
LRT Sumsel angkut 67.595 penumpang selama pemberlakuan tarif Rp43

Palembang (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional III Palembang mencatat layanan Lintas Raya Terpadu (LRT) Sumatera Selatan (Sumsel) mengangkut sebanyak 67.595 penumpang selama pemberlakuan tarif Rp43 dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-1.343 Kota Palembang pada 25-28 Juni 2026.
Manajer Humas KAI Divre III Palembang Aida Suryanti di Palembang, Sumatera Selatan, Senin, mengatakan program tarif spesial tersebut merupakan kolaborasi PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang, Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan (BPKARSS) dan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sumatera Selatan.
Selain memeriahkan HUT Kota Palembang, program itu juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Digital Kito Galo ke-7 dan Gemilang Palembang Raya serta mendukung percepatan digitalisasi sistem pembayaran dan Gerakan Nasional Kembali ke Angkutan Umum (GNKAU).
Banyaknya jumlah pengguna menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap LRT Sumsel sebagai moda transportasi perkotaan yang aman, nyaman, modern dan ramah lingkungan.
"Selama empat hari pelaksanaan tarif Rp43, LRT Sumsel melayani sebanyak 67.595 pelanggan. Capaian ini menjadi bukti bahwa kolaborasi berbagai pihak dalam menghadirkan transportasi publik yang mudah dijangkau mampu meningkatkan minat masyarakat menggunakan angkutan umum," katanya.
Selama periode itu, Stasiun Ampera menjadi stasiun dengan jumlah pelanggan terbanyak, yakni mencapai 13.839 orang. Tingginya angka tersebut didorong meningkatnya mobilitas masyarakat menuju kawasan pusat perayaan HUT Kota Palembang di sekitar Jembatan Ampera, Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera), dan Benteng Kuto Besak (BKB).
Momentum libur sekolah juga turut meningkatkan kunjungan masyarakat ke sejumlah destinasi wisata di kawasan tersebut, seperti Jembatan Ampera, tepian Sungai Musi, pusat kuliner, hingga Tugu Cempako Telok yang berada di kawasan Titik Nol Kilometer Kota Palembang.
Selain Stasiun Ampera, Stasiun Asrama Haji mencatat 12.897 pelanggan, disusul Stasiun DJKA sebanyak 9.694 pelanggan, dan Stasiun Bumi Sriwijaya sebanyak 7.845 pelanggan.
Keberhasilan program tarif khusus itu menjadi indikator meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menggunakan transportasi publik yang lebih efisien, mengurangi kemacetan, sekaligus mendukung pelestarian lingkungan.
"KAI Divre III Palembang bersama BPKARSS akan terus meningkatkan kualitas pelayanan LRT Sumsel, baik dari sisi keselamatan, keamanan, kenyamanan, maupun kemudahan akses bagi seluruh pelanggan. Berbagai inovasi dan kolaborasi akan terus kami hadirkan agar LRT Sumsel semakin menjadi pilihan utama masyarakat dalam bertransportasi di Kota Palembang," ujarnya.
Ia menambahkan sinergi bersama pemerintah daerah, BPKARSS, Bank Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan akan terus diperkuat guna membangun budaya penggunaan transportasi massal di Kota Palembang.
Kehadiran LRT Sumsel diharapkan tidak hanya menjadi solusi mobilitas masyarakat, tetapi juga mendukung pengembangan kawasan perkotaan, pertumbuhan ekonomi daerah, serta sistem transportasi yang berkelanjutan.
Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
