Jusuf Kalla ingatkan peran Perpusnas di era digital
Jumat, 23 Februari 2018 15:57 WIB
M. Jusuf Kalla. (ANTARA/Muhammad Adimaja)
Jakarta (Antara) - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengingatkan peran Perpustakaan Nasional di era digital, supaya keberadaan perpustakaan dapat mendorong perkembangan teknologi informasi di Tanah Air.
Hal itu disampaikan Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando usai diterima Wapres Jusuf di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Jumat.
"Beliau (Wapres Kalla) mengulas tentang tantangan perpustakaan di era digital. Perpustakaan dipastikan harus mengubah paradigma bahwa perpustakaan bukan lagi deretan buku-buku berdebu, melainkan harus dirancang dengan bantuan teknologi informasi," kata Syarif mengutip Wapres Jusuf Kalla.
Di tengah perkembangan teknologi dan era digital, perpustakaan diharapkan mampu bersaing dengan media modern, khususnya media sosial.
Oleh karena itu, ukuran keberhasilan sebuah perpustakaan bukan lagi dihitung berdasarkan jumlah pengunjung, melainkan seberapa banyak masyarakat mengakses informasi dari perpustakaan.
"Parameter perpustakaan ke depan adalah bukan jumlah pengunjung saja, tetapi seberapa besar perpustakaan membangun teknologi informasi yang memungkinkan masyarakat menjangkau atau mengakses informasi yang ada," katanya.
Guna mengikuti tren di era digital, Perpusnas pun telah mengembangkan teknologi informasi dalam hal kepustakaan, yakni antara lain membangun "iPusnas" dan program Indonesia One Search.
iPusnas merupakan aplikasi digital yang dapat diakses melalui telepon pintar untuk mencari buku elektronik koleksi Perpusnas dan membacanya langsung melalui telepon pintar.
Sementara Indonesia One Search adalah gerbang pencarian tunggal untuk koleksi buku dan jurnal yang dimiliki oleh perpustakaan, museum dan arsip dari seluruh wilayah di Indonesia.
(T.F013/B. Situmorang)
Hal itu disampaikan Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando usai diterima Wapres Jusuf di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Jumat.
"Beliau (Wapres Kalla) mengulas tentang tantangan perpustakaan di era digital. Perpustakaan dipastikan harus mengubah paradigma bahwa perpustakaan bukan lagi deretan buku-buku berdebu, melainkan harus dirancang dengan bantuan teknologi informasi," kata Syarif mengutip Wapres Jusuf Kalla.
Di tengah perkembangan teknologi dan era digital, perpustakaan diharapkan mampu bersaing dengan media modern, khususnya media sosial.
Oleh karena itu, ukuran keberhasilan sebuah perpustakaan bukan lagi dihitung berdasarkan jumlah pengunjung, melainkan seberapa banyak masyarakat mengakses informasi dari perpustakaan.
"Parameter perpustakaan ke depan adalah bukan jumlah pengunjung saja, tetapi seberapa besar perpustakaan membangun teknologi informasi yang memungkinkan masyarakat menjangkau atau mengakses informasi yang ada," katanya.
Guna mengikuti tren di era digital, Perpusnas pun telah mengembangkan teknologi informasi dalam hal kepustakaan, yakni antara lain membangun "iPusnas" dan program Indonesia One Search.
iPusnas merupakan aplikasi digital yang dapat diakses melalui telepon pintar untuk mencari buku elektronik koleksi Perpusnas dan membacanya langsung melalui telepon pintar.
Sementara Indonesia One Search adalah gerbang pencarian tunggal untuk koleksi buku dan jurnal yang dimiliki oleh perpustakaan, museum dan arsip dari seluruh wilayah di Indonesia.
(T.F013/B. Situmorang)
Pewarta : Fransiska Ninditya
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dilaporkan ke Polisi, Jusuf Kalla jelaskan konteks ceramah perdamaian di UGM
18 April 2026 20:17 WIB
Tabrak pagar rumah Jusuf Kalla karena ngantuk, pengendara harus ganti rugi Rp25 juta
19 February 2026 10:32 WIB
Terpopuler - Pendidikan & Kesehatan
Lihat Juga
Polres OI bantu warga, beri layanan berobat gratis antisipasi dampak kabut asap
08 September 2026 18:56 WIB
Pertamina EP periksa kesehatan mata gratis 140 siswa SD di PALI dan Muara Enim
26 August 2026 15:45 WIB