Tim ITS Surabaya juara DWC
Senin, 9 Juli 2018 9:31 WIB
Mobil cons urban karya mahasiswa ITS 10 November Surabaya, Sapuangin, berjaya di Shell Eco-Marathon Drivers World Championship 2018, di London, Minggu kemarin. Dia menyingkirkan para jawara efisien pemakaian energi dari penjuru dunia. (ANTARA/Zeinita Gibbons)
London (ANTARA News Sumsel) - Tim mobil hemat energi, Sapuangin, dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, berhasil keluar sebagai juara di Drivers' World Championship (DWC) Grand Finale di Shell Eco-marathon yang berlangsung di Queen Elizabeth Olympic Park, Stratford, London, Minggu.
Kendaraan tim ITS Team 2 yang dikendarai Moch Hafis Habibi pada saat latihan pagi sebelumnya sempat mengalami kerusakan teknis stang mobil patah tapi akhirnya menjadi juara ajang kompetisi adu cepat antara mobil-mobil hemat energi kategori "Urban Concept" terbaik dari seluruh dunia untuk mencari pengemudi terhandal yang paling efisien dalam berkendara.
Manajer tim ITS Team 2 Rafi Rasyad kepada Antara, Minggu, mengakui bahwa kemenangan tim Sapuangin juga merupakan kemenangan bagi dua tim Indonesia lainnya yang ikut dalam lomba Shell Eco-marathon Drivers' World Championship (DWC) setelah ketiganya berhasil menempati posisi tiga tercepat dalam kompetisi balap DWC Asia yang dihelat usai kompetisi Shell Eco-marathon (SEM) Asia 2018 di Changi Exhibition Centre, Singapura.
Kemenangan tim ini sempat mengalami kendala teknis, dimana sebelumnya tim mahasiswa dari Kanada diumumkan sebagai juara, sementara dari hasil akhir justru tim ITS Team 2 yang berhasil menjuarai kejuaraan DWC yang diikuti oleh sembilan tim diantaranya Perancis. Amerika, Kanada dan Italia serta tiga dari Indonesia mewakili Asia.
Global Technical Director Shell Eco-marathon, Shanna Simmons mengakui bahwa ia merasa bangga tim ITS Team 2 bisa menjuarai DWC tahun ini.
"Saya menyaksikan sendiri bagaimana tim berhasil menyelesaikan 10 putaran dan secara resmi menyatakan tim ITS Surabaya sebagai pemenangnya. Kami akan rancang acara khusus buat mereka untuk merayakan kemenangannya ini," ujarnya.
Sementara General Manager Shell Eco-marathon, Norman Koch mengakui keberhasilan tim Indonesia merupakan suatu kebanggaan bagi Shell karena secara teknis Tim ITS Surabaya mengalami kemanjuan dan juga strategi mereka yang luar biasa.
Menurut Rafi Rasyad, sebenarnya ini kali ketiga ITS Team 2 menjadi perwakilan Asia di ajang Drivers World Championships dimana selain efisien juga dituntut untuk cepat.
"Kami hanya memiliki waktu tiga minggu setelah dinyatakan menjadi perwakilan Asia ke ajang DWC ini untuk membenahi mobil dan mempersiapkan diri untuk itu di SEM Europe, dimana kita bertanding dengan peserta dari regional Asia, Amerika, dan Eropa. Harapan kami adalah menjadi juara di grand final Driver World Championship dan ternyata kami menjadi pemenang," katanya.
Tim mobil hemat energi, ITS Team 2 dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dengan mobilnya Sapuangin bersama dua tim Indonesia lainnya berhasil meraih tiket menuju ajang Drivers World Championship (DWC) Grand Final di London, dua tim lainnya adalah tim Semar Urban UGM dan Garuda UNY.
Tiket menuju DWC diraih ketiga tim setelah berhasil menempati posisi tiga tercepat dalam kompetisi balap DWC Asia yang dihelat usai kompetisi Shell Eco-marathon (SEM) Asia 2018 di Changi Exhibition Centre, Singapura. Tiga posisi teratas dalam adu kecepatan tersebut berhak melaju ke ajang grand final DWC di London, bertarung dengan tiga besar dari berbagai wilayah lain sedunia.
Anggota Tim ITS Team 3 Sapuangin ITS Surabaya terdiri atas Rafi Rasyad, sebagai manajer tim dan Moch Hafis Habibi, pengemudi, Septiyen Abdullah dan Wahyu Subagiyo, di divisi Engine Division Sidik Pramono, Vehicle Dynamics, Sapto Wahyu Sudrajat, Electrical Division, Bakdam Khoirul H, Frame and Body Division, Billy Firmansyah, Non technical Division Witantyo, Faculty Advisor.
Sementara itu Country Chairman & President Director, Shell Indonesia, Darwin Silalahi, kepada Antara mengatakan bahwa kemenangan tim Sapuangin ITS Surabaya merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi Shell Indonesia.
"Selamat buat tim ITS Team 2 yang menjuarai Shell Eco marathon DWC dan saya bangga akan keberhasilan tim; kemenangan ini juga merupakan kemenangan bagi tim Indonesia lainnya yang seperti tim Semar Urban UGM dan Garuda UNY yang juga dalam lomba DWC kali ini," kata Darwin Silalahi.
Kendaraan tim ITS Team 2 yang dikendarai Moch Hafis Habibi pada saat latihan pagi sebelumnya sempat mengalami kerusakan teknis stang mobil patah tapi akhirnya menjadi juara ajang kompetisi adu cepat antara mobil-mobil hemat energi kategori "Urban Concept" terbaik dari seluruh dunia untuk mencari pengemudi terhandal yang paling efisien dalam berkendara.
Manajer tim ITS Team 2 Rafi Rasyad kepada Antara, Minggu, mengakui bahwa kemenangan tim Sapuangin juga merupakan kemenangan bagi dua tim Indonesia lainnya yang ikut dalam lomba Shell Eco-marathon Drivers' World Championship (DWC) setelah ketiganya berhasil menempati posisi tiga tercepat dalam kompetisi balap DWC Asia yang dihelat usai kompetisi Shell Eco-marathon (SEM) Asia 2018 di Changi Exhibition Centre, Singapura.
Kemenangan tim ini sempat mengalami kendala teknis, dimana sebelumnya tim mahasiswa dari Kanada diumumkan sebagai juara, sementara dari hasil akhir justru tim ITS Team 2 yang berhasil menjuarai kejuaraan DWC yang diikuti oleh sembilan tim diantaranya Perancis. Amerika, Kanada dan Italia serta tiga dari Indonesia mewakili Asia.
Global Technical Director Shell Eco-marathon, Shanna Simmons mengakui bahwa ia merasa bangga tim ITS Team 2 bisa menjuarai DWC tahun ini.
"Saya menyaksikan sendiri bagaimana tim berhasil menyelesaikan 10 putaran dan secara resmi menyatakan tim ITS Surabaya sebagai pemenangnya. Kami akan rancang acara khusus buat mereka untuk merayakan kemenangannya ini," ujarnya.
Sementara General Manager Shell Eco-marathon, Norman Koch mengakui keberhasilan tim Indonesia merupakan suatu kebanggaan bagi Shell karena secara teknis Tim ITS Surabaya mengalami kemanjuan dan juga strategi mereka yang luar biasa.
Menurut Rafi Rasyad, sebenarnya ini kali ketiga ITS Team 2 menjadi perwakilan Asia di ajang Drivers World Championships dimana selain efisien juga dituntut untuk cepat.
"Kami hanya memiliki waktu tiga minggu setelah dinyatakan menjadi perwakilan Asia ke ajang DWC ini untuk membenahi mobil dan mempersiapkan diri untuk itu di SEM Europe, dimana kita bertanding dengan peserta dari regional Asia, Amerika, dan Eropa. Harapan kami adalah menjadi juara di grand final Driver World Championship dan ternyata kami menjadi pemenang," katanya.
Tim mobil hemat energi, ITS Team 2 dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dengan mobilnya Sapuangin bersama dua tim Indonesia lainnya berhasil meraih tiket menuju ajang Drivers World Championship (DWC) Grand Final di London, dua tim lainnya adalah tim Semar Urban UGM dan Garuda UNY.
Tiket menuju DWC diraih ketiga tim setelah berhasil menempati posisi tiga tercepat dalam kompetisi balap DWC Asia yang dihelat usai kompetisi Shell Eco-marathon (SEM) Asia 2018 di Changi Exhibition Centre, Singapura. Tiga posisi teratas dalam adu kecepatan tersebut berhak melaju ke ajang grand final DWC di London, bertarung dengan tiga besar dari berbagai wilayah lain sedunia.
Anggota Tim ITS Team 3 Sapuangin ITS Surabaya terdiri atas Rafi Rasyad, sebagai manajer tim dan Moch Hafis Habibi, pengemudi, Septiyen Abdullah dan Wahyu Subagiyo, di divisi Engine Division Sidik Pramono, Vehicle Dynamics, Sapto Wahyu Sudrajat, Electrical Division, Bakdam Khoirul H, Frame and Body Division, Billy Firmansyah, Non technical Division Witantyo, Faculty Advisor.
Sementara itu Country Chairman & President Director, Shell Indonesia, Darwin Silalahi, kepada Antara mengatakan bahwa kemenangan tim Sapuangin ITS Surabaya merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi Shell Indonesia.
"Selamat buat tim ITS Team 2 yang menjuarai Shell Eco marathon DWC dan saya bangga akan keberhasilan tim; kemenangan ini juga merupakan kemenangan bagi tim Indonesia lainnya yang seperti tim Semar Urban UGM dan Garuda UNY yang juga dalam lomba DWC kali ini," kata Darwin Silalahi.
Pewarta : Zeynita Gibbons
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK panggil Plt Dirjen Diktiristek hingga Rektor ITS soal kasus Unila
10 November 2022 12:49 WIB, 2022
Menteri BUMN apresiasi terobosan "Ocean Farm" dan padi "Ratun R.5" ITS
14 December 2021 11:58 WIB, 2021
Terpopuler - Pendidikan & Kesehatan
Lihat Juga
Gelar Youth Today, AIESEC gaet 800 lebih pendaftar di Universitas Sriwijaya
21 September 2026 13:16 WIB
Polres OI bantu warga, beri layanan berobat gratis antisipasi dampak kabut asap
08 September 2026 18:56 WIB