Sumsel dorong restorasi hutan
Senin, 23 April 2018 21:22 WIB
Gubernur Sumsel Alex Noerdin (tengah) bersama Kepala Badan Restorasi Gambut Nazir Foead (kanan) saat rapat koordinasi khusus kebakaran hutan dan lahan di Palembang, Senin (2/4). ANTARA News Sumsel/ Feny Selly/Ang/18
Palembang (ANTARA News Sumsel) - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus mendorong berbagai pihak melaksanakan restorasi hutan dan lahan untuk menciptakan ekonomi hijau yang berkelanjutan.
Staf Khusus Gubernur Bidang Perubahan Iklim Najib Asmani di Palembang, Senin, mengatakan pihaknya terus mendorong supaya restorasi lahan dan hutan makin optimal, karena sekarang ini telah dibuat Peraturan Gubernur Sumatera Selatan tentang Rencana Induk Pertumbuhan Ekonomi Hijau Sumsel.
Oleh karena itu, pihaknya terus mengoptimalkan pelaksanaan restorasi lahan dan hutan, termasuk gambut.
Dia mengatakan restorasi hutan dan bentang lahan merupakan bagian dari strategi pertumbuhan ekonomi hijau yang sudah dicanangkan selama ini.
Dalam melaksanakan restorasi itu, pihaknya bekerja sama dengan mitra atau konsorsium. Bahkan, dalam mengoptimalkan restorasi lahan dan hutan serta bentang alam itu, pihaknya telah melaksanakan lokakarya bersama konsorsium.
Konsorsium itu, antara lain World Agroforestry Center (ICRAF), WRI Indonesia, WWF Indonesia dan diprakarsai?International Institute for Applied Systems Analysis (IIASA).
Dia mengatakan Lokakarya Menuju Restorasi Bentang Lahan Berkelanjutan di Sumsel itu, untuk menyatukan komitmen konservasi hutan dan lahan.
"Dengan adanya komitmen bersama itu diharapkan hutan semakin lestari dan ekonomi hijau terus berlanjut," tambah dia.
Staf Khusus Gubernur Bidang Perubahan Iklim Najib Asmani di Palembang, Senin, mengatakan pihaknya terus mendorong supaya restorasi lahan dan hutan makin optimal, karena sekarang ini telah dibuat Peraturan Gubernur Sumatera Selatan tentang Rencana Induk Pertumbuhan Ekonomi Hijau Sumsel.
Oleh karena itu, pihaknya terus mengoptimalkan pelaksanaan restorasi lahan dan hutan, termasuk gambut.
Dia mengatakan restorasi hutan dan bentang lahan merupakan bagian dari strategi pertumbuhan ekonomi hijau yang sudah dicanangkan selama ini.
Dalam melaksanakan restorasi itu, pihaknya bekerja sama dengan mitra atau konsorsium. Bahkan, dalam mengoptimalkan restorasi lahan dan hutan serta bentang alam itu, pihaknya telah melaksanakan lokakarya bersama konsorsium.
Konsorsium itu, antara lain World Agroforestry Center (ICRAF), WRI Indonesia, WWF Indonesia dan diprakarsai?International Institute for Applied Systems Analysis (IIASA).
Dia mengatakan Lokakarya Menuju Restorasi Bentang Lahan Berkelanjutan di Sumsel itu, untuk menyatukan komitmen konservasi hutan dan lahan.
"Dengan adanya komitmen bersama itu diharapkan hutan semakin lestari dan ekonomi hijau terus berlanjut," tambah dia.
Pewarta : Ujang Idrus
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Helikopter water bombing dikerahkan padamkan karhutla di Banyuasin dan Ogan Ilir
31 July 2026 20:26 WIB
Pakar IPB imbau pemerintah antisipasi risiko karhutla terkait Super El Nino 2026--2027
28 July 2026 16:46 WIB
Karhutla Riau capai 15.477 hektare pada semester I/2026, didominasi lahan gambut
17 July 2026 8:49 WIB
BPBD: Sebanyak 15,8 hektare lahan terbakar hingga Agustus 2025 di OKU Timur
12 September 2025 8:45 WIB, 2025
Terpopuler - Info Sumsel
Lihat Juga
PNM Palembang salurkan bantuan sumur bor dan menara air di Tungkal Jaya Muba
25 September 2026 19:46 WIB
Kolaborasi TNI AU dan APP Group perkuat penanganan karhutla di Sumatera Selatan
25 September 2026 19:38 WIB
Pemprov Sumsel ajak perkantoran swasta pasang ornamen budaya lokal sesuai Perda
24 September 2026 22:11 WIB
Pemkot Palembang cegah stunting jalankan program pemberian makanan tambahan
24 September 2026 22:04 WIB