BMKG koordinasi dengan Polda Sumsel antisipasi karhutla
Selasa, 16 Juni 2020 20:06 WIB
Kepala BMKG Palembang, Desindra Deddy Kurniawan melakukan audiensi dengan Kapolda Sumsel, Irjen Pol Eko Indra Heri S di mapolda, Palembang, Selasa (16/6). (ANTARA/Yudi Abdullah/20)
Palembang (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Palembang melakukan koordinasi dengan Polda Sumsel untuk mendukung upaya antisipasi dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di provinsi setempat pada musim kemarau 2020 ini.
Untuk melakukan koordinasi tersebut, Kepala BMKG Palembang, Desindra Deddy Kurniawan melakukan audiensi dengan Kapolda Sumsel, Irjen Pol Eko Indra Heri S di Mapolda Sumsel, di Palembang, Selasa.
Desindra Deddy pada kesempatan itu mengatakan menghadapi musim kemarau 2020 ini mulai munculnya titik panas (hotspot) di sejumlah daerah yang selama ini tergolong rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Keberadaan titik panas tersebut perlu mendapat perhatian jajaran Polda Sumsel dan pihak terkait yang tergabung dalam Satgas Penanggulangan Karhutla sehingga tidak menimbulkan kebakaran hutan dan lahan yang dapat mengakibatkan bencana kabut asap.
"Para pemangku kepentingan dan masyarakat Sumsel diimbau untuk mewaspadai wilayah yang rentan terjadinya kebakaran hutan dan lahan dengan melakukan berbagai tindakan pencegahan dini," ujarnya.
Menurut dia, musim kemarau diprakirakan terjadi pada Juli dan puncaknya pada bulan Agustus 2020.
Dalam kurun waktu tersebut merupakan kondisi yang perlu mendapat perhatian bersama dengan menyiapkan berbagai tindakan antisipasi karhutla.
BMKG akan menyampaikan informasi kepada Satgas Karhutla Polda Sumsel setiap ada perkembangan keberadaan titik panas di suatu daerah
untuk segera dilakukan upaya pendinginan atau pemadaman api agar kebakaran tidak meluas.
Melalui kerja sama antara BMKG dengan Polda Sumsel ini diharapkan karhutla di wilayah Sumsel ini dapat diantisipasi dan ditanggulangi dengan baik, ujar Deddy.
Kapolda Irjen Pol Eko Indra Heri S mengatakan, pihaknya menyambut baik dukungan BMKG dalam melaksanakan tugas mengantisipasi dan menanggulangi karhutla pada musim kemarau tahun ini.
Untuk menghadapi kemarau beberapa bulan ke depan pihaknya telah menyiagakan ratusan personel Satgas Karhutla yang didukung dengan peralatan pemadaman api yang memadai.
"Kami berupaya menyiapkan tindakan pencegahan dan penanganan yang serius sebagai bentuk dan tanggung jawab tugas dalam menghadapi karhutla di provinsi yang memiliki kawasan hutan sekitar 3,5 juta hektare itu," ujar kapolda.
Untuk melakukan koordinasi tersebut, Kepala BMKG Palembang, Desindra Deddy Kurniawan melakukan audiensi dengan Kapolda Sumsel, Irjen Pol Eko Indra Heri S di Mapolda Sumsel, di Palembang, Selasa.
Desindra Deddy pada kesempatan itu mengatakan menghadapi musim kemarau 2020 ini mulai munculnya titik panas (hotspot) di sejumlah daerah yang selama ini tergolong rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Keberadaan titik panas tersebut perlu mendapat perhatian jajaran Polda Sumsel dan pihak terkait yang tergabung dalam Satgas Penanggulangan Karhutla sehingga tidak menimbulkan kebakaran hutan dan lahan yang dapat mengakibatkan bencana kabut asap.
"Para pemangku kepentingan dan masyarakat Sumsel diimbau untuk mewaspadai wilayah yang rentan terjadinya kebakaran hutan dan lahan dengan melakukan berbagai tindakan pencegahan dini," ujarnya.
Menurut dia, musim kemarau diprakirakan terjadi pada Juli dan puncaknya pada bulan Agustus 2020.
Dalam kurun waktu tersebut merupakan kondisi yang perlu mendapat perhatian bersama dengan menyiapkan berbagai tindakan antisipasi karhutla.
BMKG akan menyampaikan informasi kepada Satgas Karhutla Polda Sumsel setiap ada perkembangan keberadaan titik panas di suatu daerah
untuk segera dilakukan upaya pendinginan atau pemadaman api agar kebakaran tidak meluas.
Melalui kerja sama antara BMKG dengan Polda Sumsel ini diharapkan karhutla di wilayah Sumsel ini dapat diantisipasi dan ditanggulangi dengan baik, ujar Deddy.
Kapolda Irjen Pol Eko Indra Heri S mengatakan, pihaknya menyambut baik dukungan BMKG dalam melaksanakan tugas mengantisipasi dan menanggulangi karhutla pada musim kemarau tahun ini.
Untuk menghadapi kemarau beberapa bulan ke depan pihaknya telah menyiagakan ratusan personel Satgas Karhutla yang didukung dengan peralatan pemadaman api yang memadai.
"Kami berupaya menyiapkan tindakan pencegahan dan penanganan yang serius sebagai bentuk dan tanggung jawab tugas dalam menghadapi karhutla di provinsi yang memiliki kawasan hutan sekitar 3,5 juta hektare itu," ujar kapolda.
Pewarta : Yudi Abdullah
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kapolda Sumsel pastikan Tol Kapal Betung siap dilintasi kendaraan pemudik Lebaran 2026
10 March 2026 22:22 WIB
Kapolda Sumsel sebut puluhan pabrik sawit beroperasi tanpa kebun inti, dikhawatirkan ancam keberlangsungan industri
10 December 2025 15:17 WIB
Kapolda Sumsel dan Kepala Biro ANTARA bahas sinergi penyebaran informasi publik
08 August 2025 22:13 WIB
Polisi Kepri diduga bekingi pencurian material anjungan minyak perusahaan Malaysia, jadi perbincangan di Medsos
26 April 2025 15:20 WIB, 2025
Kapolda hadapi Gubernur Sumsel dalam turnamen billiard challenge di Palembang
25 April 2025 21:55 WIB, 2025
Kapolda Sumsel ingatkan warga tak terprovokasi berita hoaks jelang PSU
16 April 2025 19:30 WIB, 2025
Kapolda Lampung minta isu setoran judi sabung ayam di Way Kanan tunjukan bukti
22 March 2025 11:05 WIB, 2025
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Kejati Sumsel pulihkan keuangan negara senilai Rp1,2 triliun dari kasus perbankan
07 May 2026 23:03 WIB