Maurizio akui tidak akur dengan pemain Chelsea
Sabtu, 18 April 2020 6:59 WIB
Pelatih Juventus Maurizio Sarri. (REUTERS/Phil Noble)
Jakarta (ANTARA) - Maurizio Sarri mengakui bahwa dia memiliki hubungan yang diwarnai konflik dengan para pemain Chelsea dan tidak akan pernah mau lagi tinggal di Inggris namun mengaku merindukan Liga Premier.
Sarri mengantarkan Chelsea masuk kualifikasi Liga Champions dan Liga Europa musim 2019-2020, tetapi dia kembali ke Italia untuk bergabung dengan Juventus musim panas lalu.
"Semakin tinggi Anda naik jenjang, semakin berat membangun hubungan pribadi dengan pemain-pemain Anda," kata pelatih berusia 61 tahun itu dalam saluran YouTube resmi Juventus.
"Yang mengelilingi Anda mengubah banyak dan butuh waktu lama untuk membangun hubungan itu. Saya punya hubungan konflik dengan ruang ganti pemain Chelsea tetapi ketika saya bilang saya mau pergi banyak dari mereka yang menangis," papar dia.
Dia mengaku bukan orang yang berbicara di belakang. "Saya bicara banyak mengenai apa kesalahan mereka dan sedikit membicarakan hal baik yang mereka lakukan."
"Saya kira hal itu berdampak besar, tapi mereka kemudian menyadari untuk menghargai Anda untuk siapa Anda. Hubungan paling lama dengan para pemain yang bermain sedikit, jadi saya kira mereka mengenal sesuatu begitu mereka menyerap karakter Anda."
"Begitu hubungan mulai, Anda bisa membicarakan apa saja," kata Sarri.
Sekalipun dia bukan penyuka gaya hidup Inggris, mantan bos Napoli itu mengaku dia bahwa jatuh cinta kepada sepak bola di negeri itu.
"Anda bisa merasakan kaum muda mendapatkan banyak sekali kesempatan di Inggris, bukan cuma dalam sepak bola."
Sarri mengantarkan Chelsea masuk kualifikasi Liga Champions dan Liga Europa musim 2019-2020, tetapi dia kembali ke Italia untuk bergabung dengan Juventus musim panas lalu.
"Semakin tinggi Anda naik jenjang, semakin berat membangun hubungan pribadi dengan pemain-pemain Anda," kata pelatih berusia 61 tahun itu dalam saluran YouTube resmi Juventus.
"Yang mengelilingi Anda mengubah banyak dan butuh waktu lama untuk membangun hubungan itu. Saya punya hubungan konflik dengan ruang ganti pemain Chelsea tetapi ketika saya bilang saya mau pergi banyak dari mereka yang menangis," papar dia.
Dia mengaku bukan orang yang berbicara di belakang. "Saya bicara banyak mengenai apa kesalahan mereka dan sedikit membicarakan hal baik yang mereka lakukan."
"Saya kira hal itu berdampak besar, tapi mereka kemudian menyadari untuk menghargai Anda untuk siapa Anda. Hubungan paling lama dengan para pemain yang bermain sedikit, jadi saya kira mereka mengenal sesuatu begitu mereka menyerap karakter Anda."
"Begitu hubungan mulai, Anda bisa membicarakan apa saja," kata Sarri.
Sekalipun dia bukan penyuka gaya hidup Inggris, mantan bos Napoli itu mengaku dia bahwa jatuh cinta kepada sepak bola di negeri itu.
"Anda bisa merasakan kaum muda mendapatkan banyak sekali kesempatan di Inggris, bukan cuma dalam sepak bola."
Pewarta : Jafar M Sidik
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Inter Milan semakin kokoh di puncak klasemen Serie A, butuh dua kemenangan lagi untuk juara
20 April 2026 9:46 WIB
Inter Milan koleksi 72 poin usai hajar Como, gelar juara Liga Italia tinggal tunggu waktu
13 April 2026 7:36 WIB
Hasil Liga Italia: Napoli bungkam AC Milan, Inter Milan kian kokoh di puncak klasemen
07 April 2026 6:30 WIB
Klasemen Liga Italia: Bologna naik ke peringkat delapan usai kalahkan Cremonese
06 April 2026 7:41 WIB
Austria ikuti jejak Spanyol dan Italia tolak permintaan militer Amerika Serikat
03 April 2026 7:04 WIB