Baturaja (ANTARA News Sumsel) - Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan mencatat 60 orang anak menderita penyakit Tuberkulosis (TB) hingga terpaksa menjalani perawatan di RSUD Ibnu Soetowo Baturaja.

"Hingga Juni 2018 tercatat 60 orang anak-anak menderita penyakit TB anak," kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Ogan Komering Ulu Andi Prapto di Baturaja, Rabu.

Dia mengatakan angka serangan TB anak itu tergolong tinggi, namun pihaknya belum dapat memerinci darimana saja asal tempat tinggal 60 penderita yang saat ini menjalani masa pengobatan jalan di RS Ibnu Soetowo Baturaja.

"Termasuk tinggi jumlahnya. Tapi kita tahu yang berobat di RS Ibnu Soetowo tidak hanya berasal dari Kabupaten OKU saja. Tapi juga dari daerah lain, seperti OKU Timur dan OKU Selatan," katanya.

Dia mengemukakan penyakit TB rentan menyerang tidak hanya orang dewasa namun juga anak maupun balita yang diakibatkan kuman masuk tubuh manusia.

"Serangan TB anak dapat dibedakan dalam dua kategori, yakni TB kelenjar dan TB paru," katanya.

Meskipun tergolong tinggi, kata dia, serangan TB anak yang tercatat saat ini dapat diobati atau ditangani secara medik melalui pengobatan rutin selama 6-8 bulan.

"Melalui pemeriksaan secara intensif di poli anak dan meminum obat selama enam bulan, penyakit TB sejauh ini dapat disembuhkan," kata dia.

Dia mengungkapkan?TB merupakan penyakit menular dan dapat menyebabkan kematian jika tidak diobati.

"Sejauh ini alhamdulillah kami tidak menemukan adanya penderita TB anak di OKU yang sampai meninggal," ungkapnya.

Guna menghindari serangan TB anak, pihaknya secara rutin menyosialisasikan gerakan pencegahan TB melalui Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang diajarkan kepada orang tua maupun anak.

Selain PHBS, lanjutnya, serangan TB anak dapat dicegah dengan mendeteksi awal adanya penderita dewasa yang rentan menularkan penyakit tersebut.

"Saat pendeteksian awal serangan TB kami terapkan melalui Tes Cepat Molekur (TCM). Selain itu ada obat pencegahan profilaksis yang tersedia di Dinas Kesehatan OKU," ujar dia.

Pewarta : Edo Purmana
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026