Sahabat UMKM: Ada lima kendala dihadapi merintis usaha
Selasa, 25 Juni 2019 16:42 WIB
Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Sahabat UMKM Faisal Hasan Basri. (ANTARA/Ira Febrianti)
Padang Panjang (ANTARA) - Komunitas pelaku kewirausahaan Sahabat UMKM mengatakan setidaknya terdapat lima kendala yang selalu ditemui para pelaku usaha mikro kecil menengah ketika memulai dan dalam menjalankan usahanya.
Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Sahabat UMKM Faisal Hasan Basri dalam pelatihan bisnis bagi industri kecil menengah (IKM) di Padang Panjang, Selasa, menyebutkan kendala tersebut yaitu permodalan, manajemen tidak tertata, teknologi, jaringan dan pemasaran.
"Tidak hanya di Padang Panjang namun merata di Indonesia, lima kendala ini selalu ditemui para pelaku usaha kecil," katanya.
Ia menerangkan para pelaku usaha masih bingung mendapatkan informasi akses permodalan lalu menjalan usaha secara sederhana tanpa manajemen yang tertata.
Kemudian kurangnya pemahaman dalam memanfaatkan teknologi untuk memperluas jaringan dan pemasaran. "Biasanya usaha kecil itu yang tahu masih warga di sekitarnya padahal jika mau mengenal dan manfaatkan teknologi potensinya bisa lebih berkembang," katanya.
Menurutnya modal dasar yang mesti dimiliki pelaku usaha untuk menghadapi lima kendala tersebut yakni memiliki mental yang kuat di dunia usaha dan memiliki kemauan belajar serta mengenal dengan baik produk yang dikembangkan.
"Dunia usaha berisi persaingan sehingga mentalnya harus kuat dulu lalu mau belajar dan kenali produknya agar nanti tidak jadi pelaku usaha musiman, melainkan produknya mampu bertahan di tengah banyaknya produk yang dibuat oleh wirausaha lain," ujarnya.
Wali Kota Padang Panjang Asrul mengatakan kendala-kendala tersebut memang ditemui oleh para pelaku usaha di Padang Panjang.
Pemerintah daerah, ujarnya sudah berupaya memberikan dukungan pada pelaku IKM berupa permodalan, sarana pendukung usaha, kemudahan perizinan, pelatihan inovasi produk dan lainnya namun hasilnya dirasa masih belum maksimal.
Disayangkan pula karena dukungan pemerintah tersebut, IKM dinilai bergantung pada bantuan pemerintah sehingga wirausaha jauh dari makna sebenarnya di mana pelakunya mandiri dan mampu mengatur sendiri jalannya usaha hingga berkembang.
Ia mengatakan pemerintah setempat menjalin kerja sama dengan Sahabat UMKM untuk memberikan pelatihan bisnis bagi pelaku IKM mengatasi lima kendala yang umum dihadapi di dunia usaha tersebut.
Kerja sama dengan Sahabat UMKM berupa pelatihan bisnis selama empat bulan yang dilakukan secara bertahap berupa pelatihan, motivasi menjalankan usaha, penerapan hasil pelatihan oleh para pelaku IKM, hingga membangun komunitas Rumah Wirausaha di Padang Panjang.
Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Sahabat UMKM Faisal Hasan Basri dalam pelatihan bisnis bagi industri kecil menengah (IKM) di Padang Panjang, Selasa, menyebutkan kendala tersebut yaitu permodalan, manajemen tidak tertata, teknologi, jaringan dan pemasaran.
"Tidak hanya di Padang Panjang namun merata di Indonesia, lima kendala ini selalu ditemui para pelaku usaha kecil," katanya.
Ia menerangkan para pelaku usaha masih bingung mendapatkan informasi akses permodalan lalu menjalan usaha secara sederhana tanpa manajemen yang tertata.
Kemudian kurangnya pemahaman dalam memanfaatkan teknologi untuk memperluas jaringan dan pemasaran. "Biasanya usaha kecil itu yang tahu masih warga di sekitarnya padahal jika mau mengenal dan manfaatkan teknologi potensinya bisa lebih berkembang," katanya.
Menurutnya modal dasar yang mesti dimiliki pelaku usaha untuk menghadapi lima kendala tersebut yakni memiliki mental yang kuat di dunia usaha dan memiliki kemauan belajar serta mengenal dengan baik produk yang dikembangkan.
"Dunia usaha berisi persaingan sehingga mentalnya harus kuat dulu lalu mau belajar dan kenali produknya agar nanti tidak jadi pelaku usaha musiman, melainkan produknya mampu bertahan di tengah banyaknya produk yang dibuat oleh wirausaha lain," ujarnya.
Wali Kota Padang Panjang Asrul mengatakan kendala-kendala tersebut memang ditemui oleh para pelaku usaha di Padang Panjang.
Pemerintah daerah, ujarnya sudah berupaya memberikan dukungan pada pelaku IKM berupa permodalan, sarana pendukung usaha, kemudahan perizinan, pelatihan inovasi produk dan lainnya namun hasilnya dirasa masih belum maksimal.
Disayangkan pula karena dukungan pemerintah tersebut, IKM dinilai bergantung pada bantuan pemerintah sehingga wirausaha jauh dari makna sebenarnya di mana pelakunya mandiri dan mampu mengatur sendiri jalannya usaha hingga berkembang.
Ia mengatakan pemerintah setempat menjalin kerja sama dengan Sahabat UMKM untuk memberikan pelatihan bisnis bagi pelaku IKM mengatasi lima kendala yang umum dihadapi di dunia usaha tersebut.
Kerja sama dengan Sahabat UMKM berupa pelatihan bisnis selama empat bulan yang dilakukan secara bertahap berupa pelatihan, motivasi menjalankan usaha, penerapan hasil pelatihan oleh para pelaku IKM, hingga membangun komunitas Rumah Wirausaha di Padang Panjang.
Pewarta : Syahrul Rahmat
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dukung Apel Akbar Satlinmas, Bank Sumsel Babel raih penghargaan khusus Pemprov Sumsel
30 August 2026 16:58 WIB
Rayakan HUT ke-81 RI, Pertamina PHR Zona 4 salurkan 4.000 paket sembako murah di Sumsel
17 August 2026 20:19 WIB
Komisaris utama Pertamina apresiasi kinerja dan kesiapan Kilang Plaju sebagai pelopor energi hijau
24 July 2026 20:22 WIB
Bank Sumsel Babel dukung Pemprov Sumsel wujudkan "Health Tourism" berkelas nasional
06 July 2026 8:14 WIB
FEB Universitas Tridinanti dan ANTARA edukasi mahasiswa cara bijak manfaatkan AI
11 June 2026 16:06 WIB
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB, 2025
Pusri tampilkan produk UMKM binaan di Pameran Produk Unggulan Sumsel 2025
03 July 2025 10:28 WIB, 2025