Palembang (ANTARA News Sumsel) - Gelandang Sriwijaya FC Ichsan Kurniawan masih terdaftar sebagai pemain klub asal Sumatera Selatan itu meski saat ini ikut berlatih dengan Borneo FC.

Sekretaris Tim Sriwijaya FC Rizal Darmawan di Palembang, Selasa, mengatakan, Ichsan hanya meminta izin untuk ikut berlatih dengan Borneo FC karena Sriwijaya FC diliburkan oleh manajemen.

"Ichsan sedang pemulihan cedera, sehingga harus terus berlatih. Dia butuh latihan, dan sudah minta izin ke manajemen klub. Bagi kami tidak masalah," kata Rizal.

Ia mengatakan hingga kini Ichsan Kurniawan belum meminta surat ke luar dari manajemen klub sebagai syarat jika ingin bergabung dengan klub lain.

Ini artinya, Ichsan masih tercatat sebagai pemain SFC, kata dia.

Namun, jika nantinya pemain ini tetap berkeinginan meninggalkan SFC maka diharapkan dapat berkomunikasi terlebih dahulu dengan manajemen klub karena masa kontrak kerjanya baru berakhir pada Maret 2019.

Masa berakhir kontrak kerja Ichsan Kurniawan diketahui juga sama persis dengan Risky Dwi Ramadhana.

"Prinsipnya, kami tidak menghalangi apalagi saat ini memang belum ada pembicaran terkait kontrak baru dengan seluruh pemain," ujar Rizal.

Sriwijaya FC ditinggalkan mayoritas pemain musim lalu setelah tim ini terdegradasi dari Liga 1 ke Liga 2. Setelah diawali dengan berpindahnya pemain andalan, seperti Esteban Vizcarra, Alberto Goncalves, Zulfiandi, Marckho Meraudje, kini perpindahan jilid II sepertinya bakal terjadi jika manajemen klub tidak gerak cepat.

Pemain rekrutan yang khusus memperkuat tim di Piala Indonesia yakni pemain SFC U-19, pemain Tim Eks PON Sumsel, dan pemain lokal musim lalu mulai memberikan sinyal untuk hengkang.

Salah satunya Hafid Ibrahim yang menyatakan hengkang ke Perseru Serui lantaran manajemen klub tak kunjung menyodori kontrak kerja baru.

"Saya dapat tawaran dari Perserui, ya terpaksa saya ambil karena Sriwijaya FC tidak juga ada kejelasan," kata dia.

Sebelumnya, pemilik saham mayoritas di PT Sriwijaya Optimis Mandiri Muddai Madang menyerahkan semua sahamnya ke mantan Direktur PT Bank Sumsel Babel Asfan Fiqri Sanaf.

Dengan penyerahan saham ini maka secara otomatis pengelolaan manajemen klub juga beralih ke pihak yang baru.

Setelah Sriwijaya FC terdegrasi dari Liga 1 ke Liga 2 terjadi sejumlah perubahan mendasar dalam klub yang sudah berkompetisi selama 13 tahun di kompetisi kasta tertinggi Tanah Air.