Bantul (ANTARA) - Produksi makanan tradisional mides atau bakmi pedes khas daerah Pundong, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjelang Idul Fitri 1440 Hijriah mengalami peningkatan dibanding awal bulan puasa.

"Jelas ada penambahan produksi, kalau awal puasa kemarin masih belum ramai banget, tapi dua minggu sebelum Lebaran hingga sekarang ini sudah ada peningkatan," kata pemilik warung mides 'Mbak Anik' di Patalan Pundong Bantul Agus Sumarwan, Minggu.

Agus yang juga suami mbak Anik ini mengatakan, peningkatan produksi makanan olahan bakmi yang dimasak dengan kuah maupun digoreng dengan rasa pedas ini mencapai 50 persen dibanding awal puasa atau hari-hari biasa.

Peningkatan produksi atau penjualan kuliner khas yang hampir sama dengan bakmi Jawa ini dikarenakan masyarakat sudah mulai mencari menu berbuka puasa di luar setelah awal puasa lebih cenderung menyediakan makanan sendiri.

"Kemudian yang sudah mudik biasanya jajan mengajak temannya, per hari biasanya 20 sampai 25 kilogram bakmi, namun mulai empat hari lalu kita menyiapkan 30 sampai 35 kilogram per hari, jadi ada kenaikan 40 sampai 50 persen," katanya.

Dia mengatakan, peningkatan produksi dan penjualan mides ini diperkirakan masih dialami hingga beberapa hari jelang Idul Fitri 1440 H, dan kemudian meningkat lagi setelah libur Lebaran terutama dari kalangan wisatawan.

"Setelah Lebaran biasanya banyak pendatang-pendatang yang pulang dari berwisata itu mampir ke warung, bahkan setelah Lebaran sampai H+10 itu biasanya yang jajan di warung dari jauh-jauh semua, dalam arti meningkat lagi," katanya.

Apalagi, kata dia, berjualan Mides yang dirintis bersama istrinya (Mbak Anik) sejak 2001 meneruskan usaha ibu mertuanya sejak 1980-an itu, warungnya tidak jauh dari Jalan Parangtritis sebagai jalur wisata pantai.

Bahkan, menurut dia, untuk mencari keberadaan warung kuliner khas Pundong Bantul ini tidak sulit, yaitu di Jalan Parangtritis KM 14,5 masuk ke timur kurang lebih 100 meter.

"Lokasinya memang di dalam jalan raya, dan di pinggir sawah, jadi nuansanya desa," katanya.

Dia mengatakan, untuk mides yang dilengkapi dengan sayur loncang, kubis dan taburan bawang goreng itu dijual dengan harga Rp9.000 per porsi. Selain mides warung tersebut juga menyediakan makanan lain seperti nasi goreng dan magelangan.

"Untuk Lebaran harga per porsi tetap, tidak ada perubahan. Di warung kita tidak hanya sediakan mides, tapi ada nasi goreng dan menu lain bagi pelanggan yang tidak suka mides, tetapi yang rekomended mides, dan yang ke sini karena ingin makan mides," katanya.

Pewarta : Hery Sidik
Uploader : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2024