Bulog Sumsel pasarkan beras medium murah
Jumat, 4 Januari 2019 11:35 WIB
Dokumentasi- Pekerja menyusun karung beras milik Bulog. (ANTARA Sumsel/Feny Selly)
Palembang (ANTARA News Sumsel) - Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional Sumatera Selatan dan Bangka Belitung memasarkan beras medium berharga murah di bawah harga eceran tertinggi (HET) di sejumlah pasar tradisional di Palembang, Sumsel.
Kepala Perum Bulog Divre Sumsel dan Babel M Yusuf Salahuddin di Palembang, Kamis, mengatakan Bulog menjual beras medium kemasan 10 kilogram seharga Rp8.900 per kg, sementara untuk kemasan 5 kg senilai Rp9.000 per kg.
"Harga beras medium yang kami pasarkan dengan armada kami masih di bawah HET yang ditetapkan Kementerian Perdagangan untuk Sumsel yang senilai Rp9.450 per kg," kata dia.
Yusuf mengatakan Bulog menyalurkan sebanyak 5 ton beras medium untuk setiap armada truk yang bergerak ke titik pasar tradisional.
Untuk saat ini, kata dia, terdapat empat titik pasar yang dituju Bulog, di antaranya Pasar 26 Ilir dan Pasar Plaju di Palembang.
"Selain itu kami juga menyalurkan di tiga pasar yang menjadi acuan BPS (Badan Pusat Statistik). Di sana kami tidak menggunakan armada truk karena sudah memiliki outlet," kata dia.
Yusuf mengemukakan kegiatan KPSH bakal rutin dijalankan perum sepanjang tahun ini. Tujuannya tak lain untuk menjaga stabilisasi harga beras.
Meski saat ini beras tidak menjadi komoditas penyumbang inflasi, ia menambahkan, namun Bulog tetap concern untuk memberi sinyal kepada masyarakat agar tidak khawatir dengan isu kenaikan harga beras.
"Selain beras, armada kami juga membawa komoditas bahan pokok lain, seperti terigu, minyak goreng dan gula pasir," kata dia.
Kepala Perum Bulog Divre Sumsel dan Babel M Yusuf Salahuddin di Palembang, Kamis, mengatakan Bulog menjual beras medium kemasan 10 kilogram seharga Rp8.900 per kg, sementara untuk kemasan 5 kg senilai Rp9.000 per kg.
"Harga beras medium yang kami pasarkan dengan armada kami masih di bawah HET yang ditetapkan Kementerian Perdagangan untuk Sumsel yang senilai Rp9.450 per kg," kata dia.
Yusuf mengatakan Bulog menyalurkan sebanyak 5 ton beras medium untuk setiap armada truk yang bergerak ke titik pasar tradisional.
Untuk saat ini, kata dia, terdapat empat titik pasar yang dituju Bulog, di antaranya Pasar 26 Ilir dan Pasar Plaju di Palembang.
"Selain itu kami juga menyalurkan di tiga pasar yang menjadi acuan BPS (Badan Pusat Statistik). Di sana kami tidak menggunakan armada truk karena sudah memiliki outlet," kata dia.
Yusuf mengemukakan kegiatan KPSH bakal rutin dijalankan perum sepanjang tahun ini. Tujuannya tak lain untuk menjaga stabilisasi harga beras.
Meski saat ini beras tidak menjadi komoditas penyumbang inflasi, ia menambahkan, namun Bulog tetap concern untuk memberi sinyal kepada masyarakat agar tidak khawatir dengan isu kenaikan harga beras.
"Selain beras, armada kami juga membawa komoditas bahan pokok lain, seperti terigu, minyak goreng dan gula pasir," kata dia.
Pewarta : Dolly Rosana
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sebanyak 86 ribu lebih warga OKU Raya terima bantuan pangan beras dan minyak goreng
04 December 2025 20:21 WIB
Sebanyak 2.064 ton beras SPHP disalurkan di OKU, OKU Timur dan OKU Selatan hingga September 2025
15 October 2025 14:05 WIB
Sebanyak 12.677 ton beras SPHP disalurkan di Sumsel-Babel hingga Oktober 2025
12 October 2025 6:41 WIB
Terpopuler - Info Bisnis
Lihat Juga
PT Bumi Andalas Permai dukung budidaya kepiting bakau di Desa Sungai Batang OKI
12 February 2026 14:15 WIB
KAI Palembang catat 29.253 tiket Lebaran 2026 terjual, 50 persen dari kapasitas
10 February 2026 19:44 WIB