INAgri sarankan model baru pembangunan pertanain
Kamis, 1 Maret 2018 11:37 WIB
Arsip- Areal persawahan di Desa Pegayut, Pemulutan, Ogan Ilir (OI), Sumatra Selatan. (ANTARA News Sumsel/Nova Wahyudi/dol/17)
Jakarta (ANTARA News Sumsel) - Lembaga kajian dan advokasi pertanian INAgri menyarankan perlunya implementasi model baru pembangunan pertanian dan pedesaan di Indonesia.
Direktur Eksekutif INAgri Syahroni di Jakarta, Kamis, menilai Indonesia sedang menghadapi ancaman tidak terwujudnya kedaulatan pangan.
"Jadi untuk mengantisipasinya perlu model baru pembangunan pertanian dan pedesaan, yakni mendorong pengelolaan sumber daya lokal sebagai sumber pangan juga membangun inovasi-inovasi," kata Syahroni.
Praktisi pertanian lulusan Universitas Sriwijaya Palembang itu mengatakan inovasi dalam bidang pertanian mendesak untuk diimplementasikan.
Menurut dia, peningkatan produksi pertanian berupa teknologi tepat guna menjadi solusi terbaik bagi upaya pemberdayaan pertanian di Tanah Air.
"INAgri sendiri misalnya sudah melatih petani agar semakin terampil membuat nutrisi dan pupuk hayati yang ramah lingkungan dan produktif," katanya.
Ancaman tidak terwujudnya target kedaulatan pangan di Indonesia, menurut Syahroni juga diakibatkan lantaran UU Nomor 41 Tahun 2009 tentang perlindungan lahan pertanian berkelanjutan belum diterapkan dengan optimal.
"UU Nomor 41 Tahun 2009 tentang perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan perlu tegas dan konsekuen dijalankan, jangan selalu kalah dengan investasi nonpertanian," katanya.
Ia berpendapat selama ini UU tersebut belum tersosialisasi sempurna dan belum menjadi rujukan atau aturan pelaksanaan di bawahnya misalnya dalam bentuk PP atau perda yang terkait perlindungan lahan pangan berkelanjutan.
"Kami mendapati di beberapa daerah memang UU Nomor 41 Tahun 2009 tentang perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan ini belum jelas implementasinya, peraturan pelaksanaan di tingkat daerah juga belum ada sehingga wajar jika laju alih fungsi terus tinggi," katanya.
(T.H016/Yuniardi)
Direktur Eksekutif INAgri Syahroni di Jakarta, Kamis, menilai Indonesia sedang menghadapi ancaman tidak terwujudnya kedaulatan pangan.
"Jadi untuk mengantisipasinya perlu model baru pembangunan pertanian dan pedesaan, yakni mendorong pengelolaan sumber daya lokal sebagai sumber pangan juga membangun inovasi-inovasi," kata Syahroni.
Praktisi pertanian lulusan Universitas Sriwijaya Palembang itu mengatakan inovasi dalam bidang pertanian mendesak untuk diimplementasikan.
Menurut dia, peningkatan produksi pertanian berupa teknologi tepat guna menjadi solusi terbaik bagi upaya pemberdayaan pertanian di Tanah Air.
"INAgri sendiri misalnya sudah melatih petani agar semakin terampil membuat nutrisi dan pupuk hayati yang ramah lingkungan dan produktif," katanya.
Ancaman tidak terwujudnya target kedaulatan pangan di Indonesia, menurut Syahroni juga diakibatkan lantaran UU Nomor 41 Tahun 2009 tentang perlindungan lahan pertanian berkelanjutan belum diterapkan dengan optimal.
"UU Nomor 41 Tahun 2009 tentang perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan perlu tegas dan konsekuen dijalankan, jangan selalu kalah dengan investasi nonpertanian," katanya.
Ia berpendapat selama ini UU tersebut belum tersosialisasi sempurna dan belum menjadi rujukan atau aturan pelaksanaan di bawahnya misalnya dalam bentuk PP atau perda yang terkait perlindungan lahan pangan berkelanjutan.
"Kami mendapati di beberapa daerah memang UU Nomor 41 Tahun 2009 tentang perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan ini belum jelas implementasinya, peraturan pelaksanaan di tingkat daerah juga belum ada sehingga wajar jika laju alih fungsi terus tinggi," katanya.
(T.H016/Yuniardi)
Pewarta : Hanni Sofia
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Muara Enim dan Kapolda Sumsel tanam bawang putih serentak di Semende Darat Tengah
19 August 2026 11:18 WIB
Sumsel kembangkan pertanian modern, targetkan produktivitas padi 10 ton per hektare
07 August 2026 20:13 WIB
Terpopuler - Info Bisnis
Lihat Juga
Bank Sumsel Babel buka penawaran Sukuk Ritel SR025 berimbal hasil hingga 6,90 Persen
07 September 2026 12:36 WIB
Pusri pastikan stok dan penyaluran pupuk bersubsidi aman hadapi musim kemarau
24 August 2026 12:28 WIB