Korban kebakaran mengungsi di masjid dan gereja
Selasa, 17 September 2019 14:20 WIB
Kebakaran di Asmat (Antara Papua)
Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asmat mengatakan ratusan kepala keluarga yang menjadi korban kebakaran untuk sementara ini mengungsi di masjid dan gereja setempat.
Bupati Asmat Elisa Kambu kepada Antara di Jayapura, Selasa, mengatakan selain di masjid dan gereja, para korban kebakaran juga mengungsi di aula pemda dan dinas pendidikan setempat.
"Di beberapa tempat pengungsian warga ini, kami juga membangun dapur umum dan MCK," katanya.
Menurut Elisa, tempat-tempat pengungsian ini akan berjalan selama satu minggu ke depan, sambil menunggu laporan lengkap dari pihak kepolisian.
"Namun, ke depan agar kejadian ini tidak terulang lagi maka kami akan mendorong perizinan seperti IMB dalam membangun rumah," ujarnya.
Dia menjelaskan dalam persyaratan pembuatan IMB tersebut, pihaknya mendorong wajib adanya alat pemadam kebakaran di masing-masing rumah warga.
"Dalam berbagai kesempatan sudah diingatkan bahwa Agats ini konstruksinya semua kayu sehingga seharusnya dalam membangun harus ada jeda dari satu bangunan ke bangunan lain," katanya lagi.
Dia menambahkan kebanyakan kios dan toko yang dibangun dan saling menyambung sehingga tidak ada celah, dan ketika terjadi kebakaran akhirnya api cepat merambat serta menghanguskan bangunan milik warga.*
Bupati Asmat Elisa Kambu kepada Antara di Jayapura, Selasa, mengatakan selain di masjid dan gereja, para korban kebakaran juga mengungsi di aula pemda dan dinas pendidikan setempat.
"Di beberapa tempat pengungsian warga ini, kami juga membangun dapur umum dan MCK," katanya.
Menurut Elisa, tempat-tempat pengungsian ini akan berjalan selama satu minggu ke depan, sambil menunggu laporan lengkap dari pihak kepolisian.
"Namun, ke depan agar kejadian ini tidak terulang lagi maka kami akan mendorong perizinan seperti IMB dalam membangun rumah," ujarnya.
Dia menjelaskan dalam persyaratan pembuatan IMB tersebut, pihaknya mendorong wajib adanya alat pemadam kebakaran di masing-masing rumah warga.
"Dalam berbagai kesempatan sudah diingatkan bahwa Agats ini konstruksinya semua kayu sehingga seharusnya dalam membangun harus ada jeda dari satu bangunan ke bangunan lain," katanya lagi.
Dia menambahkan kebanyakan kios dan toko yang dibangun dan saling menyambung sehingga tidak ada celah, dan ketika terjadi kebakaran akhirnya api cepat merambat serta menghanguskan bangunan milik warga.*
Pewarta : Hendrina Dian Kandipi
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Layanan kesehatan Satgas Yonif Raider 200/BN hadir di tengah warga Asmat
21 June 2023 15:33 WIB, 2023
Tim SAR cari kapal dilaporkan hilang dalam perjalanan menuju ke Asmat
15 December 2021 11:03 WIB, 2021
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Sebanyak 17 penumpang longboat selamat, kapal mati mesin di Perairan Maluku Tenggara
27 January 2026 7:34 WIB