Bulog Sumsel serap beras petani
Rabu, 5 September 2018 17:53 WIB
Kepala Perum Bulog Divre Sumsel dan Bangka Belitung, Yusuf Salahuddin (ANTARA News Sumsel/Susilawati/Ang/18)
Palembang (ANTARA News Sumsel) - Perum Bulog Divisi Regional Sumatera Selatan dan Bangka Belitung hingga kini terus melakukan penyerapan beras petani di sejumlah daerah di provinsi tersebut.
"Kami membeli beras sesuai instruksi pemerintah dengan harga Rp8.030 perkilogram," kata Kepala Perum Bulog Divisi Regional Sumatera Selatan dan Bangka Belitung M Yusuf Salahuddin di Palembang, Rabu.
Menurut dia, dengan harga fleksibilitas sebesar Rp8.030 itupun belum bisa terbeli, karena harga beras yang beredar di pasar adalah Rp8.200 sampai Rp8.300 perkilogram.
Jadi, kondisinya lebih kepada harga, kalau harganya masuk dan sesuai kualitas berapapun Bulog siap melakukan penyerapan beras petani, katanya.
Ia mengatakan, pihaknya baru bisa menyerap sekitar 11.500 ton beras dari target sebesar 80 ribu ton pada 2018.
"Kami sekarang ini masih dalam melakukan penyerapan beras di beberapa wilayah kerja seperti di Kabupaten Ogan Komering Ulu, juga Kota Palembang," ujarnya.
Penyerapan tersebut masih jauh dari target, karena selisih harga Rp8.030 perkilogram, sementara di pasaran sampai Rp8.300 perkilogram, jadi petani sekarang ini dalam kondisi menikmati.
Salah satu fungsi Bulog itu, lanjutnya mengamankan di tingkat petani dan konsumen.
Stok beras di Perum Bulog Divisi Regional Sumatera Selatan dan Bangka Belitung hingga kini mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sampai sembilan bulan ke depan, katanya.
"Kami membeli beras sesuai instruksi pemerintah dengan harga Rp8.030 perkilogram," kata Kepala Perum Bulog Divisi Regional Sumatera Selatan dan Bangka Belitung M Yusuf Salahuddin di Palembang, Rabu.
Menurut dia, dengan harga fleksibilitas sebesar Rp8.030 itupun belum bisa terbeli, karena harga beras yang beredar di pasar adalah Rp8.200 sampai Rp8.300 perkilogram.
Jadi, kondisinya lebih kepada harga, kalau harganya masuk dan sesuai kualitas berapapun Bulog siap melakukan penyerapan beras petani, katanya.
Ia mengatakan, pihaknya baru bisa menyerap sekitar 11.500 ton beras dari target sebesar 80 ribu ton pada 2018.
"Kami sekarang ini masih dalam melakukan penyerapan beras di beberapa wilayah kerja seperti di Kabupaten Ogan Komering Ulu, juga Kota Palembang," ujarnya.
Penyerapan tersebut masih jauh dari target, karena selisih harga Rp8.030 perkilogram, sementara di pasaran sampai Rp8.300 perkilogram, jadi petani sekarang ini dalam kondisi menikmati.
Salah satu fungsi Bulog itu, lanjutnya mengamankan di tingkat petani dan konsumen.
Stok beras di Perum Bulog Divisi Regional Sumatera Selatan dan Bangka Belitung hingga kini mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sampai sembilan bulan ke depan, katanya.
Pewarta : Susilawati
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bulog targetkan groundbreaking pabrik padi Banyuasin dimulai September 2026
31 August 2026 18:51 WIB
Bulog Sumsel Babel serap 127 ton gabah hingga Agustus 2026, capai 73 persen target
28 August 2026 19:53 WIB
Penyaluran beras SPHP Bulog Sumsel Babel tembus 26 ribu ton hingga Agustus 2026
28 August 2026 8:07 WIB
Bulog OKU siapkan 1.418 ton beras bantuan pangan untuk 47.288 penerima manfaat
13 August 2026 7:45 WIB
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB, 2025
Pusri tampilkan produk UMKM binaan di Pameran Produk Unggulan Sumsel 2025
03 July 2025 10:28 WIB, 2025