Supermarket Spanyol mulai jual jangkrik dan ulat
Kamis, 19 April 2018 7:23 WIB
Ulat Macrothylacia Rubi (wikipedia)
Madrid (ANTARA News Sumsel) - Jaringan pasar swalayan Carrefour pada Selasa mulai menjual makanan-makanan olahan dari jangkrik dan ulat.
Penjualan itu merupakan bentuk komersialisasi lebih luas atas binatang-binatang serangga sebagai sumber makanan, yang untuk pertama kalinya diterapkan di Spanyol.
Tidak seperti yang mungkin sebelumnya diperkirakan kalangan konsumen yang penakut, jajaran berbagai serangga di rak-rak supermarket Spanyol itu tidak terlalu mengganggu karena sudah diolah menjadi berbagai produk makanan, dari balok camilan berenergi, makanan ringan hingga pasta.
Carrefour menerangkan bahwa berbagai olahan makanan bermuatan serangga itu disediakan untuk "menawarkan produk-produk paling inovatif kepada para konsumen serta untuk memasukkan sumber-sumber makanan alternatif, yang ramah lingkungan".
Carrefour menambahkan bahwa serangga merupakan bagian penting dalam kebiasaan makanan di wilayah-wilayah lain di dunia.
"Menurut Organisasi Perserikatan Bangsa-bangsa urusan Pangan dan Pertanian, serangga menjadi makanan bagi lebih dari dua miliar orang dan dianggap sebagai makanan masa depan," kata perusahaan itu.
Carrefour juga mengisyaratkan bahwa pengolahan serangga sebagai makanan bisa berarti penurunan gas rumah kaca dan bahwa memakan menjadi kebiasaan yang semakin populer karena unsur-unsurnya yang menyehatkan.
"Menurut Organisasi Perserikatan Bangsa-bangsa urusan Pangan dan Pertanian, serangga kaya akan protein, vitamin B1, B2, B3 serta mengandung omega 3 dan 6, juga asam amino dan berbagai mineral seperti zat besi," kata perusahaan pasar swalayan itu.
Penjualan serangga sebagai makanan telah mendapat izin Uni Eropa pada awal 2018. Sebelumnya, kurangnya peraturan membuat produk-produk serangga tidak bisa dijual di Spanyol karena alasan kesehatan publik.
Penjualan itu merupakan bentuk komersialisasi lebih luas atas binatang-binatang serangga sebagai sumber makanan, yang untuk pertama kalinya diterapkan di Spanyol.
Tidak seperti yang mungkin sebelumnya diperkirakan kalangan konsumen yang penakut, jajaran berbagai serangga di rak-rak supermarket Spanyol itu tidak terlalu mengganggu karena sudah diolah menjadi berbagai produk makanan, dari balok camilan berenergi, makanan ringan hingga pasta.
Carrefour menerangkan bahwa berbagai olahan makanan bermuatan serangga itu disediakan untuk "menawarkan produk-produk paling inovatif kepada para konsumen serta untuk memasukkan sumber-sumber makanan alternatif, yang ramah lingkungan".
Carrefour menambahkan bahwa serangga merupakan bagian penting dalam kebiasaan makanan di wilayah-wilayah lain di dunia.
"Menurut Organisasi Perserikatan Bangsa-bangsa urusan Pangan dan Pertanian, serangga menjadi makanan bagi lebih dari dua miliar orang dan dianggap sebagai makanan masa depan," kata perusahaan itu.
Carrefour juga mengisyaratkan bahwa pengolahan serangga sebagai makanan bisa berarti penurunan gas rumah kaca dan bahwa memakan menjadi kebiasaan yang semakin populer karena unsur-unsurnya yang menyehatkan.
"Menurut Organisasi Perserikatan Bangsa-bangsa urusan Pangan dan Pertanian, serangga kaya akan protein, vitamin B1, B2, B3 serta mengandung omega 3 dan 6, juga asam amino dan berbagai mineral seperti zat besi," kata perusahaan pasar swalayan itu.
Penjualan serangga sebagai makanan telah mendapat izin Uni Eropa pada awal 2018. Sebelumnya, kurangnya peraturan membuat produk-produk serangga tidak bisa dijual di Spanyol karena alasan kesehatan publik.
Pewarta : Tia Mutiasari
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pusri dan Kejati Sumsel perkuat sinergi urusan Perdata dan Tata Usaha Negara
12 February 2026 11:44 WIB
Skandal Epstein 2026: Dari mundurnya pejabat Inggris hingga posisi sulit Donald Trump
09 February 2026 6:36 WIB
Industrialisasi dan rumah murah jadi jurus Presiden Prabowo atasi pengangguran
08 February 2026 9:51 WIB
Terpopuler - Info Bisnis
Lihat Juga
PT Bumi Andalas Permai dukung budidaya kepiting bakau di Desa Sungai Batang OKI
12 February 2026 14:15 WIB
KAI Palembang catat 29.253 tiket Lebaran 2026 terjual, 50 persen dari kapasitas
10 February 2026 19:44 WIB