BATAN katakan mobil dari energi PLTN ramah lingkungan
Selasa, 10 September 2019 17:09 WIB
Ilustrasi - Menara pendingin dan saluran listrik bertegangan tinggi terlihat dekat pembangkit listrik tenaga nuklir Golfech di perbatasan Sungai Garonne antara Agen dan Toulouse, Prancis, Kamis (29/8/2019). REUTERS/Regis Duvignau/djo/wsj.
Jakarta (ANTARA) - Deputi Bidang Teknologi Energi Nuklir Badan Teknologi Nuklir Nasional (BATAN) Suryantoro mengatakan mobil listrik dari energi yang berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) lebih ramah lingkungan karena tidak ada emisi karbon yang keluar.
"PLTN merupakan sumber energi yang bersih, mobil listrik juga ramah lingkungan. Nah, mobil listrik memerlukan energi listrik untuk mengisi baterainya, kalau diisi dengan energi dari PLTN lebih ramah lingkungan karena tidak ada emisi karbon yang keluar," ujar Suryantoro usai diskusi di Tangerang Selatan, Banten, Selasa.
Menurut dia, hal itu berbeda jika energi tersebut berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang mana mobil listrik itu masih menghasilkan emisi karbon. "Artinya kalau energi dari PLTN, benar-benar tidak ada polusi udara yang dikeluarkan."
Ke depan, pihaknya mendorong agar pemangku kepentingan melirik pembangunan PLTN menjadi sumber utama pasokan listrik. PLTN ramah lingkungan karena tidak mengeluarkan emisi karbon.
Indonesia juga sudah membuktikan mampu mengelola PLTN dan diakui lembaga tenaga atom internasional (IAEE). Saat ini, Indonesia memiliki tiga reaktor daya nuklir yakni di Serpong, Bandung, dan Yogyakarta. Saat ini pihaknya sedang menjajaki pembangunan purwarupa PLTN komersil dengan kapasitas 100 MW di Kalimantan Barat. PLTN tersebut bertujuan untuk mengatasi masalah kelistrikan di daerah itu dan pasokan energi untuk pengolahan tambang bauksit.
Kalimantan Barat juga memiliki sumber uranium yang menjadi bahan baku utama untuk pengoperasian PLTN. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat juga menyetujui pembangunan purwarupa PLTN komersil itu dan menyiapkan tempat. Berdasarkan kajian dari Kementerian Riset dan Teknologi, terdapat tiga tempat yang cocok untuk pembangunan PLTN di Kalimantan Barat yakni Bengkayang, Ketapang, dan Sambas.
Pembangunan purwarupa PLTN komersil tersebut merupakan program prioritas riset nasional yang hasilnya bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.*
"PLTN merupakan sumber energi yang bersih, mobil listrik juga ramah lingkungan. Nah, mobil listrik memerlukan energi listrik untuk mengisi baterainya, kalau diisi dengan energi dari PLTN lebih ramah lingkungan karena tidak ada emisi karbon yang keluar," ujar Suryantoro usai diskusi di Tangerang Selatan, Banten, Selasa.
Menurut dia, hal itu berbeda jika energi tersebut berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang mana mobil listrik itu masih menghasilkan emisi karbon. "Artinya kalau energi dari PLTN, benar-benar tidak ada polusi udara yang dikeluarkan."
Ke depan, pihaknya mendorong agar pemangku kepentingan melirik pembangunan PLTN menjadi sumber utama pasokan listrik. PLTN ramah lingkungan karena tidak mengeluarkan emisi karbon.
Indonesia juga sudah membuktikan mampu mengelola PLTN dan diakui lembaga tenaga atom internasional (IAEE). Saat ini, Indonesia memiliki tiga reaktor daya nuklir yakni di Serpong, Bandung, dan Yogyakarta. Saat ini pihaknya sedang menjajaki pembangunan purwarupa PLTN komersil dengan kapasitas 100 MW di Kalimantan Barat. PLTN tersebut bertujuan untuk mengatasi masalah kelistrikan di daerah itu dan pasokan energi untuk pengolahan tambang bauksit.
Kalimantan Barat juga memiliki sumber uranium yang menjadi bahan baku utama untuk pengoperasian PLTN. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat juga menyetujui pembangunan purwarupa PLTN komersil itu dan menyiapkan tempat. Berdasarkan kajian dari Kementerian Riset dan Teknologi, terdapat tiga tempat yang cocok untuk pembangunan PLTN di Kalimantan Barat yakni Bengkayang, Ketapang, dan Sambas.
Pembangunan purwarupa PLTN komersil tersebut merupakan program prioritas riset nasional yang hasilnya bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.*
Pewarta : Indriani
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Presiden Vladimir Putin tandatangani dekret untuk ambil alih PLTN Zaporizhzhia
06 October 2022 14:41 WIB, 2022
Tawaran Putin kerja sama teknologi nuklir momentum tepat realisasikan PLTN
06 July 2022 23:38 WIB, 2022
Terpopuler - Info Bisnis
Lihat Juga
PT Bumi Andalas Permai dukung budidaya kepiting bakau di Desa Sungai Batang OKI
12 February 2026 14:15 WIB
KAI Palembang catat 29.253 tiket Lebaran 2026 terjual, 50 persen dari kapasitas
10 February 2026 19:44 WIB