Mentri Agama minta wisudawan UIN Palembang pahami moderasi Islam
Sabtu, 28 September 2019 14:20 WIB
Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifudin saat memberi kuliah tamu di hadapan wisudawan UIN Raden Fatah Palembang, Sabtu (28/9/2019). (ANTARA/Aziz Munajar/19)
Palembang (ANTARA) - Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin meminta wisudawan Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang memahami dan menjalankan konsep moderasi Islam sebagai pegangan dalam prinsip persatuan.
"Cara beragama masyarakat sangat menentukan kualitas Indonesia di masa depan, karena mayoritas penduduk Indonesia adalah Islam maka penentunya juga ada pada cara beragama umat Islam dengan konsep moderasi yang dijalankan," kata Lukman Hakim Syaifudin saat memberi kuliah tamu bertema 'Moderasi Islam dan Masa Depan Indonesia' pada Wisuda UIN RF Palembang ke 71, Sabtu.
Menurut dia moderasi Islam substansinya ialah meletakkan cara pandang agama dalam posisi adil dan seimbang, jika keluar dari substansi tersebut maka dikhawatirkan terjadi fanatisme berlebihan yang mengarah pada pemahaman ekstrim.
Inti moderasi Islam yakni tidak mudah menyalahkan pihak-pihak yang berbeda pandangan, kata dia, sebab masing-masing pihak punya tafsir sendiri-sendiri yang perlu diterima agar tidak timbul perpecahan.
"Semangat moderasi Islam telah ditunjukkan empat Imam besar terdahulu, kendati berbeda pendapat tapi satu sama lain saling menerima, inilah semangat moderasi Islam yang perlu dijalankan," kata Lukman.
Ia memberikan tiga parameter Islam moderat dan ekstrim, yakni esensi kemanusiaan, komitmen dan ketertiban umum.
Esensi kemanusiaan menegaskan inti ajaran Islam ialah memanusiakan manusia, sehingga upaya memerangi segala hal yang bertentangan dengan ajaran Islam harus dikontekskan pada perbuatanya bukan pada manusianya, keberadaan manusianya harus tetap dilindungi.
"Parameter kedua yakni komitmen atau konsesus bersama untuk perdamaian, sebab menjaga perdamaian merupakan pokok ajaran Islam," katanya
Parameter selanjutnya yakni ketertiban umum, jika suatu pemahaman justru mengganggu ketertiban umum maka arahnya adalah ekstrim, moderasi Islam harus mendukung ketertiban umum.
"Islam tidak perlu dirubah karena sudah sempurna, tapi cara berislam dengan sendirinya memerlukan penyesuaian yang tetap mencerminkan ajaran Islam itu sendiri," demikian Lukman Hakim Saifudin.
Pada kesempatan itu pula ia menyerahkan penghargaan kepada sarjana lulusan terbaik bersama Rektor UIN RF Palembang Prof Sirozi, UIN RFP sendiri mewisuda 916 sarjana strata satu dan tiga sarjana strata dua.
"Cara beragama masyarakat sangat menentukan kualitas Indonesia di masa depan, karena mayoritas penduduk Indonesia adalah Islam maka penentunya juga ada pada cara beragama umat Islam dengan konsep moderasi yang dijalankan," kata Lukman Hakim Syaifudin saat memberi kuliah tamu bertema 'Moderasi Islam dan Masa Depan Indonesia' pada Wisuda UIN RF Palembang ke 71, Sabtu.
Menurut dia moderasi Islam substansinya ialah meletakkan cara pandang agama dalam posisi adil dan seimbang, jika keluar dari substansi tersebut maka dikhawatirkan terjadi fanatisme berlebihan yang mengarah pada pemahaman ekstrim.
Inti moderasi Islam yakni tidak mudah menyalahkan pihak-pihak yang berbeda pandangan, kata dia, sebab masing-masing pihak punya tafsir sendiri-sendiri yang perlu diterima agar tidak timbul perpecahan.
"Semangat moderasi Islam telah ditunjukkan empat Imam besar terdahulu, kendati berbeda pendapat tapi satu sama lain saling menerima, inilah semangat moderasi Islam yang perlu dijalankan," kata Lukman.
Ia memberikan tiga parameter Islam moderat dan ekstrim, yakni esensi kemanusiaan, komitmen dan ketertiban umum.
Esensi kemanusiaan menegaskan inti ajaran Islam ialah memanusiakan manusia, sehingga upaya memerangi segala hal yang bertentangan dengan ajaran Islam harus dikontekskan pada perbuatanya bukan pada manusianya, keberadaan manusianya harus tetap dilindungi.
"Parameter kedua yakni komitmen atau konsesus bersama untuk perdamaian, sebab menjaga perdamaian merupakan pokok ajaran Islam," katanya
Parameter selanjutnya yakni ketertiban umum, jika suatu pemahaman justru mengganggu ketertiban umum maka arahnya adalah ekstrim, moderasi Islam harus mendukung ketertiban umum.
"Islam tidak perlu dirubah karena sudah sempurna, tapi cara berislam dengan sendirinya memerlukan penyesuaian yang tetap mencerminkan ajaran Islam itu sendiri," demikian Lukman Hakim Saifudin.
Pada kesempatan itu pula ia menyerahkan penghargaan kepada sarjana lulusan terbaik bersama Rektor UIN RF Palembang Prof Sirozi, UIN RFP sendiri mewisuda 916 sarjana strata satu dan tiga sarjana strata dua.
Pewarta : Aziz Munajar
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kejari Palembang tetapkan tersangka baru kasus korupsi "guest house" UIN Raden Fatah
22 April 2026 5:09 WIB
1.836 polisi disiagakan untuk amankan aksi unjuk rasa di Palembang
01 September 2025 13:42 WIB, 2025
UIN Raden Fatah Palembang gelar upacara Hari Amal Bakti Kemenag Ke-79
03 January 2025 21:14 WIB, 2025
UIN Palembang tawarkan18 jurusan akreditasi A dan unggul di jalur SPAN PTKIN
21 February 2024 21:48 WIB, 2024
UIN Palembang-ANTARA Sumsel kolaborasi gelar seminar jurnalistik dan media digital
07 December 2023 14:50 WIB, 2023
Terpopuler - Pendidikan & Kesehatan
Lihat Juga
Pertamina EP periksa kesehatan mata gratis 140 siswa SD di PALI dan Muara Enim
26 August 2026 15:45 WIB