Relawan Bengkulu galang dana bantu anak terinfeksi virus HIV
Senin, 21 Mei 2018 8:02 WIB
Ilustrasi - Stop AIDS/HIV. (ANTARA)
Bengkulu (ANTARA News Sumsel ) - Sekelompok relawan dari Yayasan Kantong Informasi Pemberdayaan Adiksi (Kipas) Bengkulu mengumpulkan sumbangan masyarakat untuk membantu 20 orang anak di daerah itu yang terinfeksi virus HIV/Aids.
"Aksi kami ini bagian dari malam renungan Aids 2018 dengan mengumpulkan dana masyarakat untuk membantu anak-anak yang terinfeksi HIV/Aids," kata Koordinator aksi, Wayan Eka di Bengkulu , Senin.
Ia mengatakan penggalangan dana masyarakat tersebut selain membantu anak-anak yang terinfeksi virus mematikan tersebut sekaligus untuk meningkatkan komitmen dan kepedulian masyarakat dalam penanggulangan HIV/AIDS.
Penggalangan dana yang dilakukan dalam beberapa hari terakhir kata dia telah berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp2.613.500.
Dana tersebut akan diserahkan kepada anak-anak yang terinfeksi HIV/AIDS, khususnya mereka yang kondisi ekonomi keluarganya kurang mampu.
Setelah dana terkumpul, akan dibelikan makanan dan nutrisi yang dibutuhkan Odha anak yang rata-rata usianya berkisar 4 hingga 8 tahun.
Selain mengumpulkan dana, peserta aksi juga membagikan beberapa brosur berisi informasi tentang cegah HIV/Aids kepada masyarakat.
"Kami mengajak masyarakat untuk berkomitmen bersama-sama menanggulangi HIV/Aids demi menekan laju epidemi HIV/Aids di Indonesia," ucapnya.
Berdasarkan tema aksi yakni "Bengkulu Nol Stigma" para relawan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menghapus stigma bagi Odha dan mengajak masyarakat untuk berani tes HIV/Aids di berbagai layanan yang tersedia.
Berdasarkan penjangkauan yang dilakukan Yayasan Kipas, terdapat sebanyak 871 Odha di wilayah Provinsi Bengkulu dan dari jumlah tersebut baru 155 orang yang mengakses obat anti-retroviral (ARV).
"Aksi kami ini bagian dari malam renungan Aids 2018 dengan mengumpulkan dana masyarakat untuk membantu anak-anak yang terinfeksi HIV/Aids," kata Koordinator aksi, Wayan Eka di Bengkulu , Senin.
Ia mengatakan penggalangan dana masyarakat tersebut selain membantu anak-anak yang terinfeksi virus mematikan tersebut sekaligus untuk meningkatkan komitmen dan kepedulian masyarakat dalam penanggulangan HIV/AIDS.
Penggalangan dana yang dilakukan dalam beberapa hari terakhir kata dia telah berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp2.613.500.
Dana tersebut akan diserahkan kepada anak-anak yang terinfeksi HIV/AIDS, khususnya mereka yang kondisi ekonomi keluarganya kurang mampu.
Setelah dana terkumpul, akan dibelikan makanan dan nutrisi yang dibutuhkan Odha anak yang rata-rata usianya berkisar 4 hingga 8 tahun.
Selain mengumpulkan dana, peserta aksi juga membagikan beberapa brosur berisi informasi tentang cegah HIV/Aids kepada masyarakat.
"Kami mengajak masyarakat untuk berkomitmen bersama-sama menanggulangi HIV/Aids demi menekan laju epidemi HIV/Aids di Indonesia," ucapnya.
Berdasarkan tema aksi yakni "Bengkulu Nol Stigma" para relawan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menghapus stigma bagi Odha dan mengajak masyarakat untuk berani tes HIV/Aids di berbagai layanan yang tersedia.
Berdasarkan penjangkauan yang dilakukan Yayasan Kipas, terdapat sebanyak 871 Odha di wilayah Provinsi Bengkulu dan dari jumlah tersebut baru 155 orang yang mengakses obat anti-retroviral (ARV).
Pewarta : Helti Marini Sipayung
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dukung program pemerintah, PT SBS gelar sosialisasi dan seminar kesehatan hingga bangun PLTS sederhana
21 November 2025 17:55 WIB
Sebanyak 263 kasus HIV dan AIDS ditangani di Palembang selama Januari-Juli 2025
10 September 2025 16:16 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Prakiraan cuaca Jakarta Minggu 5 April 2026: Waspada hujan sedang hingga petir di siang hari
05 April 2026 9:05 WIB
BPBD Tulungagung turunkan alat berat untuk buka akses jalan yang tertutup longsor di Sendang
04 April 2026 21:07 WIB
Gunung Semeru sembilan kali erupsi pada Sabtu pagi, tinggi letusan capai 1.000 meter
04 April 2026 12:11 WIB
Prakiraan cuaca Jakarta Jumat 3 April 2026: Seluruh wilayah alami hujan ringan
03 April 2026 7:35 WIB
BMKG: Ternate, Bitung, dan Halmahera berstatus siaga tsunami usai gempa Magnitudo 7,6
02 April 2026 7:12 WIB
Gempa M 7,6 berpotensi tsunami, warga Manado berhamburan ke luar rumah akibat guncangan kuat
02 April 2026 7:04 WIB