Alibaba Cloud tambah tiga pusat super data baru
Sabtu, 1 Agustus 2020 19:19 WIB
Logo Alibaba Group terlihat saat festival belanja global 11.11 Singles' Day Alibaba Group di kantor pusat perusahaan tersebut di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China, Senin (11/11/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Aly Song/wsj/cfo
Jakarta (ANTARA) - Alibaba Cloud merampungkan pembangunan tiga pusat super data baru di China yang bisa menampung lebih dari 1 juta server.
Tiga pusat super data tersebut berlokasi di Provinsi Jiangsu, Provinsi Zhejiang, dan Daerah Otonomi Mongolia Dalam, demikian diungkapkan Alibaba Cloud, Jumat (31/7).
Dengan adanya penambahan itu, anak perusahaan Alibaba Group yang bergerak di bidang komputasi awan kini sudah memiliki lima unit super data. Dua lainnya berada di Provinsi Hebei dan Provinsi Guangdog.
Alibaba Cloud berencana membangun lebih dari 10 pusat data pada masa yang akan datang.
Teknologi hemat energi seperti sistem pendinginan cair pada prosesor komputer (LCS) diterapkan dalam pusat super data tersebut.
Teknologi LCS, yang digunakan di bangunan baru pusat super data di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, sebagai markas utama Alibaba Group, mampu menghemat energi hingga 70 persen.
Pengoperasian secara otomatis dan pemeliharaan dengan menggunakan robot juga dimanfaatkan di fasilitas pusat penyimpanan data terbesar itu.
Pada April, Alibaba Cloud mengumumkan investasi senilai 200 miliar yuan atau sekitar Rp421 triliun untuk penelitian dan pengembangan teknologi utama, seperti sistem operasional komputasi dan server, berikut pembangunan sejumlah pusat data dalam tiga tahun ke depan.
Alibaba juga akan meluncurkan pusat data ketiganya di Indonesia pada awal 2021.
Tiga pusat super data tersebut berlokasi di Provinsi Jiangsu, Provinsi Zhejiang, dan Daerah Otonomi Mongolia Dalam, demikian diungkapkan Alibaba Cloud, Jumat (31/7).
Dengan adanya penambahan itu, anak perusahaan Alibaba Group yang bergerak di bidang komputasi awan kini sudah memiliki lima unit super data. Dua lainnya berada di Provinsi Hebei dan Provinsi Guangdog.
Alibaba Cloud berencana membangun lebih dari 10 pusat data pada masa yang akan datang.
Teknologi hemat energi seperti sistem pendinginan cair pada prosesor komputer (LCS) diterapkan dalam pusat super data tersebut.
Teknologi LCS, yang digunakan di bangunan baru pusat super data di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, sebagai markas utama Alibaba Group, mampu menghemat energi hingga 70 persen.
Pengoperasian secara otomatis dan pemeliharaan dengan menggunakan robot juga dimanfaatkan di fasilitas pusat penyimpanan data terbesar itu.
Pada April, Alibaba Cloud mengumumkan investasi senilai 200 miliar yuan atau sekitar Rp421 triliun untuk penelitian dan pengembangan teknologi utama, seperti sistem operasional komputasi dan server, berikut pembangunan sejumlah pusat data dalam tiga tahun ke depan.
Alibaba juga akan meluncurkan pusat data ketiganya di Indonesia pada awal 2021.
Pewarta : M. Irfan Ilmie
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Nadiem segera naik status ke penyidikan, KPK masih kumpulkan bukti terkait korupsi Google Cloud
07 August 2025 6:56 WIB
Google Cloud ingatkan pentingnya kecerdasan buatan untuk cegah serangan spam
23 October 2024 15:39 WIB, 2024
Presiden Jokowi beri target 2 tahun siapkan ekosistem ekonomi digital
18 November 2021 13:37 WIB, 2021
Terpopuler - Info Bisnis
Lihat Juga
KAI Palembang catat 29.253 tiket Lebaran 2026 terjual, 50 persen dari kapasitas
10 February 2026 19:44 WIB