Penyakit Lupus bisa sembuh dengan obat dan hindari stres
Kamis, 10 Mei 2018 12:49 WIB
Pembina Persatuan Lupus Sumatera Selatan (PLSS) Prof Dr H Eddy M Salim SpPD KAI memberi arahan dalam hari lupus sedunia di Palembang (10/5/18) (ANTARA News Sumsel/Kiki Wulandari/Erwin Matondang/18)
Palembang (ANTARA News Sumsel) - Pembina Persatuan Lupus Sumatera Selatan (PLSS) Prof Dr H Eddy M Salim SpPD KAI mengatakan penyakit lupus sulit sembuh artinya ada kemungkinan sembuh bukan tidak bisa sembuh.
"Ada pasien saya, dari SMP berobat, hingga dia menikah dan memiliki anak sudah dinyatakan sembuh dan tidak mengkonsumsi obat lagi," kata Eddy saat hadir dalam Peringatan Hari Lupus Sedunia di Palembang, Kamis.
Dokter yang bertugas di RSMH ini menjelaskan penyakit lupus ini seribu wajah bervariasi dengan tahap ringan, sedang dan berat.
Lupus bisa kambuh jika pasien melakukan putus obat, sering terpapar sinar matahari langsung dan stres.
"Stres ini mudah dikatakan sulit dikerjakan, berat psikis justru memperburuk keadaan," jelasnya.
Kesehatan optimal bila hidup tenang jauh dari stres dan kontrol kesehatan teratur.
Bagaimana membuat mereka senang ? caranya menguatkan iman dan menghadapi penyakit ini harus dengan sabar.
Memang agak sulit untuk memberikan pemahaman kepada pasien tetapi harus diketahui bahwa penderita lupus tidak sendirian.
Menurut Eddy sejak berlakunya BPJS Kesehatan pasien lebih mudah untuk mendapatkan perawatan. Mulai dari puskesmas hingga RS Tipe A melayani pasien lupus.
"Kalau belum berat berobat ke puskesmas, jika sedang RS tipe C, agak berat RS tipe B dan jika tahap berat baru ke RSMH tipe A," katanya.
Gejala berat ini juga bervariasi bisa terkena jantung, ginjal sehingga pasien harus menjalani cuci darah.
Oleh sebab itu pasien lupus harus rutin minum obat.
"Pengobatan ini lama, minimal dua tahun. Konsumsi obat terus berlangsung sampai dinyatakan sembuh," tutupnya.
Baca juga: Penyakit Lupus mulai jangkiti usia anak dan remaja
Baca juga: Kenali lupus dan gejalannya sejak dini
"Ada pasien saya, dari SMP berobat, hingga dia menikah dan memiliki anak sudah dinyatakan sembuh dan tidak mengkonsumsi obat lagi," kata Eddy saat hadir dalam Peringatan Hari Lupus Sedunia di Palembang, Kamis.
Dokter yang bertugas di RSMH ini menjelaskan penyakit lupus ini seribu wajah bervariasi dengan tahap ringan, sedang dan berat.
Lupus bisa kambuh jika pasien melakukan putus obat, sering terpapar sinar matahari langsung dan stres.
"Stres ini mudah dikatakan sulit dikerjakan, berat psikis justru memperburuk keadaan," jelasnya.
Kesehatan optimal bila hidup tenang jauh dari stres dan kontrol kesehatan teratur.
Bagaimana membuat mereka senang ? caranya menguatkan iman dan menghadapi penyakit ini harus dengan sabar.
Memang agak sulit untuk memberikan pemahaman kepada pasien tetapi harus diketahui bahwa penderita lupus tidak sendirian.
Menurut Eddy sejak berlakunya BPJS Kesehatan pasien lebih mudah untuk mendapatkan perawatan. Mulai dari puskesmas hingga RS Tipe A melayani pasien lupus.
"Kalau belum berat berobat ke puskesmas, jika sedang RS tipe C, agak berat RS tipe B dan jika tahap berat baru ke RSMH tipe A," katanya.
Gejala berat ini juga bervariasi bisa terkena jantung, ginjal sehingga pasien harus menjalani cuci darah.
Oleh sebab itu pasien lupus harus rutin minum obat.
"Pengobatan ini lama, minimal dua tahun. Konsumsi obat terus berlangsung sampai dinyatakan sembuh," tutupnya.
Baca juga: Penyakit Lupus mulai jangkiti usia anak dan remaja
Baca juga: Kenali lupus dan gejalannya sejak dini
Pewarta : Kiki Wulandari
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gubernur Sumsel ajak warga jaga persatuan, respons aksi anarkis perusakan gedung DPRD
31 August 2025 13:47 WIB
Terpopuler - Pendidikan & Kesehatan
Lihat Juga
Dokter: Penggunaan insulin bantu kendalikan kadar gula darah dan cegah komplikasi
03 May 2026 7:51 WIB
Hari Pendidikan Nasional: Kilang Pertamina Plaju dorong literasi energi generasi muda
02 May 2026 20:46 WIB
Penerimaan siswa Sekolah Unggul Garuda Transformasi di kampus dunia naik 150 persen
02 May 2026 9:20 WIB
Perkuat potensi perempuan, Kilang Plaju gelar pelatihan personal branding "Kartini Masa Kini"
24 April 2026 10:52 WIB