Bupati OKU tinjau jembatan putus
Senin, 8 Juni 2020 21:07 WIB
Bupati OKU, Kuryana Azis meninjau jembatan putus di Kecamatan Pengandonan, Senin (8/6/2020) ANTARA/Edo Purmana
Baturaja, Sumsel (ANTARA) - Bupati Ogan Komering Ulu Provinsi Sumatera Selatan Kuryana Azis meninjau jembatan Kisiran di Kecamatan Pengandonan yang putus akibat diterjang air Sungai Ogan yang meluap beberapa waktu lalu.
"Jembatan putus ini akibat terjangan air sungai hingga menyebabkan pembatas jembatan mengalami keretakan," kata Bupati Kuryana di Baturaja ibu kota Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Senin.
Terkait putusnya jembatan Kisiran ini, kata dia, Pemerintah Kabupaten OKU akan mengambil langkah-langkah cepat agar jembatan tersebut kembali berfungsi dan bisa dilewati oleh masyarakat luas.
"Saya sudah koordinasikan hal ini dengan Dinas PUPR OKU untuk mencari solusi penanganan secepatnya," katanya.
Menurut dia, langkah yang akan diambil pemerintah paling tidak bersifat sementara mengingat tidak memungkinkan untuk dibangun permanen tahun ini karena terkendala anggaran.
"Kalau dibangun tahun ini mungkin belum bisa terealisasi karena anggaran kita mengalami pemangkasan dari pusat dialihkan untuk penanganan wabah COVID-19," ungkapnya.
Hanya saja, lanjut dia, guna memperlancar akses masyarakat melintas pihaknya akan membangun jalan alternatif agar roda perekonomian warga kembali lancar.
"Sambil menunggu jembatan permanen diharapkan jalan alternatif ini menjadi solusi bagi masyarakat untuk menuju luar kecamatan setempat," ujarnya.
"Jembatan putus ini akibat terjangan air sungai hingga menyebabkan pembatas jembatan mengalami keretakan," kata Bupati Kuryana di Baturaja ibu kota Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Senin.
Terkait putusnya jembatan Kisiran ini, kata dia, Pemerintah Kabupaten OKU akan mengambil langkah-langkah cepat agar jembatan tersebut kembali berfungsi dan bisa dilewati oleh masyarakat luas.
"Saya sudah koordinasikan hal ini dengan Dinas PUPR OKU untuk mencari solusi penanganan secepatnya," katanya.
Menurut dia, langkah yang akan diambil pemerintah paling tidak bersifat sementara mengingat tidak memungkinkan untuk dibangun permanen tahun ini karena terkendala anggaran.
"Kalau dibangun tahun ini mungkin belum bisa terealisasi karena anggaran kita mengalami pemangkasan dari pusat dialihkan untuk penanganan wabah COVID-19," ungkapnya.
Hanya saja, lanjut dia, guna memperlancar akses masyarakat melintas pihaknya akan membangun jalan alternatif agar roda perekonomian warga kembali lancar.
"Sambil menunggu jembatan permanen diharapkan jalan alternatif ini menjadi solusi bagi masyarakat untuk menuju luar kecamatan setempat," ujarnya.
Pewarta : Edo Purmana
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gubernur Sumsel keluarkan intruksi larang angkutan batu bara lintasi Jembatan Muara Lawai
08 July 2025 22:51 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Sebanyak 17 penumpang longboat selamat, kapal mati mesin di Perairan Maluku Tenggara
27 January 2026 7:34 WIB