bubur kayu/pulp yang mencapai nilai sebesar 109,11 juta dolar AS (28,19 persen), dan bahan bakar mineral sebesar 90,97 juta dolar AS  (22,10 persen).

Selama Januari 2021, ekspor dari 10 golongan barang tersebut memberikan kontribusi 97,15 persen terhadap total ekspor non migas. Dari sisi pertumbuhan secara kumulatif, ekspor 10 golongan barang tersebut naik 18,20 persen dibanding periode yang sama tahun 2019.

Sementara, nilai impor Sumatera Selatan Januari 2021 mencapai 103,17 juta dolar AS atau meningkat 13,69 persen dibanding Desember 2020. Demikian juga dibanding Januari 2020 meningkat 88,38 persen.

Sehingga neraca transaksi perdagangan Sumatera Selatan Januari 2021 mengalami surplus 290,82 juta dolar AS  surplus pada sektor nonmigas dan migas masing-masing sebesar 284,91 juta dolar AS dan 5,91 juta dolar AS

Tiga negara dengan neraca perdagangan surplus terbesar pada bulan Januari 2021, yakni Tiongkok 78,69 juta dolar, Amerika Serikat 38,42 juta dolar AS  dan Jepang 26,03 dolar AS Sementara itu tiga negara dengan nilai neraca perdagangan defisit terbesar, yakni Singapura 1,10 juta dolar AS, Hongkong 1,02 juta dolar dan Honduras 0,63 juta dolar AS
 

Pewarta : Dolly Rosana
Uploader : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2024