Modus mobil ambulans bawa orang sakit ternyata angkut pemudik, polisi minta putar balik
Sabtu, 23 Mei 2020 22:04 WIB
Ilustrasi - Mobil ambulans PMI Kota Lhokseumawe siap dan "standby" di Terminal Lhokseumawe untuk memberikan pelayanan kepada pemudik Lebaran 2019, Jumat (31-5-2019). ANTARA/Mukhlis/Kliwon
Tabanan (ANTARA) - Mobil ambulans dari komunitas info Warga Jember Ambulance Korwil Bali yang diduga angkut pemudik diminta putar balik di Pos Sekat Selabih, Tabanan, Bali.
Kasatlantas Polres Tabanan Iptu Ni Putu Wila Indrayani saat dihubungi di Denpasar, Sabtu malam, membenarkan bahwa pihaknya kemarin meminta sopir mobil ambulans itu untuk putar balik.
"Karena tidak ada surat-suratnya, kami minta putar balik," kata Wila Indrayani menegaskan.
Menurut keterangan dari sopir ambulans tersebut, pihaknya menerima telepon dari seseorang untuk meminta bantuan, kemudian si penelepon itu menunggu di depan klinik daerah Kediri Tabanan untuk diantar ke Jember, Jawa Timur.
"Setelah dapat telepon, sopir ambulans itu langsung menjemput orang yang mengaku sakit tifus. Namun, hasil pemeriksaan laboratorium klinik di Tabanan menunjukkan bahwa orang tersebut dalam keadaan sehat," kata Wila Indrayani menjelaskan.
Baca juga: Modus, truk dimodifikasi angkut penumpang ilegal tujuan Tanjung Api-Api Sumsel tertangkap di Tanjungkalian
Selain itu, dari hasil pengecekan dalam mobil ambulans, lanjut dia, tidak ada pendampingan dari tenaga medis dan peralatan medis.
Petugas di Pos Sekat Selabih lantas memerintahkan ambulans tersebut untuk putar balik karena perjalanannya tidak dilengkapi surat rujukan dan kelengkapan surat keterangan jalan.
Pihak yang menelepon sopir ambulans itu, kata dia, adalah seorang perempuan bersama anaknya yang berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur.
"Saat dilakukan pengecekan, sempat ada penolakan. Namun, setelah mendapatkan penjelasan dan pengertian bagaimana prosedur penanganan COVID-19 dan bagaimana aturan mudik, ambulans itu langsung balik kanan," katanya.
Kasatlantas Polres Tabanan Iptu Ni Putu Wila Indrayani saat dihubungi di Denpasar, Sabtu malam, membenarkan bahwa pihaknya kemarin meminta sopir mobil ambulans itu untuk putar balik.
"Karena tidak ada surat-suratnya, kami minta putar balik," kata Wila Indrayani menegaskan.
Menurut keterangan dari sopir ambulans tersebut, pihaknya menerima telepon dari seseorang untuk meminta bantuan, kemudian si penelepon itu menunggu di depan klinik daerah Kediri Tabanan untuk diantar ke Jember, Jawa Timur.
"Setelah dapat telepon, sopir ambulans itu langsung menjemput orang yang mengaku sakit tifus. Namun, hasil pemeriksaan laboratorium klinik di Tabanan menunjukkan bahwa orang tersebut dalam keadaan sehat," kata Wila Indrayani menjelaskan.
Baca juga: Modus, truk dimodifikasi angkut penumpang ilegal tujuan Tanjung Api-Api Sumsel tertangkap di Tanjungkalian
Selain itu, dari hasil pengecekan dalam mobil ambulans, lanjut dia, tidak ada pendampingan dari tenaga medis dan peralatan medis.
Petugas di Pos Sekat Selabih lantas memerintahkan ambulans tersebut untuk putar balik karena perjalanannya tidak dilengkapi surat rujukan dan kelengkapan surat keterangan jalan.
Pihak yang menelepon sopir ambulans itu, kata dia, adalah seorang perempuan bersama anaknya yang berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur.
"Saat dilakukan pengecekan, sempat ada penolakan. Namun, setelah mendapatkan penjelasan dan pengertian bagaimana prosedur penanganan COVID-19 dan bagaimana aturan mudik, ambulans itu langsung balik kanan," katanya.
Pewarta : Ayu Khania Pranishita
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ketua DPD: Raja dan Sultan Nusantara perlu dilibatkan dalam tata negara
06 November 2021 22:35 WIB, 2021
Warga Tabanan Bali bergiliran beri makan 1.500 ekor monyet terancam kelaparan akibat wisatawan sepi
01 May 2020 23:15 WIB, 2020
Tabanan - Ogan Komering Ulu Timur pelajari mesin pengolah sampah Serang
06 March 2020 10:00 WIB, 2020
Pasca kenaikkan tiket pesawat, Kunjungan wisatawan ke Tanah Lot Bali menurun
12 May 2019 23:18 WIB, 2019
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Sebanyak 17 penumpang longboat selamat, kapal mati mesin di Perairan Maluku Tenggara
27 January 2026 7:34 WIB