Moise Kean videokan dirinya disebuah pesta di tengah pandemi Corona
Senin, 27 April 2020 0:28 WIB
Penyerang muda Moise Kean berpose dengan seragam klub barunya Everton setelah resmi diboyong dari Juventus. (twittet.com/everton)
Jakarta (ANTARA) - Everton menyatakan terkejut atas terungkapnya pelanggaran aturan karantina wilayah oleh penyerang mereka, Moise Kean, yang beredar di media.
Media Inggris melaporkan bahwa Kean menggelar pesta di rumahnya dan penyerang berusia 20 tahun yang musim panas lalu didatangkan dari Juventus itu tengah memvideokan dirinya sendiri menggelar sebuah pesta di apartemennya dengan sejumlah tamu undangan.
"Everton terkejut mengetahui insiden pemain tim utama mengabaikan panduan pemerintah dan kebijakan klub terkait pandemi virus corona," demikian pernyataan di laman resmi Everton, Minggu.
"Pihak klub mengungkapkan kekecewaan besar terhadap pemain tersebut dan menegaskan tindakan itu tidak bisa diterima sama sekali," tulis pernyataan yang sama.
Inggris sejak pertengahan Maret menerapkan karantina wilayah untuk pencegahan Covid-19 yang sudah menewaskan sedikitnya 20 ribu nyawa di sana dan sepak bola Inggris pun ditangguhkan. Belum ada kejelasan kapan kompetisi bisa dilanjutkan, dengan skenario terbaik pada pertengahan Juni.
Selama pandemi sepak bola mendapat sorotan dari berbagai sisi, termasuk kritik yang dilancarkan terhadap klub-klub yang memilih menggunakan jaminan pemerintah untuk membayar karyawannya seperti Tottenham Hotspur dan Liverpool, kebijakan yang belakangan dicabut.
Kean bukan satu-satunya pemain yang disorot karena melanggar karantina wilayah, sebelumnya bek Manchester City Kyle Walker juga dilaporkan media Inggris menggelar pesta di rumahnya yang melibatkan dua pekerja seks komersial.
Sedangkan manajer Tottenham, Jose Mourinho, belakangan meminta maaf setelah diketahui menggelar sesi latihan berdua dengan gelandang Tanguy NDombele di taman publik.
Media Inggris melaporkan bahwa Kean menggelar pesta di rumahnya dan penyerang berusia 20 tahun yang musim panas lalu didatangkan dari Juventus itu tengah memvideokan dirinya sendiri menggelar sebuah pesta di apartemennya dengan sejumlah tamu undangan.
"Everton terkejut mengetahui insiden pemain tim utama mengabaikan panduan pemerintah dan kebijakan klub terkait pandemi virus corona," demikian pernyataan di laman resmi Everton, Minggu.
"Pihak klub mengungkapkan kekecewaan besar terhadap pemain tersebut dan menegaskan tindakan itu tidak bisa diterima sama sekali," tulis pernyataan yang sama.
Inggris sejak pertengahan Maret menerapkan karantina wilayah untuk pencegahan Covid-19 yang sudah menewaskan sedikitnya 20 ribu nyawa di sana dan sepak bola Inggris pun ditangguhkan. Belum ada kejelasan kapan kompetisi bisa dilanjutkan, dengan skenario terbaik pada pertengahan Juni.
Selama pandemi sepak bola mendapat sorotan dari berbagai sisi, termasuk kritik yang dilancarkan terhadap klub-klub yang memilih menggunakan jaminan pemerintah untuk membayar karyawannya seperti Tottenham Hotspur dan Liverpool, kebijakan yang belakangan dicabut.
Kean bukan satu-satunya pemain yang disorot karena melanggar karantina wilayah, sebelumnya bek Manchester City Kyle Walker juga dilaporkan media Inggris menggelar pesta di rumahnya yang melibatkan dua pekerja seks komersial.
Sedangkan manajer Tottenham, Jose Mourinho, belakangan meminta maaf setelah diketahui menggelar sesi latihan berdua dengan gelandang Tanguy NDombele di taman publik.
Pewarta : Gilang Galiartha
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Strategi permainan baru buat Ginting lolos ke 16 besar China Masters
22 November 2023 15:23 WIB, 2023
Indonesia Masters, Asa Chico melangkah jauh harus pupus oleh Loh Kean Yew
09 June 2022 14:28 WIB, 2022
Kean Yew tantang pebulu tangkis veteran di final Kejuaraan Dunia BWF
19 December 2021 12:19 WIB, 2021