Petani lada terancam gagal panen
Kamis, 13 Juni 2019 22:59 WIB
Choiri, petani lada di Bangka Tengah, Kamis (13/6) (ANTARA News Babel/Ahmadi)
Koba, Babel (ANTARA) - Petani lada di Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terancam gagal panen karena komoditas unggulan itu mengalami kerontokan buah sebelum masuk masa panen.
Choiri, seorang petani komoditas lada di Koba, Kamis, mengaku hingga sekarang belum diketahui penyebab rontoknya buah lada sebelum masuk masa panen.
"Sebelumnya tidak pernah terjadi buah lada rontok, saya juga belum tahu penyakit apa yang menyerang buah lada dan ini sangat berbahaya karena terancam gagal panen," ujarnya.
Ia mengatakan, selama ini penyakit yang selalu menyerang tanaman lada adalah jamur, ulat malam dan daun kuning.
"Buah rontok belum pernah terjadi dan ini penyakit yang sangat berbahaya menyerang petani karena berisiko gagal panen, pada akhirnya saya bisa merugi karena biaya yang dikeluarkan tidak sebanding dengan produksi," ujarnya.
Sementara Yan, petani lada lainnya juga mengeluhkan penyakit rontok buah lada tersebut dan sudah berupaya mengatasinya namun belum berhasil.
"Ini penyakit baru yang menimpa buah lada, saya sudah antisipasi sebelumnya namun tidak berhasil dan sekarang rata-rata buah lada mengalami rontok sebelum panen," ujarnya.
Ia mengatakan, kondisi tersebut dapat mengancam produksi dan pendapatan dan bahkan mengalami kerugian cukup besar.
"Saya sudah banyak mengeluarkan modal sebelum panen, jika buah rontok maka terancam gagal panen dan sudah dipastikan merugi," ujarnya.
Choiri, seorang petani komoditas lada di Koba, Kamis, mengaku hingga sekarang belum diketahui penyebab rontoknya buah lada sebelum masuk masa panen.
"Sebelumnya tidak pernah terjadi buah lada rontok, saya juga belum tahu penyakit apa yang menyerang buah lada dan ini sangat berbahaya karena terancam gagal panen," ujarnya.
Ia mengatakan, selama ini penyakit yang selalu menyerang tanaman lada adalah jamur, ulat malam dan daun kuning.
"Buah rontok belum pernah terjadi dan ini penyakit yang sangat berbahaya menyerang petani karena berisiko gagal panen, pada akhirnya saya bisa merugi karena biaya yang dikeluarkan tidak sebanding dengan produksi," ujarnya.
Sementara Yan, petani lada lainnya juga mengeluhkan penyakit rontok buah lada tersebut dan sudah berupaya mengatasinya namun belum berhasil.
"Ini penyakit baru yang menimpa buah lada, saya sudah antisipasi sebelumnya namun tidak berhasil dan sekarang rata-rata buah lada mengalami rontok sebelum panen," ujarnya.
Ia mengatakan, kondisi tersebut dapat mengancam produksi dan pendapatan dan bahkan mengalami kerugian cukup besar.
"Saya sudah banyak mengeluarkan modal sebelum panen, jika buah rontok maka terancam gagal panen dan sudah dipastikan merugi," ujarnya.
Pewarta : Ahmadi
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB, 2025
Pusri tampilkan produk UMKM binaan di Pameran Produk Unggulan Sumsel 2025
03 July 2025 10:28 WIB, 2025