Ojek daring di palembang pasrah menghadapi asap
Selasa, 15 Oktober 2019 22:08 WIB
Jalan Jendral Sudirman di Kota Palembang tampak berselimut asap pada malam hari, Selasa (15/10) (ANTARA/Aziz Munajar/19)
Palembang (ANTARA) - Para ojek dalam jarigan (daring) di Kota Palembang mengaku pasrah bekerja dalam keadaan menghadapi asap cukup pekat yang memenuhi jalanan beberapa hari terakhir.
Salah seorang ojek daring, Ikhsan Kamil, Selasa, mengatakan kondisi asap saat pagi, siang dan malam hari berdampak langsung pada penglihatannya yang terasa perih serta mudah merasa haus.
"Apalagi kalau angin berhembus kencang, sudah ditutup kaca helm pun mata masih terasa perih," ujar Ikhsan.
Selain itu, ia mengaku kerap merasa sesak napas ketika sedang berkendara meski sudah menggunakan masker kain, tak jarang dirinya sengaja masuk ke minimarket atau ruang berpendingin untuk sekadar menstabilkan napas.
Ia sempat diminta keluarga agar mengurangi waktu bekerja terutama malam hari, namun ia menyebut pada kondisi asap itulah pesanan mengalami kenaikan walau tidak terlalu signifikan.
"Justru waktu malam itu banyak yang pesan makanan, mungkin karena takut menghirup asap jadi orang-orang pesan makanan pakai ojek saja, bagi kami ini aji mumpung," ujar Ikhsan.
Sementara hingga Selasa malam sekitar pukul 20.40 WIB asap masih menyelimuti Kota Palembang, pada saat bersamaan laman resmi LAPAN menunjukkan adanya 776 titik api di wilayah Sumsel selama 24 jam terakhir.
Sebanyak 300 titik diantaranya memiliki tingkat kepercayaan 80 persen yang banyak terdapat di Kabupaten OKI.
Akibatnya kualitas udara di Kota Palembang berstatus sangat tidak sehat menurut rilis terbaru DLHK Sumsel, yakni berada di angka 272 Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU).
Salah seorang ojek daring, Ikhsan Kamil, Selasa, mengatakan kondisi asap saat pagi, siang dan malam hari berdampak langsung pada penglihatannya yang terasa perih serta mudah merasa haus.
"Apalagi kalau angin berhembus kencang, sudah ditutup kaca helm pun mata masih terasa perih," ujar Ikhsan.
Selain itu, ia mengaku kerap merasa sesak napas ketika sedang berkendara meski sudah menggunakan masker kain, tak jarang dirinya sengaja masuk ke minimarket atau ruang berpendingin untuk sekadar menstabilkan napas.
Ia sempat diminta keluarga agar mengurangi waktu bekerja terutama malam hari, namun ia menyebut pada kondisi asap itulah pesanan mengalami kenaikan walau tidak terlalu signifikan.
"Justru waktu malam itu banyak yang pesan makanan, mungkin karena takut menghirup asap jadi orang-orang pesan makanan pakai ojek saja, bagi kami ini aji mumpung," ujar Ikhsan.
Sementara hingga Selasa malam sekitar pukul 20.40 WIB asap masih menyelimuti Kota Palembang, pada saat bersamaan laman resmi LAPAN menunjukkan adanya 776 titik api di wilayah Sumsel selama 24 jam terakhir.
Sebanyak 300 titik diantaranya memiliki tingkat kepercayaan 80 persen yang banyak terdapat di Kabupaten OKI.
Akibatnya kualitas udara di Kota Palembang berstatus sangat tidak sehat menurut rilis terbaru DLHK Sumsel, yakni berada di angka 272 Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU).
Pewarta : Aziz Munajar
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Cegah dampak kabut asap, Lapas Perempuan Palembang bagikan 100 paket roti dan masker
13 September 2026 16:37 WIB
Disdik Sumsel evaluasi pembelajaran jarak jauh tingkat SMA terkait kabut asap
12 September 2026 19:16 WIB
Bandara SMB II Palembang siapkan mitigasi gangguan penerbangan dampak asap
02 September 2026 11:11 WIB
Pemkot Palembang bentuk Tim Reaksi Cepat tangani kabut asap dan kekeringan
02 September 2026 11:08 WIB
Terpopuler - Berita Palembang
PT BMH libatkan masyarakat Desa Riding OKI cegah karhutla melalui program Zero Fire
16 September 2026 11:20 WIB
Lihat Juga
Cegah dampak kabut asap, Lapas Perempuan Palembang bagikan 100 paket roti dan masker
13 September 2026 16:37 WIB
Disdik Sumsel evaluasi pembelajaran jarak jauh tingkat SMA terkait kabut asap
12 September 2026 19:16 WIB