Menteri Sosial minta warga sayangi alam
Rabu, 12 Juni 2019 15:44 WIB
Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita menemui pengungsi korban banjir di Kelurahan Wanggu, Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (12/6/2019). (ANTARA FOTO/JOJON)
Kendari (ANTARA) - Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita menjaga dan menyayangi alam agar terhindar dari berbagai bencana alam.
"Curahkan kasih sayangmu kepada alam, niscaya alam pun agar membalas cinta kasihmu dengan kedamaian," katanya di Kendari, Rabu.
Ia menyebut kejadian bencana banjir dan tanah longsor yang melanda berbagai wilayah Indonesia sebagai tanda hubungan yang tidak harmonis manusia dengan alam.
"Kadang-kadang ambisi manusia yang tidak terkendali, menjadikan kawasan hutan luas untuk lahan produktif dengan dalih menciptakan kesejahteraan rakyat, menjadi mudarat bagi kemaslahatan umat," katanya.
Menteri Sosial mengunjungi Kendari untuk meninjau daerah terdampak banjir dan konflik sosial.
Curah hujan tinggi di wilayah Sulawesi Tenggara menyebabkan banjir di Kabupaten Konawe Utara, Konawe, Konawe Selatan, Kota Kendari, Konawe Kepulauan dan Kabupaten Buton Utara.
Direktur Walhi Sulawesi Tenggara Saharuddin mengatakan musibah banjir di sejumlah daerah merupakan akibat dari pengelolaan lingkungan yang kurang baik.
Ia menyarankan pemerintah provinsi bersinergi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk mengevaluasi secara menyeluruh tentang kebijakan pemanfaatan lahan.
"Baik peruntukkan pertambangan, pengolahan hasil maupun perkebunan," kata Saharuddin.
Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi mengatakan pemerintah saat ini fokus membantu korban banjir.
"Musibah atau bencana alam adalah duka kita semua. Tidak perlu saling mengungkit siapa salah dan siapa yang benar. Yang terpenting saat ini adalah menolong saudara-saudara kita yang mengalami kesusahan," katanya.
"Curahkan kasih sayangmu kepada alam, niscaya alam pun agar membalas cinta kasihmu dengan kedamaian," katanya di Kendari, Rabu.
Ia menyebut kejadian bencana banjir dan tanah longsor yang melanda berbagai wilayah Indonesia sebagai tanda hubungan yang tidak harmonis manusia dengan alam.
"Kadang-kadang ambisi manusia yang tidak terkendali, menjadikan kawasan hutan luas untuk lahan produktif dengan dalih menciptakan kesejahteraan rakyat, menjadi mudarat bagi kemaslahatan umat," katanya.
Menteri Sosial mengunjungi Kendari untuk meninjau daerah terdampak banjir dan konflik sosial.
Curah hujan tinggi di wilayah Sulawesi Tenggara menyebabkan banjir di Kabupaten Konawe Utara, Konawe, Konawe Selatan, Kota Kendari, Konawe Kepulauan dan Kabupaten Buton Utara.
Direktur Walhi Sulawesi Tenggara Saharuddin mengatakan musibah banjir di sejumlah daerah merupakan akibat dari pengelolaan lingkungan yang kurang baik.
Ia menyarankan pemerintah provinsi bersinergi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk mengevaluasi secara menyeluruh tentang kebijakan pemanfaatan lahan.
"Baik peruntukkan pertambangan, pengolahan hasil maupun perkebunan," kata Saharuddin.
Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi mengatakan pemerintah saat ini fokus membantu korban banjir.
"Musibah atau bencana alam adalah duka kita semua. Tidak perlu saling mengungkit siapa salah dan siapa yang benar. Yang terpenting saat ini adalah menolong saudara-saudara kita yang mengalami kesusahan," katanya.
Pewarta : Sarjono
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Sumsel-Icraf luncurkan aplikasi SiAlam permudah akses perhutanan sosial
10 December 2025 18:10 WIB
Jamkrindo-Kejagung perkuat pelatihan pidana kerja sosial di Sumatera Selatan
05 December 2025 8:05 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Sebanyak 17 penumpang longboat selamat, kapal mati mesin di Perairan Maluku Tenggara
27 January 2026 7:34 WIB