Polisi imbau suporter Persikmania bubarkan diri
Selasa, 3 September 2019 10:11 WIB
Sejumlah kendaraan yang dirusak massa saat bentrok antarsuporter dalam pertandingan liga 2 antara Persik melawan PSIM Yogyakarta di Stadion Brawijaya, Kediri, Jawa Timur, Senin (2/9/2019) petang. (ANTARA/HO)
Kediri (ANTARA) - Aparat Kepolisian Resor Kota Kediri, Jawa Timur, mengimbau agar Persikmania, suporter Persik Kediri membubarkan diri dan mempercayakan penanganan perkara ini kepada polisi.
"Kami sedang proses identifikasi kerusakan dan sejumlah suporter PSIM yang terbukti membawa senjata tajam dan minuman keras, jadi kami melakukan proses sesuai undang-undang," kata Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi di Kediri, Senin malam.
Kapolresta juga meminta agar para suporter untuk sabar dan menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan oleh petugas. Untuk itu, pihaknya meminta agar suporter membubarkan diri.
"Tolong sabar, serahkan kepada polisi, kami akan tindak tegas. Sementara itu tolong kalian bubar," katanya kepada para suporter.
Para suporter Persik Kediri masih memadati lokasi Taman Tirtoyoso Kota Kediri. Mereka menunggu para suporter PSIM yang terjebak di dalam taman. Mereka pun tidak bisa keluar atau masuk, sebab pintu pagar menuju lokasi itu ditutup petugas.
Polisi juga sempat mengevakuasi sejumlah anak-anak yang saat kejadian bentrok berlangsung sedang latihan berenang di Taman Tirtoyoso Kota Kediri. Selain tempat bermain, lokasi itu juga terdapat kolam renang untuk fasilitas umum.
Anak-anak tersebut sedang latihan berenang saat bentrok antarsuporter terjadi pada Senin petang. Mereka ketakutan keluar, sebab di pintu keluar sudah dipadati para suporter Persikmania.
Akhirnya, polisi turun tangan dan mengevakuasi mereka. Banyak dari anak-anak itu ketakutan saat dievakuasi, bahkan beberapa di antaranya ada yang menangis. Mereka tetap dikawal petugas dengan jalan kaki dari Taman Tirtoyoso tersebut ke asrama polisi, yang jaraknya sekitar 1 kilometer.
Hingga kini, aparat masih terus berjaga. Massa masih banyak yang memadati jalan terutama di sekitar Taman Tirtoyoso. Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar juga turun langsung menenangkan massa.
Pertandingan liga 2 antara Persik melawan PSIM Yogyakarta di Stadion Brawijaya, Kediri, Jawa Timur, Senin petang diwarnai bentrok antarsuporter yang menyebabkan sejumlah kendaraan rusak dan beberapa di antaranya mengalami luka.
Tim Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Kediri, mengungkap ada sekitar 100 orang yang diberikan pelayanan medis pascakerusuhan antarsuporter dalam laga 2 Persik Kediri melawan PSIM Yogyakarta di Kediri tersebut.
"Korban luka sekitar 100 orang, korban meninggal nihil. Mereka mengalami sesak, tulang rusuk retak, memar, luka sobek. Kalau sesak, banyak suporter yang jatuh dan terinjak temannya," kata Petugas PMI Kota Kediri Jaenal Arifin.
"Kami sedang proses identifikasi kerusakan dan sejumlah suporter PSIM yang terbukti membawa senjata tajam dan minuman keras, jadi kami melakukan proses sesuai undang-undang," kata Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi di Kediri, Senin malam.
Kapolresta juga meminta agar para suporter untuk sabar dan menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan oleh petugas. Untuk itu, pihaknya meminta agar suporter membubarkan diri.
"Tolong sabar, serahkan kepada polisi, kami akan tindak tegas. Sementara itu tolong kalian bubar," katanya kepada para suporter.
Para suporter Persik Kediri masih memadati lokasi Taman Tirtoyoso Kota Kediri. Mereka menunggu para suporter PSIM yang terjebak di dalam taman. Mereka pun tidak bisa keluar atau masuk, sebab pintu pagar menuju lokasi itu ditutup petugas.
Polisi juga sempat mengevakuasi sejumlah anak-anak yang saat kejadian bentrok berlangsung sedang latihan berenang di Taman Tirtoyoso Kota Kediri. Selain tempat bermain, lokasi itu juga terdapat kolam renang untuk fasilitas umum.
Anak-anak tersebut sedang latihan berenang saat bentrok antarsuporter terjadi pada Senin petang. Mereka ketakutan keluar, sebab di pintu keluar sudah dipadati para suporter Persikmania.
Akhirnya, polisi turun tangan dan mengevakuasi mereka. Banyak dari anak-anak itu ketakutan saat dievakuasi, bahkan beberapa di antaranya ada yang menangis. Mereka tetap dikawal petugas dengan jalan kaki dari Taman Tirtoyoso tersebut ke asrama polisi, yang jaraknya sekitar 1 kilometer.
Hingga kini, aparat masih terus berjaga. Massa masih banyak yang memadati jalan terutama di sekitar Taman Tirtoyoso. Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar juga turun langsung menenangkan massa.
Pertandingan liga 2 antara Persik melawan PSIM Yogyakarta di Stadion Brawijaya, Kediri, Jawa Timur, Senin petang diwarnai bentrok antarsuporter yang menyebabkan sejumlah kendaraan rusak dan beberapa di antaranya mengalami luka.
Tim Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Kediri, mengungkap ada sekitar 100 orang yang diberikan pelayanan medis pascakerusuhan antarsuporter dalam laga 2 Persik Kediri melawan PSIM Yogyakarta di Kediri tersebut.
"Korban luka sekitar 100 orang, korban meninggal nihil. Mereka mengalami sesak, tulang rusuk retak, memar, luka sobek. Kalau sesak, banyak suporter yang jatuh dan terinjak temannya," kata Petugas PMI Kota Kediri Jaenal Arifin.
Pewarta : Asmaul Chusna
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polisi bubarkan massa blokade jalan umum dengan gas air mata di Sorong
06 February 2022 11:43 WIB, 2022
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Polisi selamatkan 13 wisatawan tenggelam akibat kapal karam di Labuan Bajo
27 September 2026 17:13 WIB
Puluhan rumah di Pademangan terbakar, 380 jiwa kehilangan tempat tinggal
27 September 2026 12:26 WIB
Tim SAR gabungan cari nelayan hilang di perairan Kuala Tungkal Tanjabbar
27 September 2026 12:24 WIB
Peringatan Dini BMKG: Potensi gelombang tinggi 4 meter dan hujan lebat lokal
23 September 2026 10:37 WIB
Akses Jalan Solok - Padang lumpuh akibat banjir bandang, polisi imbau lewat Padang Panjang
22 September 2026 8:15 WIB