Di Tapanuli Utara Sumut puluhan ternak babi mati mendadak
Rabu, 9 Oktober 2019 17:50 WIB
Petugas Bidang Peternakan Dinas Pertanian Taput melakukan tindakan pencegahan penyebaran dugaan virus toga penyebab penyakit hogcholera pada ternak babi, di wilayah Tapanuli Utara. (ANTARA /Rinto Aritonang)
Taput (ANTARA) - Puluhan ternak babi di sejumlah desa di Kecamatan Siatasbarita, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, mati mendadak yang diduga akibat virus toga yang mengakibatkan penyakit "hogcholera" .
Terkait hal tersebut, Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Tapanuli Utara, Ronny Hutasoit, Rabu, mengimbau warga untuk tidak melakukan impor ternak babi dari daerah terjangkit penyakit ternak.
Hal itu dilakukan sebagai salah satu langkah pencegahan penyebaran virus yang terindikasi menjadi penyebab matinya puluhan ternak di sejumlah desa di Kecamatan Siatasbarita.
"Kita imbau, warga tidak impor ternak babi dari luar daerah yang telah lebih dahulu terjangkit penyakit seperti dari Dairi, dan Humbanghasundutan," katanya.
Sebab, kata dia, tindakan pencegahan atas penyakit tersebut dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan kandang, tidak memasukkan ternak dari luar daerah yang terindikasi terjangkit, serta melakukan vaksinasi.
Ronny mengungkapkan, untuk saat ini, pihaknya telah melakukan dua langkah sekaligus dalam menyikapi fenomena puluhan babi mati mendadak yang terjadi di Desa Simorangkir, Desa Panggabean, dan Desa Enda Portibi, Siatasbarita, Taput.
"Di daerah terjangkit, kita telah melakukan pengobatan atas ternak warga melalui pemberian vitamin dan antivirus. Sementara, untuk ternak warga di luar Kecamatan Siatasbarita, sedang dilakukan vaksinasi," jelasnya.
Menurutnya, berdasarkan ciri-ciri yang terlihat dari anatomi ternak, matinya ternak babi di wilayah Siatasbarita disebabkan oleh penularan jenis virus toga yang mengakibatkan penyakit "hogcholera" .
Hal tersebut menjadi kesimpulan sementara pihaknya sembari menunggu penyebab pasti berdasarkan sampel darah ternak terjangkit yang telah diambil oleh petugas laboratorium Balai Veteriner Medan, pada pekan lalu.
"Jika penyebabnya adalah virus toga, maka dapat dipastikan jika virus tersebut tidak 'zoonosis' atau menular kepada manusia," katanya.
Terkait hal tersebut, Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Tapanuli Utara, Ronny Hutasoit, Rabu, mengimbau warga untuk tidak melakukan impor ternak babi dari daerah terjangkit penyakit ternak.
Hal itu dilakukan sebagai salah satu langkah pencegahan penyebaran virus yang terindikasi menjadi penyebab matinya puluhan ternak di sejumlah desa di Kecamatan Siatasbarita.
"Kita imbau, warga tidak impor ternak babi dari luar daerah yang telah lebih dahulu terjangkit penyakit seperti dari Dairi, dan Humbanghasundutan," katanya.
Sebab, kata dia, tindakan pencegahan atas penyakit tersebut dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan kandang, tidak memasukkan ternak dari luar daerah yang terindikasi terjangkit, serta melakukan vaksinasi.
Ronny mengungkapkan, untuk saat ini, pihaknya telah melakukan dua langkah sekaligus dalam menyikapi fenomena puluhan babi mati mendadak yang terjadi di Desa Simorangkir, Desa Panggabean, dan Desa Enda Portibi, Siatasbarita, Taput.
"Di daerah terjangkit, kita telah melakukan pengobatan atas ternak warga melalui pemberian vitamin dan antivirus. Sementara, untuk ternak warga di luar Kecamatan Siatasbarita, sedang dilakukan vaksinasi," jelasnya.
Menurutnya, berdasarkan ciri-ciri yang terlihat dari anatomi ternak, matinya ternak babi di wilayah Siatasbarita disebabkan oleh penularan jenis virus toga yang mengakibatkan penyakit "hogcholera" .
Hal tersebut menjadi kesimpulan sementara pihaknya sembari menunggu penyebab pasti berdasarkan sampel darah ternak terjangkit yang telah diambil oleh petugas laboratorium Balai Veteriner Medan, pada pekan lalu.
"Jika penyebabnya adalah virus toga, maka dapat dipastikan jika virus tersebut tidak 'zoonosis' atau menular kepada manusia," katanya.
Pewarta : Juraidi dan Rinto
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Delapan anak tewas dalam penembakan di Louisiana, tersangka ditembak mati polisi
20 April 2026 9:52 WIB
Personel militer AS kecewa serangan ke Iran, sebut tak ingin mati demi Israel
23 March 2026 13:29 WIB
Mati mesin dan miring 20 derajat, KM Gandha Nusantara 17 terombang-ambing di perairan Ternate
15 March 2026 19:14 WIB
Sebanyak 17 penumpang longboat selamat, kapal mati mesin di Perairan Maluku Tenggara
27 January 2026 7:34 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Razia syariat Islam di Aceh Barat, 33 warga terjaring langgar aturan busana muslim
30 April 2026 7:33 WIB
Prakirakan cuaca Kota Jakarta Rabu 29 April 2026: Potensi diguyur hujan ringan sore hari
29 April 2026 5:33 WIB
Cerita haru jamaah haji termuda asal Bali, baru tahu didaftarkan saat masih SD
26 April 2026 8:42 WIB
Prakiraan cuaca Sumatera Utara Jumat 24 April 2026: Didominasi berawan hingga hujan sedang
24 April 2026 10:45 WIB