Tim penjinak bom Brimob Polda Jatim amankan temuan mortir
Minggu, 30 Juni 2019 20:17 WIB
Tim Jibom Brimob Polda Jatim mengamankan mortir peninggalan masa penjajahan Belanda yang ditemukan di Jalan Kebon Rojo Surabaya, Minggu (30/6). (Antara Jatim/ Didik Suhartono)
Surabaya (ANTARA) - Tim penjinak bom (Jibom) Detasemen Gegana Satuan Brigadir Mobil (Brimob) Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) mengamankan temuan mortir di kawasan Jalan Kebon Rojo Surabaya.
Mortir yang terlihat berkarat itu ditemukan pada sekitar pukul 07.00 WIB tadi pagi oleh seorang pekerja dari Dinas Kebersihan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya saat menggali tanah untuk membuat taman, tepatnya di samping Gedung Bank Mandiri, Jalan Kebon Rojo Surabaya.
Kepala Unit Jibom Detasemen Gegana Brimob Polda Jatim Inspektur Polisi Satu (Iptu) Irwan, Minggu di Surabaya, menduga mortir yang ditemukan tersebut merupakan peninggalan zaman penjajahan Belanda.
"Mortir ini panjangnya sekitar 30 sentimeter, dengan diameter sekitar 7 sentimeter, sekarang sudah berhasil kami amankan," katanya kepada wartawan di Surabaya, usai melakukan evakuasi, Minggu sore.
Dia mengidentifikasi mortir peninggalan kolonial Belanda tersebut masih aktif dan memiliki daya ledak yang tergolong tinggi.
"Kalau dilihat dari ciri-cirinya, mortir ini merupakan buatan pabrik. Unsur TNT-nya sangat besar dan tergolong 'high explosive'. Tentu sangat berbahaya," ucapnya.
Selanjutnya, Iptu Irwan menandaskan, terhadap mortir yang telah diamankan tersebut, akan dilakukan tindakan disposal.
“Tindakan yang kami lakukan sekarang adalah mengamankannya dulu. Selanjutnya akan kami lakukan disposal atau penceraiberaian," ujarnya.
Mortir yang terlihat berkarat itu ditemukan pada sekitar pukul 07.00 WIB tadi pagi oleh seorang pekerja dari Dinas Kebersihan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya saat menggali tanah untuk membuat taman, tepatnya di samping Gedung Bank Mandiri, Jalan Kebon Rojo Surabaya.
Kepala Unit Jibom Detasemen Gegana Brimob Polda Jatim Inspektur Polisi Satu (Iptu) Irwan, Minggu di Surabaya, menduga mortir yang ditemukan tersebut merupakan peninggalan zaman penjajahan Belanda.
"Mortir ini panjangnya sekitar 30 sentimeter, dengan diameter sekitar 7 sentimeter, sekarang sudah berhasil kami amankan," katanya kepada wartawan di Surabaya, usai melakukan evakuasi, Minggu sore.
Dia mengidentifikasi mortir peninggalan kolonial Belanda tersebut masih aktif dan memiliki daya ledak yang tergolong tinggi.
"Kalau dilihat dari ciri-cirinya, mortir ini merupakan buatan pabrik. Unsur TNT-nya sangat besar dan tergolong 'high explosive'. Tentu sangat berbahaya," ucapnya.
Selanjutnya, Iptu Irwan menandaskan, terhadap mortir yang telah diamankan tersebut, akan dilakukan tindakan disposal.
“Tindakan yang kami lakukan sekarang adalah mengamankannya dulu. Selanjutnya akan kami lakukan disposal atau penceraiberaian," ujarnya.
Pewarta : A Malik Ibrahim / Hanif Nashrullah
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ledakan misterius terjadi di masjid Jember saat shalat tarawih, tim penjinak bom diterjunkan
17 March 2026 4:59 WIB
Hindari ancaman bom di Riyadh, Cristiano Ronaldo evakuasi jet mewahnya ke Spanyol
03 March 2026 19:15 WIB
Kesalahan pilot jadi sebab jet tempur Korsel jatuhkan bom di Desa Nogok
10 March 2025 22:03 WIB, 2025
Benarkah Hiroshima dan Nagasaki dibom akibat kekeliruan penerjemah?
24 December 2024 17:03 WIB, 2024