Ichsan Kurniawan masih terdaftar sebagai pemain SFC
Selasa, 26 Februari 2019 22:35 WIB
Arsip- Ichsan Kurniawan (kiri) berebut bola dengan pesepak bola Persela Lamongan Choirul Huda (kanan). (ANTARA News Sumsel/Nova Wahyudi/dol)
Palembang (ANTARA News Sumsel) - Gelandang Sriwijaya FC Ichsan Kurniawan masih terdaftar sebagai pemain klub asal Sumatera Selatan itu meski saat ini ikut berlatih dengan Borneo FC.
Sekretaris Tim Sriwijaya FC Rizal Darmawan di Palembang, Selasa, mengatakan, Ichsan hanya meminta izin untuk ikut berlatih dengan Borneo FC karena Sriwijaya FC diliburkan oleh manajemen.
"Ichsan sedang pemulihan cedera, sehingga harus terus berlatih. Dia butuh latihan, dan sudah minta izin ke manajemen klub. Bagi kami tidak masalah," kata Rizal.
Ia mengatakan hingga kini Ichsan Kurniawan belum meminta surat ke luar dari manajemen klub sebagai syarat jika ingin bergabung dengan klub lain.
Ini artinya, Ichsan masih tercatat sebagai pemain SFC, kata dia.
Namun, jika nantinya pemain ini tetap berkeinginan meninggalkan SFC maka diharapkan dapat berkomunikasi terlebih dahulu dengan manajemen klub karena masa kontrak kerjanya baru berakhir pada Maret 2019.
Masa berakhir kontrak kerja Ichsan Kurniawan diketahui juga sama persis dengan Risky Dwi Ramadhana.
"Prinsipnya, kami tidak menghalangi apalagi saat ini memang belum ada pembicaran terkait kontrak baru dengan seluruh pemain," ujar Rizal.
Sriwijaya FC ditinggalkan mayoritas pemain musim lalu setelah tim ini terdegradasi dari Liga 1 ke Liga 2. Setelah diawali dengan berpindahnya pemain andalan, seperti Esteban Vizcarra, Alberto Goncalves, Zulfiandi, Marckho Meraudje, kini perpindahan jilid II sepertinya bakal terjadi jika manajemen klub tidak gerak cepat.
Pemain rekrutan yang khusus memperkuat tim di Piala Indonesia yakni pemain SFC U-19, pemain Tim Eks PON Sumsel, dan pemain lokal musim lalu mulai memberikan sinyal untuk hengkang.
Salah satunya Hafid Ibrahim yang menyatakan hengkang ke Perseru Serui lantaran manajemen klub tak kunjung menyodori kontrak kerja baru.
"Saya dapat tawaran dari Perserui, ya terpaksa saya ambil karena Sriwijaya FC tidak juga ada kejelasan," kata dia.
Sebelumnya, pemilik saham mayoritas di PT Sriwijaya Optimis Mandiri Muddai Madang menyerahkan semua sahamnya ke mantan Direktur PT Bank Sumsel Babel Asfan Fiqri Sanaf.
Dengan penyerahan saham ini maka secara otomatis pengelolaan manajemen klub juga beralih ke pihak yang baru.
Setelah Sriwijaya FC terdegrasi dari Liga 1 ke Liga 2 terjadi sejumlah perubahan mendasar dalam klub yang sudah berkompetisi selama 13 tahun di kompetisi kasta tertinggi Tanah Air.
Sekretaris Tim Sriwijaya FC Rizal Darmawan di Palembang, Selasa, mengatakan, Ichsan hanya meminta izin untuk ikut berlatih dengan Borneo FC karena Sriwijaya FC diliburkan oleh manajemen.
"Ichsan sedang pemulihan cedera, sehingga harus terus berlatih. Dia butuh latihan, dan sudah minta izin ke manajemen klub. Bagi kami tidak masalah," kata Rizal.
Ia mengatakan hingga kini Ichsan Kurniawan belum meminta surat ke luar dari manajemen klub sebagai syarat jika ingin bergabung dengan klub lain.
Ini artinya, Ichsan masih tercatat sebagai pemain SFC, kata dia.
Namun, jika nantinya pemain ini tetap berkeinginan meninggalkan SFC maka diharapkan dapat berkomunikasi terlebih dahulu dengan manajemen klub karena masa kontrak kerjanya baru berakhir pada Maret 2019.
Masa berakhir kontrak kerja Ichsan Kurniawan diketahui juga sama persis dengan Risky Dwi Ramadhana.
"Prinsipnya, kami tidak menghalangi apalagi saat ini memang belum ada pembicaran terkait kontrak baru dengan seluruh pemain," ujar Rizal.
Sriwijaya FC ditinggalkan mayoritas pemain musim lalu setelah tim ini terdegradasi dari Liga 1 ke Liga 2. Setelah diawali dengan berpindahnya pemain andalan, seperti Esteban Vizcarra, Alberto Goncalves, Zulfiandi, Marckho Meraudje, kini perpindahan jilid II sepertinya bakal terjadi jika manajemen klub tidak gerak cepat.
Pemain rekrutan yang khusus memperkuat tim di Piala Indonesia yakni pemain SFC U-19, pemain Tim Eks PON Sumsel, dan pemain lokal musim lalu mulai memberikan sinyal untuk hengkang.
Salah satunya Hafid Ibrahim yang menyatakan hengkang ke Perseru Serui lantaran manajemen klub tak kunjung menyodori kontrak kerja baru.
"Saya dapat tawaran dari Perserui, ya terpaksa saya ambil karena Sriwijaya FC tidak juga ada kejelasan," kata dia.
Sebelumnya, pemilik saham mayoritas di PT Sriwijaya Optimis Mandiri Muddai Madang menyerahkan semua sahamnya ke mantan Direktur PT Bank Sumsel Babel Asfan Fiqri Sanaf.
Dengan penyerahan saham ini maka secara otomatis pengelolaan manajemen klub juga beralih ke pihak yang baru.
Setelah Sriwijaya FC terdegrasi dari Liga 1 ke Liga 2 terjadi sejumlah perubahan mendasar dalam klub yang sudah berkompetisi selama 13 tahun di kompetisi kasta tertinggi Tanah Air.
Pewarta : Dolly Rosana
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Segrup dengan Malaysia dan Vietnam di Piala AFF U17, Kurniawan Dwi Yulianto: Semua lawan berat
06 March 2026 16:43 WIB
Sultan HB X pastikan Yogyakarta sudah kondusif pasca ricuh aksi massa di Mapolda
30 August 2025 20:19 WIB
Ratusan ojol Palembang teriakkan yel-yel keadilan, gelar aksi damai di Mapolda Sumsel
30 August 2025 11:36 WIB
Prabowo nyatakan pemerintah jamin kehidupan keluarga pengemudi ojol Affan Kurniawan
29 August 2025 13:27 WIB
Kejari Muba edukasi peran dan tugas jaksa sebagai eksekutor ke guru dan pelajar
13 June 2025 18:23 WIB