411 keluarga jadi korban banjir Langsa
Minggu, 17 November 2019 16:27 WIB
Tim BPBD Langsa mengevakuasi bayi bersama neneknya yang menjadi korban banjir di Langsa, Aceh, Sabtu (16/11/2019). ANTARA/HO
Langsa, Aceh (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Langsa, Provinsi Aceh mencatat 411 keluarga menjadi korban banjir akibat luapan sungai di dua gampong (desa), yakni Lengkong dan Karang Anyer.
"Banjir terparah itu kemarin di Lengkong dan Karang Anyer, Kecamatan Langsa Lama dengan total warga terdampak 411 kepala keluarga," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Langsa Ali Musaffah di Langsa, Minggu.
Pihaknya bersama masyarakat sempat melakukan evakuasi warga akibat debit air sungai yang terus meningkat hingga mengenangi rumah penduduk di kedua desa tersebut, termasuk yang mereka evakuasi adalah ibu dan bayi baru lahir selama satu pekan.
Akan tetapi, katanya, sebagian besar warga memilih bertahan di rumahnya, meski pihaknya telah menurunkan berbagai perlengkapan evakuasi, antara lain "rubber boat".
"Memang hari ini terpantau air sudah mulai surut, tapi kami masih khawatir dengan keadaan cuaca ekstrem yang terjadi dewasa ini. Karena puncak musim hujan," kata dia.
BPBD Langsa juga sudah membuka satu posko tidak jauh dari lokasi banjir, sebagai dapur umum untuk menyediakan makanan, khususnya bagi mereka yang terdampak banjir.
Posko itu juga sebagai tempat penyaluran bantuan logistik yang dilakukan Dinas Sosial Kota Langsa kepada korban bencana tersebut.
"Tim kita di lapangan terus bersiaga dan memantau titik yang rawan agar bisa segera mengevakuasi warga jika terjadi bencana banjir," kata Ali.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Aceh pada akhir Oktober 2019 telah mengeluarkan peringatan dini terhadap kemungkinan cuaca ekstrem akibat berada di puncak musim hujan.
"Untuk Provinsi Aceh, memang harus siaga bencana. Baik bencana banjir maupun tanah longsor, dan juga pohon tumbang," kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Aceh, Zakaria Ahmad.
"Banjir terparah itu kemarin di Lengkong dan Karang Anyer, Kecamatan Langsa Lama dengan total warga terdampak 411 kepala keluarga," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Langsa Ali Musaffah di Langsa, Minggu.
Pihaknya bersama masyarakat sempat melakukan evakuasi warga akibat debit air sungai yang terus meningkat hingga mengenangi rumah penduduk di kedua desa tersebut, termasuk yang mereka evakuasi adalah ibu dan bayi baru lahir selama satu pekan.
Akan tetapi, katanya, sebagian besar warga memilih bertahan di rumahnya, meski pihaknya telah menurunkan berbagai perlengkapan evakuasi, antara lain "rubber boat".
"Memang hari ini terpantau air sudah mulai surut, tapi kami masih khawatir dengan keadaan cuaca ekstrem yang terjadi dewasa ini. Karena puncak musim hujan," kata dia.
BPBD Langsa juga sudah membuka satu posko tidak jauh dari lokasi banjir, sebagai dapur umum untuk menyediakan makanan, khususnya bagi mereka yang terdampak banjir.
Posko itu juga sebagai tempat penyaluran bantuan logistik yang dilakukan Dinas Sosial Kota Langsa kepada korban bencana tersebut.
"Tim kita di lapangan terus bersiaga dan memantau titik yang rawan agar bisa segera mengevakuasi warga jika terjadi bencana banjir," kata Ali.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Aceh pada akhir Oktober 2019 telah mengeluarkan peringatan dini terhadap kemungkinan cuaca ekstrem akibat berada di puncak musim hujan.
"Untuk Provinsi Aceh, memang harus siaga bencana. Baik bencana banjir maupun tanah longsor, dan juga pohon tumbang," kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Aceh, Zakaria Ahmad.
Pewarta : Muhammad Said
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Lolos semifinal Swiss Open 2026, Anthony Ginting sebut keluarga jadi motivasinya bangkit usai cedera
14 March 2026 8:56 WIB
Terungkap, suami di Situbondo bunuh istri dan anak sambung sebelum akhiri hidup
13 March 2026 8:44 WIB
Modus korupsi Fadia Arafiq, gunakan perusahaan keluarga untuk kuasai proyek outsourcing
05 March 2026 4:58 WIB
Anak bukan alat pelampiasan emosi, psikolog ingatkan pentingnya 'support system' bagi orang tua
23 February 2026 19:32 WIB
Keluarga Bripda DP desak Propam ungkap kasus kematian di Asrama Polisi Polda Sulsel
23 February 2026 5:19 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Info Mudik 2026: Bandara Djalaluddin Gorontalo siagakan posko terpadu dan diskon tiket
14 March 2026 8:50 WIB
Tiket mudik gratis Lebaran 2026 Kota Medan ludes, 4.000 peserta siap berangkat
13 March 2026 8:41 WIB
Prakiraan cuaca Jakarta Rabu 11 Maret 2026, waspadai hujan ringan pada siang hari
11 March 2026 8:41 WIB