Rawat ginjal dengan "Cerdik"
Sabtu, 10 Maret 2018 9:39 WIB
Dokumentasi- Seorang pasien usai menjalani operasi transplantasi ginjal di Rumah Sakit. (ANTARA News Sumsel/Feny Selly/Ag/17)
Jakarta (ANTARA News Sumsel) - Kementerian Kesehatan terus mengedukasi masyarakat untuk merawat dan menjaga ginjalnya guna mencegah penyakit ginjal kronis dengan upaya preventif yang disebut "Cerdik".
"Dalam pencegahan penyakit ginjal kronis, Kemenkes terus berupaya dalam tahapan perubahan perilaku masyarakat yang kita sebut dengan perilaku 'Cerdik'," kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Sabtu.
Upaya promotif preventif melalui perilaku "Cerdik" adalah kepanjangan dari lima aktivitas, yaitu cek kesehatan secara berkala, enyahkan asap rokok, rajin aktivitas fisik, diet sehat dengan kalori seimbang, istirahat cukup, dan kelola stres.
Anung mengatakan ada pula tiga upaya lain yang juga tidak boleh dilupakan dalam menjaga kesehatan ginjal, yaitu upaya preventif melalui kesadaran akan kesehatan berupa pengukuran berat badan, tekanan darah dan pemeriksaan gula darah secara rutin atau minimal satu kali dalam setahun di pos pembinaan terpadu penyakit tidak menular di fasilitas kesehatan
Selain itu upaya kuratif dan rehabilitatif melalui penguatan pelayanan kesehatan, baik itu berupa layanan Haemodialisis (HD), Peritoneal Dialysis (PD), maupun transplantasi ginjal.
"Perlu kerja sama lintas sektor untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat melalui edukasi mengenai pencegahan penyakit kronis, khususnya penyakit ginjal kronis kepada masyarakat umum, serta menguatkan ketersediaan jaminan kesehatan dan akses pelayanan kesehatan yang memadai," kata Anung.
Penyakit ginjal kronis merupakan peringkat ke-27 penyebab kematian di dunia pada 1990 dan mengalami peningkatan menjadi urutan ke-18 pada 2010.
Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada 2013 oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan menunjukkan bahwa prevalensi penyakit gagal ginjal di Indonesia sebesar 0,2 persen atau dua kasus per 1.000 penduduk.
Sekitar 60 persen penderita gagal ginjal tersebut harus menjalani terapi dialisis atau biasa dikenal dengan cuci darah. Prevalensi penyakit gagal ginjal tertinggi terdapat di Provinsi Sulawesi Tengah sebesar 0,5 persen.
(T.A071/M.H. Atmoko)
"Dalam pencegahan penyakit ginjal kronis, Kemenkes terus berupaya dalam tahapan perubahan perilaku masyarakat yang kita sebut dengan perilaku 'Cerdik'," kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Sabtu.
Upaya promotif preventif melalui perilaku "Cerdik" adalah kepanjangan dari lima aktivitas, yaitu cek kesehatan secara berkala, enyahkan asap rokok, rajin aktivitas fisik, diet sehat dengan kalori seimbang, istirahat cukup, dan kelola stres.
Anung mengatakan ada pula tiga upaya lain yang juga tidak boleh dilupakan dalam menjaga kesehatan ginjal, yaitu upaya preventif melalui kesadaran akan kesehatan berupa pengukuran berat badan, tekanan darah dan pemeriksaan gula darah secara rutin atau minimal satu kali dalam setahun di pos pembinaan terpadu penyakit tidak menular di fasilitas kesehatan
Selain itu upaya kuratif dan rehabilitatif melalui penguatan pelayanan kesehatan, baik itu berupa layanan Haemodialisis (HD), Peritoneal Dialysis (PD), maupun transplantasi ginjal.
"Perlu kerja sama lintas sektor untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat melalui edukasi mengenai pencegahan penyakit kronis, khususnya penyakit ginjal kronis kepada masyarakat umum, serta menguatkan ketersediaan jaminan kesehatan dan akses pelayanan kesehatan yang memadai," kata Anung.
Penyakit ginjal kronis merupakan peringkat ke-27 penyebab kematian di dunia pada 1990 dan mengalami peningkatan menjadi urutan ke-18 pada 2010.
Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada 2013 oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan menunjukkan bahwa prevalensi penyakit gagal ginjal di Indonesia sebesar 0,2 persen atau dua kasus per 1.000 penduduk.
Sekitar 60 persen penderita gagal ginjal tersebut harus menjalani terapi dialisis atau biasa dikenal dengan cuci darah. Prevalensi penyakit gagal ginjal tertinggi terdapat di Provinsi Sulawesi Tengah sebesar 0,5 persen.
(T.A071/M.H. Atmoko)
Pewarta : Aditya Ramadhan
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dukung Apel Akbar Satlinmas, Bank Sumsel Babel raih penghargaan khusus Pemprov Sumsel
30 August 2026 16:58 WIB
Rayakan HUT ke-81 RI, Pertamina PHR Zona 4 salurkan 4.000 paket sembako murah di Sumsel
17 August 2026 20:19 WIB
Bank Sumsel Babel dukung Pemprov Sumsel wujudkan "Health Tourism" berkelas nasional
06 July 2026 8:14 WIB
FEB Universitas Tridinanti dan ANTARA edukasi mahasiswa cara bijak manfaatkan AI
11 June 2026 16:06 WIB
Terpopuler - Pendidikan & Kesehatan
Lihat Juga
Polres OI bantu warga, beri layanan berobat gratis antisipasi dampak kabut asap
08 September 2026 18:56 WIB
Pertamina EP periksa kesehatan mata gratis 140 siswa SD di PALI dan Muara Enim
26 August 2026 15:45 WIB