Memelihara tradisi "Kandeu Jara" di Bima
Selasa, 31 Juli 2018 13:04 WIB
Pelatih memandikan dan melatih kuda pacu di laut Desa Panda, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima, NTB, Selasa (1/8/2018). Bima memiliki tradisi "Kandeu Jara" atau memandikan kuda di tengah laut untuk melatih kuda pacu agar kuat. (Joko Susilo)
Bima, (ANTARA News Sumsel) - Masyarakat Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, memiliki tradisi "Kandeu Jara" atau memandikan kuda di tengah laut untuk melatih kuda pacu agar kuat.
"Ini untuk melatih pernafasan dan otot kuda sebelum bertanding di lintasan pacu," kata Muhammad Nur, pemilik kuda, saat ditemui di bibir pantai di Desa Panda, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima, NTB, Selasa.
Dia menjelaskan bahwa kuda-kuda yang masih pemula ini perlu dilatih kekuatan ototnya di dalam air, sambil dimandikan.
"Ini untuk persiapan mengikuti pertandingan," kata Muhammad Nur saat berbincang dengan Antara sambil menunggui kudanya dimandikan.
Sekitar 10 kuda dimandikan beberapa anak muda dan dipacu berlari di kedalaman sekitar 1,5 meter di bibir pantai.
Pacuan kuda atau "Pacoa Jara" sudah sangat lekat di masyarakat NTB, lebih khususnya adalah masyarakat Bima.
"Pacoa jara" ini sudah menjadi salah satu hiburan rakyat dan merupakan agenda rutin di Kabupaten Bima.
Muhammad Nur mengungkapkan bahwa kuda-kudanya itu dalam waktu dekat akan mengikuti lomba di arena pacuan kuda tradisional Desa Panda.
"Sudah diberi tahu oleh panitia, tapi saya lupa tanggalnya, makanya kuda-kuda saya latih di sini," katanya.
"Ini untuk melatih pernafasan dan otot kuda sebelum bertanding di lintasan pacu," kata Muhammad Nur, pemilik kuda, saat ditemui di bibir pantai di Desa Panda, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima, NTB, Selasa.
Dia menjelaskan bahwa kuda-kuda yang masih pemula ini perlu dilatih kekuatan ototnya di dalam air, sambil dimandikan.
"Ini untuk persiapan mengikuti pertandingan," kata Muhammad Nur saat berbincang dengan Antara sambil menunggui kudanya dimandikan.
Sekitar 10 kuda dimandikan beberapa anak muda dan dipacu berlari di kedalaman sekitar 1,5 meter di bibir pantai.
Pacuan kuda atau "Pacoa Jara" sudah sangat lekat di masyarakat NTB, lebih khususnya adalah masyarakat Bima.
"Pacoa jara" ini sudah menjadi salah satu hiburan rakyat dan merupakan agenda rutin di Kabupaten Bima.
Muhammad Nur mengungkapkan bahwa kuda-kudanya itu dalam waktu dekat akan mengikuti lomba di arena pacuan kuda tradisional Desa Panda.
"Sudah diberi tahu oleh panitia, tapi saya lupa tanggalnya, makanya kuda-kuda saya latih di sini," katanya.
Pewarta : Joko Susilo
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Seni & Budaya
Lihat Juga
Dinas Pariwisata Palembang promosikan Ziarah Kubro menjelang 10 hari Ramadhan
17 February 2025 19:57 WIB, 2025