Pengelola Museum Balaputra Dewa siapkan ruang khusus koleksi hibah
Kamis, 5 November 2020 6:59 WIB
Kepala Museum Negeri Sumsel, Chandra Amprayadi. (ANTARA/Yudi Abdullah/20)
Palembang (ANTARA) - Pengelola Museum Negeri Balaputra Dewa Palembang, Sumatera Selatan menyiapkan ruang khusus untuk memamerkan koleksi benda pusaka dan bersejarah yang bersumber dari hibah masyarakat.
"Kepercayaan masyarakat untuk menyerahkan koleksi pribadinya ke museum akhir-akhir ini semakin tinggi, untuk mengapresiasi mereka disiapkan ruang pamer khusus," kata Kepala Museum Negeri Sumsel, Chandra Amprayadi di Palembang, Rabu.
Dia menjelaskan, di ruang pamer khusus tersebut, semua benda pusaka dan bersejarah yang dihibahkan masyarakat disimpan dengan baik sehingga dapat dilihat oleh banyak pengunjung sepanjang jam operasional.
Selama benda pusaka dan bersejarah disimpan secara pribadi, tidak banyak orang yang dapat melihatnya untuk memperkaya khasanah budaya dan belajar sejarah.
Dengan diserahkan dan disimpan di ruang khusus museum, memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat bahkan menjadi kebanggaan tersendiri bagi pemilik koleksi yang memberikan hibah tersebut karena namanya ditulis bersamaan dengan keterangan benda pusaka dan sejarah yang dipajang, katanya.
Menurut dia, pada penghujung Oktober 2020, pihaknya memperoleh hibah dua koleksi benda pusaka dari masyarakat yang tergabung dalam Komunitas Palembang Pusaka Bahari.
Dua benda pusaka yang diterima dari hibah masyarakat itu yakni centong Basemah dan kapak beliung atau kapak kuno bermotif makara.
Koleksi centong yang berasal dari suku Basemah, pada zaman dahulu hanya dipakai pada upacara adat.
Ciri yang melekat pada centong adat Basemah itu terletak pada ukiran kayunya.
Sedangkan kapak beliung bermotif makara selama ini hanya bisa dilihat di museum Belanda, kini bisa dilihat di Museum Balaputra Dewa Palembang, kata Chandra.
"Kepercayaan masyarakat untuk menyerahkan koleksi pribadinya ke museum akhir-akhir ini semakin tinggi, untuk mengapresiasi mereka disiapkan ruang pamer khusus," kata Kepala Museum Negeri Sumsel, Chandra Amprayadi di Palembang, Rabu.
Dia menjelaskan, di ruang pamer khusus tersebut, semua benda pusaka dan bersejarah yang dihibahkan masyarakat disimpan dengan baik sehingga dapat dilihat oleh banyak pengunjung sepanjang jam operasional.
Selama benda pusaka dan bersejarah disimpan secara pribadi, tidak banyak orang yang dapat melihatnya untuk memperkaya khasanah budaya dan belajar sejarah.
Dengan diserahkan dan disimpan di ruang khusus museum, memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat bahkan menjadi kebanggaan tersendiri bagi pemilik koleksi yang memberikan hibah tersebut karena namanya ditulis bersamaan dengan keterangan benda pusaka dan sejarah yang dipajang, katanya.
Menurut dia, pada penghujung Oktober 2020, pihaknya memperoleh hibah dua koleksi benda pusaka dari masyarakat yang tergabung dalam Komunitas Palembang Pusaka Bahari.
Dua benda pusaka yang diterima dari hibah masyarakat itu yakni centong Basemah dan kapak beliung atau kapak kuno bermotif makara.
Koleksi centong yang berasal dari suku Basemah, pada zaman dahulu hanya dipakai pada upacara adat.
Ciri yang melekat pada centong adat Basemah itu terletak pada ukiran kayunya.
Sedangkan kapak beliung bermotif makara selama ini hanya bisa dilihat di museum Belanda, kini bisa dilihat di Museum Balaputra Dewa Palembang, kata Chandra.
Pewarta : Yudi Abdullah
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Museum Balaputra Dewa Palembang tambah koleksi dari hibah masyarakat
11 January 2025 22:18 WIB, 2025
Agenda Budaya Museum Balaputra Dewa 2025 menginspirasi generasi muda
08 January 2025 22:21 WIB, 2025
Disbudpar Sumsel himpun dan simpan 16 ribu koleksi benda bersejarah di Museum Balaputra Dewa
15 November 2024 21:00 WIB, 2024
Museum pahlawan nasional A.K Gani pameran bersama di Palembang, 23-29 November
28 November 2022 10:19 WIB, 2022
Museum Balaputra Dewa Palembang pamerkan koleksi batik pahlawan AK Gani
02 October 2022 20:40 WIB, 2022
Museum Balaputra Dewa siap tampung temuan benda pusaka dari Sungai Musi
22 April 2021 18:35 WIB, 2021