Sumsel menjadi percontohan restorasi bentang alam
Rabu, 28 Agustus 2019 14:20 WIB
Alam Indonesia. (Antara/Etri Saputra)
Palembang (ANTARA) - Sumatera Selatan bersama Kalimantan Timur menjadi percontohan restorasi bentang alam di Indonesia.
"Hal ini karena wilayah hutannya sangat luas sehingga harus terus dilestarikan," kata Thoha Zulkarnaen dari ICRAF Indonesia saat lokakarya urundata di Palembang, Rabu.
Oleh karena itu pihaknya mendata hutan di kedua provinsi tersebut terutama untuk melaksanakan restorasi. Dalam pendataan hutan tersebut pihaknya melaksanakan urundata melalui aplikasi untuk mengetahui lokasi lahan antara lain yang terdegradasi.
"Itu penting karena mengembangkan ekonomi berkelanjutan harus tersedia areal yang sesuai dengan kondisi iklim yang ada," ujar dia.
Dia menambahkan dalam melaksanakan restorasi itu pihaknya bekerja sama dengan Bappenas dan Bappeda di daerah.
Namun, lanjut dia, sebelum melaksanakan restorasi pihaknya bekerjasama dengan WRI Indonesia dan Perguruan Tinggi di Sumsel melakukan pendataan urundata dengan nama proyek Restore+.
Pendataan lahan sendiri mengikutsertakan ratusan mahasiswa dari Perguruan Tinggi yang ada di provinsi tersebut, dimana mahasiswa melakukan pendataan melalui aplikasi dengan turun langsung kelapangan untuk mengetahui lokasi lahan termasuk yang terdegradasi.
Sementara Konsorsium Perguruan Tinggi Dr Karlin Agustina mengatakan, keikutsertaan mahasiswa dalam pendataan itu untuk mengakuratkan data yang ada di lapangan.
Lantaran sering terjadi data yang ada kurang tepat bila dilihat dari lapangan sehingga para mahasiswa diturunkan untuk melakukan pendataan urundata.
Namun, yang lebih penting lagi dengan keikutsertaan mahasiswa dalam urundata itu untuk mengembangkan ilmu yang ada di kampus.
Sementara Bunga Karnisa G dari WRI Indonesia mengatakan, dalam pendataan sendiri para mahaiswa menggunakan aplikasi sehingga akan diketahui kondisi hutan yang ada.
Informasi yang didapat dari urundata akan digunakan untuk melakukan kebijakan restorasi yang mempertimbangkan dampak lintas sektoral seperti kesejahteraan masyarakat setempat, pembangunan ekonomi dan ketahanan pangan.
Dalam kesempatan itu juga dilaksanakan peluncuran urunan data putaran kedua yang juga dihadiri antara lain Staf Khusus Gubernur Sumsel Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif yang juga Sekretaris Badan Restorasi gambut Sumsel Eko Agus Sugianto.
"Hal ini karena wilayah hutannya sangat luas sehingga harus terus dilestarikan," kata Thoha Zulkarnaen dari ICRAF Indonesia saat lokakarya urundata di Palembang, Rabu.
Oleh karena itu pihaknya mendata hutan di kedua provinsi tersebut terutama untuk melaksanakan restorasi. Dalam pendataan hutan tersebut pihaknya melaksanakan urundata melalui aplikasi untuk mengetahui lokasi lahan antara lain yang terdegradasi.
"Itu penting karena mengembangkan ekonomi berkelanjutan harus tersedia areal yang sesuai dengan kondisi iklim yang ada," ujar dia.
Dia menambahkan dalam melaksanakan restorasi itu pihaknya bekerja sama dengan Bappenas dan Bappeda di daerah.
Namun, lanjut dia, sebelum melaksanakan restorasi pihaknya bekerjasama dengan WRI Indonesia dan Perguruan Tinggi di Sumsel melakukan pendataan urundata dengan nama proyek Restore+.
Pendataan lahan sendiri mengikutsertakan ratusan mahasiswa dari Perguruan Tinggi yang ada di provinsi tersebut, dimana mahasiswa melakukan pendataan melalui aplikasi dengan turun langsung kelapangan untuk mengetahui lokasi lahan termasuk yang terdegradasi.
Sementara Konsorsium Perguruan Tinggi Dr Karlin Agustina mengatakan, keikutsertaan mahasiswa dalam pendataan itu untuk mengakuratkan data yang ada di lapangan.
Lantaran sering terjadi data yang ada kurang tepat bila dilihat dari lapangan sehingga para mahasiswa diturunkan untuk melakukan pendataan urundata.
Namun, yang lebih penting lagi dengan keikutsertaan mahasiswa dalam urundata itu untuk mengembangkan ilmu yang ada di kampus.
Sementara Bunga Karnisa G dari WRI Indonesia mengatakan, dalam pendataan sendiri para mahaiswa menggunakan aplikasi sehingga akan diketahui kondisi hutan yang ada.
Informasi yang didapat dari urundata akan digunakan untuk melakukan kebijakan restorasi yang mempertimbangkan dampak lintas sektoral seperti kesejahteraan masyarakat setempat, pembangunan ekonomi dan ketahanan pangan.
Dalam kesempatan itu juga dilaksanakan peluncuran urunan data putaran kedua yang juga dihadiri antara lain Staf Khusus Gubernur Sumsel Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif yang juga Sekretaris Badan Restorasi gambut Sumsel Eko Agus Sugianto.
Pewarta : Ujang Idrus
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Rugikan negara Rp1,77 triliun, eks Direktur Gas Pertamina hadapi sidang tuntutan kasus LNG
13 April 2026 8:26 WIB
Pohon tumbang tutup jalan di tiga kecamatan OKU Timur, lalu lintas dempat lumpuh
04 April 2026 19:49 WIB
Gunung Semeru sembilan kali erupsi pada Sabtu pagi, tinggi letusan capai 1.000 meter
04 April 2026 12:11 WIB
Pemkab OKU Selatan dirikan dapur umum untuk korban banjir di Desa Simpang Sender
01 April 2026 20:43 WIB
Terpopuler - Warta Bumi
Lihat Juga
Pertamina Patra Niaga dan masyarakat Sungsang IV Banyuasin kembangkan ekowisata mangrove
04 May 2026 21:27 WIB
Hadapi musim kemarau, Sinar Mas Agribusiness and Food perkuat kesiapsiagaan karhutla
08 April 2026 20:25 WIB