MUI: Jumlah penceramah bisa bertambah belum final
Minggu, 20 Mei 2018 20:53 WIB
Zainut Tauhid Saadi (istimewa)
Jakarta (ANTARA News Sumsel) - Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia Zainut Tauhid Saadi mengatakan jumlah penceramah dalam daftar rekomendasi mubaligh Kementerian Agama bisa bertambah.
"Nama-nama tersebut sebagaimana yang disampaikan oleh Menag (Lukman Hakim Saifuddin) belum final. Jadi masih bisa berkembang dan bertambah," kata Zainut dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Minggu.
Sebelumnya, sempat ramai polemik mengenai daftar mubaligh yang diumumkan Kemenag. Kontroversi terjadi karena ada sejumlah penceramah yang belum kunjung masuk daftar itu.
Atas hal itu, Zainut mengatakan MUI bisa memahami rekomendasi dari Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin terkait nama-nama mubaligh yang dinilai memenuhi tiga indikator yaitu.
Tiga indikator itu pertama, dai harus memiliki kompetensi tinggi terhadap ajaran agama Islam.
Kedua, penceramah harus mempunyai pengalaman yang cukup dalam berceramah. Menjadi penceramah tidak hanya penguasaan konten tapi keterampilan dalam menyampaikan isi pesan ke masyarakat.
Ketiga, mubaligh harus terbukti memiliki komitmen kebangsaan yang tinggi.
Menurut Menag, nama-nama tersebut diserap dari berbagai sumber.
"Namun demikian MUI yakin bahwa masih banyak nama ulama, kyai atau mubaligh yang belum tercatat dan itu tidak berarti mubaligh tersebut tidak memenuhi tiga kategori di atas," katanya.
Rekomendasi dari kemenag tersebut, kata dia, bukan menjadi sebuah keharusan yang harus diikuti tetapi hanya sebuah pertimbangan yang sifatnya tidak mengikat.
Meski ada daftar itu, lanjut dia, masyarakat memiliki hak untuk memilih penceramah agama yang sesuai dengan kebutuhannya.
"Memang sebaiknya tetap mengacu kepada tiga ketentuan yang sudah digariskan oleh Kemenag tersebut agar ceramah agama tidak keluar dari substansinya," kata dia.
Dia meminta masyarakat untuk tidak menjadikan rekomendasi Kemenag tersebut sebagai polemik, tetapi sebaiknya disikapi dengan bijaksana agar tidak menimbulkan kegaduhan yang justru bisa merusak suasana kekhusyukan puasa.
"Nama-nama tersebut sebagaimana yang disampaikan oleh Menag (Lukman Hakim Saifuddin) belum final. Jadi masih bisa berkembang dan bertambah," kata Zainut dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Minggu.
Sebelumnya, sempat ramai polemik mengenai daftar mubaligh yang diumumkan Kemenag. Kontroversi terjadi karena ada sejumlah penceramah yang belum kunjung masuk daftar itu.
Atas hal itu, Zainut mengatakan MUI bisa memahami rekomendasi dari Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin terkait nama-nama mubaligh yang dinilai memenuhi tiga indikator yaitu.
Tiga indikator itu pertama, dai harus memiliki kompetensi tinggi terhadap ajaran agama Islam.
Kedua, penceramah harus mempunyai pengalaman yang cukup dalam berceramah. Menjadi penceramah tidak hanya penguasaan konten tapi keterampilan dalam menyampaikan isi pesan ke masyarakat.
Ketiga, mubaligh harus terbukti memiliki komitmen kebangsaan yang tinggi.
Menurut Menag, nama-nama tersebut diserap dari berbagai sumber.
"Namun demikian MUI yakin bahwa masih banyak nama ulama, kyai atau mubaligh yang belum tercatat dan itu tidak berarti mubaligh tersebut tidak memenuhi tiga kategori di atas," katanya.
Rekomendasi dari kemenag tersebut, kata dia, bukan menjadi sebuah keharusan yang harus diikuti tetapi hanya sebuah pertimbangan yang sifatnya tidak mengikat.
Meski ada daftar itu, lanjut dia, masyarakat memiliki hak untuk memilih penceramah agama yang sesuai dengan kebutuhannya.
"Memang sebaiknya tetap mengacu kepada tiga ketentuan yang sudah digariskan oleh Kemenag tersebut agar ceramah agama tidak keluar dari substansinya," kata dia.
Dia meminta masyarakat untuk tidak menjadikan rekomendasi Kemenag tersebut sebagai polemik, tetapi sebaiknya disikapi dengan bijaksana agar tidak menimbulkan kegaduhan yang justru bisa merusak suasana kekhusyukan puasa.
Pewarta : Anom Prihantoro
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wamenag Zainut Tauhid minta pimpinan Al Zaytun buka ruang dialog dengan Ormas Islam
21 June 2023 16:44 WIB, 2023
MUI: Ziarah kubur jelang Ramadhan sebaiknya ditiadakan saat pandemi COVID-19
18 April 2020 11:40 WIB, 2020
Wamenag:pengaturan cadar-celana cingkrang untuk penegakan disiplin ASN
02 November 2019 18:48 WIB, 2019
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Lima penerbangan Palembang-Jakarta dibatalkan, dampak erupsi Anak Krakatau
06 September 2026 9:35 WIB
KAI Daop 1 Jakarta pastikan perjalanan kereta api aman dari erupsi Gunung Anak Krakatau
06 September 2026 9:03 WIB
Anggota DPR minta penanganan optimal bagi santri keracunan MBG di Sidoarjo
03 September 2026 16:23 WIB
Kualitas Udara Kota Jambi masuk kategori tidak sehat, nilai ISPU tembus 101
23 August 2026 15:34 WIB