Dolar AS melemah di tengah data ekonomi suram
Sabtu, 16 Februari 2019 9:07 WIB
Seorang petugas menghitung uang Rupiah dan Dolar AS. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
New York (Antara/Xinhua) - Kurs dolar AS melemah terhadap mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena para pelaku pasar mencerna sejumlah data ekonomi suram.
Produksi industri Amerika Serikat turun 0,6 persen pada Januari, penurunan pertama dalam delapan bulan terakhir, Federal Reserve melaporkan Jumat (15/2). Angka ini gagal memenuhi konsensus pasar.
Harga impor Amerika Serikat turun 0,5 persen pada Januari, kata Departemen Tenaga Kerja AS, menyusul penurunan 1,0 persen pada Desember dan penurunan 1,7 persen pada November.
Data suram datang setelah Departemen Perdagangan pada Kamis (14/2) melaporkan bahwa penjualan ritel AS pada Desember turun 1,2 persen dari bulan sebelumnya, penurunan terburuk dalam sembilan tahun terakhir.
Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,08 persen menjadi 96,9037 pada akhir perdagangan.
Pada akhir perdagangan New York, euro jatuh menjadi 1,1295 dolar AS dari 1,1299 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,2886 dolar AS dari 1,2801 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi 0,7139 dolar AS dari 0,7105 dolar AS.
Dolar AS dibeli 110,44 yen Jepang, lebih rendah dari 110,47 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 1,0049 franc Swiss dari 1,0047 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3250 dolar Kanada dari 1,3281 dolar Kanada.
Produksi industri Amerika Serikat turun 0,6 persen pada Januari, penurunan pertama dalam delapan bulan terakhir, Federal Reserve melaporkan Jumat (15/2). Angka ini gagal memenuhi konsensus pasar.
Harga impor Amerika Serikat turun 0,5 persen pada Januari, kata Departemen Tenaga Kerja AS, menyusul penurunan 1,0 persen pada Desember dan penurunan 1,7 persen pada November.
Data suram datang setelah Departemen Perdagangan pada Kamis (14/2) melaporkan bahwa penjualan ritel AS pada Desember turun 1,2 persen dari bulan sebelumnya, penurunan terburuk dalam sembilan tahun terakhir.
Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,08 persen menjadi 96,9037 pada akhir perdagangan.
Pada akhir perdagangan New York, euro jatuh menjadi 1,1295 dolar AS dari 1,1299 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,2886 dolar AS dari 1,2801 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi 0,7139 dolar AS dari 0,7105 dolar AS.
Dolar AS dibeli 110,44 yen Jepang, lebih rendah dari 110,47 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 1,0049 franc Swiss dari 1,0047 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3250 dolar Kanada dari 1,3281 dolar Kanada.
Pewarta : ANTARA
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Analis: Kurs Rupiah berada di pola sideways, pasar berhati-hati terhadap dolar AS yang menguat
14 November 2025 16:17 WIB
Terpopuler - Info Bisnis
Lihat Juga
KAI Palembang catat 29.253 tiket Lebaran 2026 terjual, 50 persen dari kapasitas
10 February 2026 19:44 WIB