LKY minta masyarakat tidak mudah tergiur barang diskon
Rabu, 19 Desember 2018 18:05 WIB
Diskon. (ANTARA News Sumsel/Feny Selly/Ang/18)
Yogyakarta (ANTARA News Sumsel) - Lemba Konsumen Yogyakarta meminta masyarakat tidak mudah tergiur membeli berbagai barang dagangan yang ditawarkan dengan harga diskon di pusat perbelanjaan menghadapi libur Natal dan Tahun Baru.
"Saran kami jangan mudah tergiur dengan adanya diskon besar-besaran," kata Koordinator Layanan dan Pengaduan Lembaga Konsumen Yogyakarta (LKY) Intan Nur Rahmawati di Yogyakarta, Rabu.
Menurut dia, sebelum membeli barang dengan harga diskon konsumen perlu mengecek harga-aslinya apakah sesuai kewajaran atau tidak. Sebab, menurut dia, terkadang sebelum diberi diskon, harga barang yang ditawarkan sudah dinaikkan terlebih dahulu.
Selain itu, menurut dia, konsumen juga perlu memastikan apakah barang yang dijual tersebut merupakan barang cacat atau tidak. "Cek dulu apakah barangnya cacat atau tidak karena kalau cacat biasanya memang harganya sudah turun," kata dia.
Lebih dari itu, Intan juga berpesan agar saat berbelanja makanan atau parsel selama Natal dan Tahun Baru konsumen memperhatikan kualitas dan tanggal kedaluwarsanya sebelum membeli.
Oleh sebab itu, menurut dia, konsumen harus bersikap kritis apakah penerapan diskon itu memang benar-benar terjadi pemotongan harga atau hanya sarana bagi pedagang untuk menarik konsumen dan menaikkan omzet dagangannya. "Apakah betul-betul ada pemotongan harga, itu perlu dipastikan," kata dia.
Ia menilai momentum hari-hari besar atau libur panjang kerap dimanfaatkan oleh oknum pedagang tertentu untuk meraup keuntungan dengan memasang diskon besar-besaran.
Ia mengatakan apabila pemasangan diskon tersebut hanya tipuan untuk menarik konsumen, maka penjual telah melanggar Undang-Undang Perlindungan Konsumen. "Masyarakat bisa mengadukan ke LKY apabila menemui diskon yang tidak wajar," kata dia.
Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) DIY Diah Tjahjonowati berharap masyarakat lebih selektif, kritis, dan cerdas memilih produk makanan yang sehat di pasaran menjelang Natal dan Tahun Baru, bukan hanya tergiur harganya yang murah.
"Masyarakat bisa melakukan cek 'KLIK' (kemasan, label, izin edar, dan tanggal kadaluwarsa) sebelum memutuskan membeli produk makanan," kata dia.
"Saran kami jangan mudah tergiur dengan adanya diskon besar-besaran," kata Koordinator Layanan dan Pengaduan Lembaga Konsumen Yogyakarta (LKY) Intan Nur Rahmawati di Yogyakarta, Rabu.
Menurut dia, sebelum membeli barang dengan harga diskon konsumen perlu mengecek harga-aslinya apakah sesuai kewajaran atau tidak. Sebab, menurut dia, terkadang sebelum diberi diskon, harga barang yang ditawarkan sudah dinaikkan terlebih dahulu.
Selain itu, menurut dia, konsumen juga perlu memastikan apakah barang yang dijual tersebut merupakan barang cacat atau tidak. "Cek dulu apakah barangnya cacat atau tidak karena kalau cacat biasanya memang harganya sudah turun," kata dia.
Lebih dari itu, Intan juga berpesan agar saat berbelanja makanan atau parsel selama Natal dan Tahun Baru konsumen memperhatikan kualitas dan tanggal kedaluwarsanya sebelum membeli.
Oleh sebab itu, menurut dia, konsumen harus bersikap kritis apakah penerapan diskon itu memang benar-benar terjadi pemotongan harga atau hanya sarana bagi pedagang untuk menarik konsumen dan menaikkan omzet dagangannya. "Apakah betul-betul ada pemotongan harga, itu perlu dipastikan," kata dia.
Ia menilai momentum hari-hari besar atau libur panjang kerap dimanfaatkan oleh oknum pedagang tertentu untuk meraup keuntungan dengan memasang diskon besar-besaran.
Ia mengatakan apabila pemasangan diskon tersebut hanya tipuan untuk menarik konsumen, maka penjual telah melanggar Undang-Undang Perlindungan Konsumen. "Masyarakat bisa mengadukan ke LKY apabila menemui diskon yang tidak wajar," kata dia.
Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) DIY Diah Tjahjonowati berharap masyarakat lebih selektif, kritis, dan cerdas memilih produk makanan yang sehat di pasaran menjelang Natal dan Tahun Baru, bukan hanya tergiur harganya yang murah.
"Masyarakat bisa melakukan cek 'KLIK' (kemasan, label, izin edar, dan tanggal kadaluwarsa) sebelum memutuskan membeli produk makanan," kata dia.
Pewarta : Luqman Hakim
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Info Mudik 2026: Tarif Tol Kayuagung-Palembang diskon 10 persen saat arus balik
19 March 2026 20:33 WIB
Info Mudik 2026: Bandara Djalaluddin Gorontalo siagakan posko terpadu dan diskon tiket
14 March 2026 8:50 WIB
Serbu! Promo Tiket KA Sindang Marga diskon 30 persen rute Palembang-Lubuklinggau
09 March 2026 20:54 WIB
Promo Imlek, Bank Sumsel Babel hadirkan diskon 50 persen hingga 22 Februari 2026
22 February 2026 17:02 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Prakiraan cuaca Jakarta Rabu, 16 September 2026: Cerah hingga cerah berawan
16 September 2026 9:18 WIB
Tim SAR evakuasi tujuh pendaki Gunung Nokilalaki Sigi yang kehabisan logistik
13 September 2026 16:44 WIB
Keluarga penumpang Kapal Virgo Transport 8 cemas menanti evakuasi di Pelabuhan Trisakti
13 September 2026 16:35 WIB
Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa: 6 meninggal, 97 selamat
13 September 2026 16:32 WIB
Kapal Pertamina selamatkan 16 korban KMP Virgo Transport 08 di Laut Jawa
13 September 2026 16:29 WIB
Pemadaman kebakaran Gunung Bromo lewat water bombing terkendala cuaca buruk
13 September 2026 16:21 WIB
Basarnas kerahkan helikopter cari korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa
13 September 2026 12:52 WIB
Tim SAR pusatkan pencarian lima jurnalis hilang di radius terdekat Gunung Anak Krakatau
11 September 2026 21:26 WIB