Transaksi uang elektronik LRT Sumsel terkendala
Selasa, 4 Desember 2018 10:31 WIB
Penumpang menggunakan e-money sebelum memasuki transportasi Light Rail Transit (LRT) atau kereta api ringan di Stasiun LRT Bandara SMB II Palembang. (ANTARA News FOTO/Feny Selly/Ang/18)
Palembang (ANTARA News Sumsel) - Pelaksanaan transaksi uang elektronik untuk pembayaran tarif kereta api ringan atau light rail transit (LRT) Sumatera Selatan di Palembang masih terkendala sejumlah persoalan, salah satunya kesiapan fasilitas pendukung.
Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre III Palembang Aida Suryanti di Palembang, Senin, mengatakan fasilitas pendukung seperti mesin ATM belum tersedia di semua stasiun LRT sehingga rencana ini belum terlaksana.
Ia mengatakan sebenarnya penggunaan uang elektronik ini untuk mendukung program Gerakan Nasiona NonTunai yang berlaku mulai 1 Desember 2018. Pemerintah menetapkan untuk naik LRT menggunakan Kartu Uang Elektronik (KUE) yang diterbitkan 5 perbankan.
"Saat ini kami telah memberlakukan penggunaan uang elektronik namun masih ada kendala, seperti untuk pengisian ulang uang elektronik di stasiun," kata dia.
Aida menambahkan waktu sosialisasi penggunaan uang elektronik untuk transaksi LRT dinilai belum terlalu lama, sementara penumpang LRT sangat beragam.
Sementara ini untuk penumpang tujuan dan dari Stasiun Bandara yang wajib menggunakan uang elektronik, namun bagi penumpang dari stasiun-stasiun lain yang telah memilikinya diarahkan untuk tetap menggunakan uang elektronik, sebagai dukungan program Gerakan Nasional NonTunai, kata dia.
Berdasarkan catatan Perseroan, saat ini penggunaan Kartu Uang Elektronik pada saat naik LRT mencapai 37.227 penumpang.
Aida mengatakan pihaknya terus berupaya dan rutin melakukan evaluasi untuk meningkatkan pelayanan dalam operasional LRT.
"Mengingat sebagai transportasi baru dan pertama di Indonesia, LRT Sumsel masih terus melakukan penyesuaian dan evaluasi dari semua pihak agar semakin baik operasionalnya, sehingga masyarakat akan mulai beralih menggunakan LRT sebagai alternatif transportasi dalam aktivitasnya," kata dia.
Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre III Palembang Aida Suryanti di Palembang, Senin, mengatakan fasilitas pendukung seperti mesin ATM belum tersedia di semua stasiun LRT sehingga rencana ini belum terlaksana.
Ia mengatakan sebenarnya penggunaan uang elektronik ini untuk mendukung program Gerakan Nasiona NonTunai yang berlaku mulai 1 Desember 2018. Pemerintah menetapkan untuk naik LRT menggunakan Kartu Uang Elektronik (KUE) yang diterbitkan 5 perbankan.
"Saat ini kami telah memberlakukan penggunaan uang elektronik namun masih ada kendala, seperti untuk pengisian ulang uang elektronik di stasiun," kata dia.
Aida menambahkan waktu sosialisasi penggunaan uang elektronik untuk transaksi LRT dinilai belum terlalu lama, sementara penumpang LRT sangat beragam.
Sementara ini untuk penumpang tujuan dan dari Stasiun Bandara yang wajib menggunakan uang elektronik, namun bagi penumpang dari stasiun-stasiun lain yang telah memilikinya diarahkan untuk tetap menggunakan uang elektronik, sebagai dukungan program Gerakan Nasional NonTunai, kata dia.
Berdasarkan catatan Perseroan, saat ini penggunaan Kartu Uang Elektronik pada saat naik LRT mencapai 37.227 penumpang.
Aida mengatakan pihaknya terus berupaya dan rutin melakukan evaluasi untuk meningkatkan pelayanan dalam operasional LRT.
"Mengingat sebagai transportasi baru dan pertama di Indonesia, LRT Sumsel masih terus melakukan penyesuaian dan evaluasi dari semua pihak agar semakin baik operasionalnya, sehingga masyarakat akan mulai beralih menggunakan LRT sebagai alternatif transportasi dalam aktivitasnya," kata dia.
Pewarta : Dolly Rosana
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Prabowo tegaskan Jakarta milik seluruh rakyat, minta Danantara dukung proyek LRT
16 September 2026 16:08 WIB
Dukung CFN dan Festival Musik, KAI tambah perjalanan LRT Sumsel hingga tengah malam
18 July 2026 17:43 WIB
HUT Ke-1.343 Palembang: KAI hadirkan tarif promo LRT Sumsel Rp43 melalui QRIS
26 June 2026 12:11 WIB
Terpopuler - Info Bisnis
Lihat Juga
Pertamina EP Adera Field berdayakan warga PALI buat kerajinan dari jerami padi
18 September 2026 18:27 WIB