SMAN Sumsel bantah buka kelas berbayar
Rabu, 18 Juli 2018 14:26 WIB
Suasana Masa Pengenalan Lingkungan SMAN Sumsel di Palembang, Rabu (18/7/18).(ANTARA News Sumsel/Deny Wahyudi/Erwin Matondang/18)
Palembang (ANTARA News Sumsel) -Beredarnya isu Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Sumatera Selatan (Sumsel) bakal membuka kelas berbayar untuk masyarakat umum langsung dibantah Kepala SMAN Sumsel.
"Kami hingga saat ini belum ada wacana membuka kelas khusus berbayar yang diperuntukkan bagi masyarakat umum," kata Kepala SMA Negeri Sumatera Selatan Ridwan Aziz di Palembang, Rabu.
Menurutnya, hingga pelaksanaan tahun ajaran baru 2018/2019, sekolah yang dipimpinnya tersebut masih menerima siswa dari berbagai kabupaten/kota di Sumsel dengan status tidak mampu alias miskin.
"Tahun ini kita tetap menerima 100 orang siswa tidak mampu. Jadi kita belum ada wacana membuka kelas berbayar yang dibuka untuk masyarakat umum tersebut," ungkapnya
Ridwan mengaku, hingga saat ini belum ada pembicaraan baik dari pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel terkait isu tersebut. Bahkan, pihaknya masih memfokuskan diri agar sekolah yang menampung siswa miskin ini bisa menambah kuota dan bukan membuka kelas khusus berbayar.
"Dulu memang kita pernah melakukan survei terkait minat masyarakat yang memiliki ekonomi keatas atau orang kaya, dari hasil tersebut memang permintaan sangat tinggi. Tapi itu hanya survei yang dilakukan dengan tujuan mengetahui respon masyarakat dengan SMAN Sumsel," tambahnya.
Dia menambahkan, berdirinya SMAN Sumsel bertujuan untuk memberikan pendidikan dengan kualitas baik kepada masyarakat secara gratis. Selama ini sekolah dengan kualitas baik cenderung membutuhkan biaya yang mahal dan tidak bisa diminati masyarakat miskin.
"Keberadaan SMAN Sumsel menbuat siswa miskin di Sumatera Selatan bisa menikmati sekolah berkualitas bagus tanpa biaya apapun alias gratis," tegasnya.
"Kami hingga saat ini belum ada wacana membuka kelas khusus berbayar yang diperuntukkan bagi masyarakat umum," kata Kepala SMA Negeri Sumatera Selatan Ridwan Aziz di Palembang, Rabu.
Menurutnya, hingga pelaksanaan tahun ajaran baru 2018/2019, sekolah yang dipimpinnya tersebut masih menerima siswa dari berbagai kabupaten/kota di Sumsel dengan status tidak mampu alias miskin.
"Tahun ini kita tetap menerima 100 orang siswa tidak mampu. Jadi kita belum ada wacana membuka kelas berbayar yang dibuka untuk masyarakat umum tersebut," ungkapnya
Ridwan mengaku, hingga saat ini belum ada pembicaraan baik dari pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel terkait isu tersebut. Bahkan, pihaknya masih memfokuskan diri agar sekolah yang menampung siswa miskin ini bisa menambah kuota dan bukan membuka kelas khusus berbayar.
"Dulu memang kita pernah melakukan survei terkait minat masyarakat yang memiliki ekonomi keatas atau orang kaya, dari hasil tersebut memang permintaan sangat tinggi. Tapi itu hanya survei yang dilakukan dengan tujuan mengetahui respon masyarakat dengan SMAN Sumsel," tambahnya.
Dia menambahkan, berdirinya SMAN Sumsel bertujuan untuk memberikan pendidikan dengan kualitas baik kepada masyarakat secara gratis. Selama ini sekolah dengan kualitas baik cenderung membutuhkan biaya yang mahal dan tidak bisa diminati masyarakat miskin.
"Keberadaan SMAN Sumsel menbuat siswa miskin di Sumatera Selatan bisa menikmati sekolah berkualitas bagus tanpa biaya apapun alias gratis," tegasnya.
Pewarta : Deny Wahyudi
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Sumsel bantu Rp 2 miliar untuk perbaikan asrama putra SMAN 3 Unggulan Kayuagung
08 May 2024 12:18 WIB, 2024
Puslabfor Mabes Polri datangi lokasi robohnya gedung SMAN 96 Jakbar
18 November 2021 12:47 WIB, 2021
Presiden Jokowi berharap pendidikan tatap muka bisa dilakukan semester II
24 February 2021 13:25 WIB, 2021
SMAN Sumsel dan komplek olahraga jakabaring pukau peserta SMN Kalteng
20 August 2019 14:40 WIB, 2019
Terpopuler - Pendidikan & Kesehatan
Lihat Juga
Polres OI bantu warga, beri layanan berobat gratis antisipasi dampak kabut asap
08 September 2026 18:56 WIB
Pertamina EP periksa kesehatan mata gratis 140 siswa SD di PALI dan Muara Enim
26 August 2026 15:45 WIB