UGM masuk peringkat 50 besar universitas terbaik di dunia
Rabu, 22 April 2020 21:34 WIB
Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. ANTARA/ Dokumen
Yogyakarta (ANTARA) - Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta masuk peringkat 50 besar universitas terbaik di dunia menurut Times Higher Education (THE) Impact Ranking pada tujuh kriteria Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
"UGM tetap berkomitmen untuk selalu menjadi yang terdepan dalam pengabdian kepada masyarakat. Kita ingin memastikan bahwa selain berdampak positif pada masyarakat, apa yang sudah dijalankan UGM mempunyai visibilitas yang tinggi di mata dunia," kata Rektor UGM, Prof Panut Mulyono melalui keterangan tertulis di Yogyakarta, Rabu.
THE Impact Ranking mengukur dan memotret peran universitas di dunia kepada masyarakat melalui tujuh belas indikator SDGs yang merupakan kesepakatan 193 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat global.
Tahun ini, THE Impact Ranking diikuti oleh 766 institusi bergengsi di seluruh dunia. Pada penilaian keseluruhan, tahun ini UGM menempati posisi 72 dunia, meningkat dari posisi tahun lalu yang berada pada urutan 101-200, dan posisi 50 besar dunia pada salah satu indikator SDGs.
UGM menempati posisi 16 dunia untuk indikator Tanpa Kelaparan (Zero Hunger), posisi 24 dunia untuk indikator Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnership for the Goals), posisi 25 dunia untuk indikator Tanpa Kemiskinan (No Poverty), dan posisi 26 dunia untuk indikator Ekosistem Daratan (Life on Land).
Di samping itu, untuk indikator Air Bersih dan Sanitasi Layak (Clean Water and Sanitation) UGM menempati urutan 34 dunia, indikator Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth) menempati urutan 41 dunia, dan untuk indikator Berkurangnya Kesenjangan (Reduced Inequalities) menempati urutan 49 dunia.
Wakil Rektor UGM Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Ika Dewi Ana mengatakan sebenarnya sejak UGM berdiri, telah secara konsisten melaksanakan mandat yang diembannya yaitu bekerja untuk kemanusiaan dan pembangunan bangsa melalui Tridarma untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan tersebut.
"Hanya saja, masih banyak hal yang perlu ditingkatkan dan diperbaiki agar yang dilakukan dapat betul-betul dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, kata Ika.
Selain ketujuh SDGs tersebut, UGM juga menempati urutan 51-100 dunia untuk 5 SDGs, urutan 101-200 untuk 2 SDGs, dan 201-300 untuk ketiga SDGs lainnya.
Ika menambahkan, upaya yang berkelanjutan harus dipertahankan dan terus ditingkatkan agar UGM dapat menjalankan Tridarma perguruan tinggi yaitu pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dengan lebih optimal.
"Perencanaan, pelaksanaan, pengukuran, pendataan, dan pendokumentasian aktivitaskampus secara benar perlu dikembangkan terus-menerus untuk mengetahui yang kita lakukan sudah tepat dan menjadi sumber belajar yang baik," kata dia.
"UGM tetap berkomitmen untuk selalu menjadi yang terdepan dalam pengabdian kepada masyarakat. Kita ingin memastikan bahwa selain berdampak positif pada masyarakat, apa yang sudah dijalankan UGM mempunyai visibilitas yang tinggi di mata dunia," kata Rektor UGM, Prof Panut Mulyono melalui keterangan tertulis di Yogyakarta, Rabu.
THE Impact Ranking mengukur dan memotret peran universitas di dunia kepada masyarakat melalui tujuh belas indikator SDGs yang merupakan kesepakatan 193 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat global.
Tahun ini, THE Impact Ranking diikuti oleh 766 institusi bergengsi di seluruh dunia. Pada penilaian keseluruhan, tahun ini UGM menempati posisi 72 dunia, meningkat dari posisi tahun lalu yang berada pada urutan 101-200, dan posisi 50 besar dunia pada salah satu indikator SDGs.
UGM menempati posisi 16 dunia untuk indikator Tanpa Kelaparan (Zero Hunger), posisi 24 dunia untuk indikator Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnership for the Goals), posisi 25 dunia untuk indikator Tanpa Kemiskinan (No Poverty), dan posisi 26 dunia untuk indikator Ekosistem Daratan (Life on Land).
Di samping itu, untuk indikator Air Bersih dan Sanitasi Layak (Clean Water and Sanitation) UGM menempati urutan 34 dunia, indikator Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth) menempati urutan 41 dunia, dan untuk indikator Berkurangnya Kesenjangan (Reduced Inequalities) menempati urutan 49 dunia.
Wakil Rektor UGM Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Ika Dewi Ana mengatakan sebenarnya sejak UGM berdiri, telah secara konsisten melaksanakan mandat yang diembannya yaitu bekerja untuk kemanusiaan dan pembangunan bangsa melalui Tridarma untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan tersebut.
"Hanya saja, masih banyak hal yang perlu ditingkatkan dan diperbaiki agar yang dilakukan dapat betul-betul dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, kata Ika.
Selain ketujuh SDGs tersebut, UGM juga menempati urutan 51-100 dunia untuk 5 SDGs, urutan 101-200 untuk 2 SDGs, dan 201-300 untuk ketiga SDGs lainnya.
Ika menambahkan, upaya yang berkelanjutan harus dipertahankan dan terus ditingkatkan agar UGM dapat menjalankan Tridarma perguruan tinggi yaitu pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dengan lebih optimal.
"Perencanaan, pelaksanaan, pengukuran, pendataan, dan pendokumentasian aktivitaskampus secara benar perlu dikembangkan terus-menerus untuk mengetahui yang kita lakukan sudah tepat dan menjadi sumber belajar yang baik," kata dia.
Pewarta : Luqman Hakim
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Presiden Prabowo kecam keras tindakan keji tewaskan tiga prajurit TNI di Lebanon
05 April 2026 8:51 WIB
BSB kembali terbaik nasional, pertahankan peringkat pertama SLE Index 2026
05 January 2026 14:56 WIB
Terpopuler - Pendidikan & Kesehatan
Lihat Juga
Dokter: Penggunaan insulin bantu kendalikan kadar gula darah dan cegah komplikasi
03 May 2026 7:51 WIB
Hari Pendidikan Nasional: Kilang Pertamina Plaju dorong literasi energi generasi muda
02 May 2026 20:46 WIB
Penerimaan siswa Sekolah Unggul Garuda Transformasi di kampus dunia naik 150 persen
02 May 2026 9:20 WIB
Perkuat potensi perempuan, Kilang Plaju gelar pelatihan personal branding "Kartini Masa Kini"
24 April 2026 10:52 WIB