Lawan rasisme, Neville: sepak bola harus bikin lompatan besar
Senin, 15 Juni 2020 15:50 WIB
Mantan pemain Manchester United Gary Neville. ANTARA/File/Action Images via Reuters/Andrew Couldridge Livepic
Jakarta (ANTARA) - Mantan pemain nasional Inggris Gary Neville mengatakan, kata-kata tidak cukup untuk memerangi rasisme dalam sepak bola dan bahwa dirinya "malu" tidak berjuang lebih keras untuk melawannya ketika ia menjadi pemain.
Mantan pemain bertahan Manchester United itu memberi komentar setelah George Floyd yang merupakan seorang kulit hitam tak bersenjata yang meninggal dalam penahanan polisi di Minneapolis setelah seorang polisi kulit putih berlutut di lehernya selama hampir sembilan menit.
"Lupakan kampanye. Lupakan kata-kata. Harus tindakan," kata Neville menjelang dimulainya kembali Liga Premier Inggris, Rabu, setelah dihentikan selama tiga bulan karena pandemi COVID-19.
"Kita perlu melakukan lompatan besar daripada langkah kecil setiap tahun.
Baca juga: Taylor minta patung simbol rasis dihilangkan dari Amerika
Baca juga: Bintang "The Flash" Hartley Sawyer dipecat karena rasis
"Saya tidak akan bersembunyi dari itu. Kita membutuhkan edukasi, kita membutuhkan protokol dan proses yang pada dasarnya membalikkan apa yang terjadi di negara kita," katanya seperti dikutip Reuters, Senin.
Neville mengatakan ia seharusnya berjuang lebih keras melawan rasisme selama ia menjadi pemain.
"Kenyataannya kami menempatkan pelecehan rasial dalam kategori yang sama seperti pelecehan yang akan kami terima karena bermain untuk Manchester United atau Inggris. Kami tidak berpikir. Kami hanya terus melakukannya," kata mantan pemain berusia 45 tahun itu.
"Mengerikan dan saya malu dengan fakta bahwa seseorang ... berjuang untuk hal-hak pemain di hampir semua level, saya tidak berjuang cukup keras untuk itu."
Mantan pemain bertahan Manchester United itu memberi komentar setelah George Floyd yang merupakan seorang kulit hitam tak bersenjata yang meninggal dalam penahanan polisi di Minneapolis setelah seorang polisi kulit putih berlutut di lehernya selama hampir sembilan menit.
"Lupakan kampanye. Lupakan kata-kata. Harus tindakan," kata Neville menjelang dimulainya kembali Liga Premier Inggris, Rabu, setelah dihentikan selama tiga bulan karena pandemi COVID-19.
"Kita perlu melakukan lompatan besar daripada langkah kecil setiap tahun.
Baca juga: Taylor minta patung simbol rasis dihilangkan dari Amerika
Baca juga: Bintang "The Flash" Hartley Sawyer dipecat karena rasis
"Saya tidak akan bersembunyi dari itu. Kita membutuhkan edukasi, kita membutuhkan protokol dan proses yang pada dasarnya membalikkan apa yang terjadi di negara kita," katanya seperti dikutip Reuters, Senin.
Neville mengatakan ia seharusnya berjuang lebih keras melawan rasisme selama ia menjadi pemain.
"Kenyataannya kami menempatkan pelecehan rasial dalam kategori yang sama seperti pelecehan yang akan kami terima karena bermain untuk Manchester United atau Inggris. Kami tidak berpikir. Kami hanya terus melakukannya," kata mantan pemain berusia 45 tahun itu.
"Mengerikan dan saya malu dengan fakta bahwa seseorang ... berjuang untuk hal-hak pemain di hampir semua level, saya tidak berjuang cukup keras untuk itu."
Pewarta : Fitri Supratiwi
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Penyerang Wolverhampton Hwang Hee-chan minta suporter dewasa usai jadi sasaran serangan rasial
03 August 2022 13:25 WIB, 2022
Pria kulit putih bunuh 10 orang dalam penembakan bermotif rasial di Buffalo
15 May 2022 15:09 WIB, 2022
Pembawa bendera kirim pesan kesetaraan dan lawan rasisme di pembukaan Olimpiade
23 July 2021 8:38 WIB, 2021