Apple hapus 2.500 game dari App Store China
Rabu, 15 Juli 2020 14:35 WIB
Ilustrasi Apple (REUTERS)
Jakarta (ANTARA) - Lebih dari 2.500 game seluler telah dihapus dari toko aplikasi App Store, di China pada pekan pertama Juli, empat kali lebih banyak dibandingkan periode yang sama pada Juni, setelah Apple menutup celah yang membutuhkan lisensi pemerintah China, menurut data dari Sensor Tower.
Apple memberi tenggat waktu akhir Juni kepada para penerbit game, yang mendapat pemasukan dari game, untuk menyerahkan nomor lisensi yang dikeluarkan pemerintah yang memungkinkan mereka melakukan pembelian dalam aplikasi, persyaratan yang sudah lama dimiliki oleh toko aplikasi berbasis Android di China.
Tidak jelas mengapa Apple membiarkan celah tersebut begitu lama.
Baca juga: Apple sarankan pengguna lepas penutup kamera sebelum tutup laptop
Sejumlah game terkenal yang dihapus dari App Store China pada bulan Juli, termasuk "Hay Day," "Nonstop Chuck Norris," dan "Solitaire," menurut Sensor Tower, dikutip dari Reuters, Rabu.
"Mungkin saja game-game ini akan tersedia kembali di masa depan, namun telah hilang dari etalase toko selama lebih dari lima hari," ujar Head of Mobile Insights Sensor Tower, Randy Nelson.
Perusahaan analisa pemasaran aplikasi tersebut tidak dapat menyebutkan alasan game tersebut dihapus, namun Nelson menekankan kenaikan tajam jumlah aplikasi yang dihapus itu menjadi catatan.
Baca juga: Buka kunci dan hidupkan mobil BMW seri 5 bisa pakai iPhone iOS 13
Game yang dihapus dalam tujuh hari pertama pada Juli tersebut telah menghasilkan gabungan pendapatan kotor sebesar 34,7 juta dolar AS di China, dan telah mengakumulasikan lebih dari 133 juta unduhan di negara itu.
China telah memperketat kontrolnya terhadap pasar video game terbesar di dunia dalam beberapa tahun terakhir, dan game online yang menghasilkan uang sering kali menghadapi proses persetujuan yang panjang untuk mendapatkan lisensi.
Pada Februari, video game "Plague Inc," yang melonjak popularitasnya di tengah wabah virus corona, telah dihapus dari toko aplikasi Apple di China, setelah regulator mengatakan game tersebut berisi konten ilegal.
Baca juga: Apple umumkan 81 persen iPhone jalankan iOS 13
Baca juga: Apple kembali menutup sejumlah toko di Amerika
Apple memberi tenggat waktu akhir Juni kepada para penerbit game, yang mendapat pemasukan dari game, untuk menyerahkan nomor lisensi yang dikeluarkan pemerintah yang memungkinkan mereka melakukan pembelian dalam aplikasi, persyaratan yang sudah lama dimiliki oleh toko aplikasi berbasis Android di China.
Tidak jelas mengapa Apple membiarkan celah tersebut begitu lama.
Baca juga: Apple sarankan pengguna lepas penutup kamera sebelum tutup laptop
Sejumlah game terkenal yang dihapus dari App Store China pada bulan Juli, termasuk "Hay Day," "Nonstop Chuck Norris," dan "Solitaire," menurut Sensor Tower, dikutip dari Reuters, Rabu.
"Mungkin saja game-game ini akan tersedia kembali di masa depan, namun telah hilang dari etalase toko selama lebih dari lima hari," ujar Head of Mobile Insights Sensor Tower, Randy Nelson.
Perusahaan analisa pemasaran aplikasi tersebut tidak dapat menyebutkan alasan game tersebut dihapus, namun Nelson menekankan kenaikan tajam jumlah aplikasi yang dihapus itu menjadi catatan.
Baca juga: Buka kunci dan hidupkan mobil BMW seri 5 bisa pakai iPhone iOS 13
Game yang dihapus dalam tujuh hari pertama pada Juli tersebut telah menghasilkan gabungan pendapatan kotor sebesar 34,7 juta dolar AS di China, dan telah mengakumulasikan lebih dari 133 juta unduhan di negara itu.
China telah memperketat kontrolnya terhadap pasar video game terbesar di dunia dalam beberapa tahun terakhir, dan game online yang menghasilkan uang sering kali menghadapi proses persetujuan yang panjang untuk mendapatkan lisensi.
Pada Februari, video game "Plague Inc," yang melonjak popularitasnya di tengah wabah virus corona, telah dihapus dari toko aplikasi Apple di China, setelah regulator mengatakan game tersebut berisi konten ilegal.
Baca juga: Apple umumkan 81 persen iPhone jalankan iOS 13
Baca juga: Apple kembali menutup sejumlah toko di Amerika
Pewarta : Arindra Meodia
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PT Bumi Andalas Permai salurkan bantuan mesin pemotong rumput ke desa binaan Kabupaten OKI
19 December 2025 9:23 WIB
PT Bumi Andalas Permai dukung pengembangan budidaya madu kelulut di Air Sugihan
28 November 2025 16:23 WIB
APP Group mengangkat peran korporasi dalam aksi iklim pada CEO Talks COP30
11 November 2025 19:57 WIB
APP Group tegaskan komitmen Forest Positive di Indonesia International Sustainability Forum 2025
11 October 2025 10:22 WIB
PT Bumi Andalas Permai perkuat infrastruktur jalan di wilayah Air Sugihan Ogan Komering Ilir
08 October 2025 16:33 WIB
PT Bumi Andalas Permai bantu pengembangan UMKM di desa binaan Kabupaten Ogan Komering Ilir Sumsel
02 October 2025 16:03 WIB